Tuesday, October 27, 2020
Home Apps Tidak Perlu Ribet, Selesaikan Kewajiban Pajak Secara Online

Tidak Perlu Ribet, Selesaikan Kewajiban Pajak Secara Online

Must Read

15 Ribu Unit Poco X3 NFC Habis Terjual

Techbiz.id - Xiaomi melaporkan telah menjual habis 15.000 unit POCO X3 NFC pada penjualan perdananya yang digelar...

Dana Kembangkan Budaya Parkir Contactless

Techbiz.id - Bekerja sama dengan aplikasi penyedia layanan parkir Parkee, kini dompet digital DANA juga bisa digunakan...

Masuk Era 5G, Oppo Ubah Strategi Perusahaan

Techbiz.id - Memasuki era internet cepat seluler generasi ke-5 (5G) dan berkembangnya teknologi artificial intelligence (AI), Oppo...

Techbiz.id – Untuk menghindari penularan virus Covid – 19, Wajib Pajak (WP) kini sangat dimudahkan untuk membayar pajak tanpa harus datang ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) dengan adanya sistem bernama e-Billing guna membayar pajak secara online yang telah dikembangkan sejak beberapa waktu lalu oleh Direktorat Jenderal Pajak.

Sistem e-Billing tentunya berbeda dengan sistem terdahulu, dimana para wajib pajak membayar pajak secara manual dengan media Surat Setoran Pajak (SPP). Dengan e-Billing, pajak dibayarkan secara online.
 
Namun, sebelum membayar wajib pajak terlebih dahulu membuat kode billing atau ID Billing sebagai portal pembayaran pajak. Untuk membuat ID Billing tidak perlu repot karena bisa didapat di Klikpajak. Sebagai Application Service Provider (ASP) resmi, Klikpajak sudah mendapatkan izin dari Direktorat Jenderal Pajak dapat membantu wajib pajak dalam menerbitkan ID Billing.

- Advertisement -

Jadi, dapat dipastikan bahwa ID Billing yang diterbitkan Klikpajak sudah valid dan sesuai dengan peraturan perpajakan. Selain itu, ID Billing yang diterbitkan Klikpajak tidak ada batasan pembuatan. WP dapat menerbitkan ID Billing secara gratis tanpa tambahan biaya apapun.
 
WP dapat langsung membuat kode billing dari berbagai jenis Kode Akun Pajak (KAP) dan Kode Jenis Setoran (KJS). Seluruh ID Billing ini akan langsung disimpan secara aman di Klikpajak melalui fitur Arsip Pajak. Jadi tidak perlu repot mencari, semua sudah tersimpan aman dan rapi di Klikpajak.

VP Marketing Mekari, Standie Nagadi, menjelaskan masa pandemi saat ini memang membatasi kita untuk bepergian jauh dan bertemu tatap muka dengan orang lain kecuali hal yang sangat penting. Hal tersebut juga dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pajak yang menutup seluruh KPP di masa pelaporan tahunan pajak pribadi dan badan usaha.

“Momen ini menjadi krusial bagi kami untuk kembali menggerakkan masyarakat bahwa meskipun KPP ditutup, tetapi pengurusan pajak dapat dilakukan secara online melalui DJP Online ataupun ASP resmi seperti Klikpajak,” paparnya.

Selain itu, penutupan sementara KPP di Indonesia guna menekan laju penularan virus Covid – 19 tentunya membuat pusing WP yang biasa yang biasa menyetor Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) secara manual, yaitu dengan menyetor langsung ke KPP.
 
Kini saatnya WP untuk mempelajari penyetoran SPT secara online yang aman dan praktis, karena meskipun di rumah, WP tetap dapat memenuhi tanggung jawab pelaporan pajak.  Caranya pun mudah. Wajib pajak dapat menyetor SPT melalui sarana pelaporan elektronik atau online (e-Filing/e-Form) di laman www.pajak go.id. Pengisian SPT dapat dilakukan secara mandiri dengan panduan.
 
Klikpajak sebagai mitra ASP resmi dari Ditjen Pajak pun bisa menjadi pilihan untuk melakukan e-Filing untuk SPT Tahunan Pribadi maupun Badan. Menggunakan e-Filing Klikpajak bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja.

Harus dicatat, sebelumnya melaporkan SPT melalui e-Filing Klikpajak, Anda harus menyiapkan file CSV dan PDF terlebih dahulu. Penyetoran e-Filing lewat ASP seperti Klikpajak telah diatur dalam Peraturan Dirjen Pajak Nomor PER-36/PJ/2013.

Pemerintah pun memberikan kebijakan bagi Wajib Pajak Orang Pribadi terutama dalam menyampaikan SPT Tahunan tahun pajak 2019, diberikan relaksasi batas waktu pelaporan dan pembayaran sampai dengan 30 April 2020 tanpa dikenai sanksi keterlambatan.

Sedangkan untuk SPT Masa PPh Pemotongan/Pemungutan untuk Masa Pajak Februari 2020, kepada seluruh Wajib Pajak diberikan relaksasi batas waktu pelaporan sampai dengan 30 April 2020 tanpa dikenakan sanksi keterlambatan namun batas waktu pembayaran tetap sesuai ketentuan yang berlaku. 

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Solusi IoT Tingkatkan Kualitas Budidaya Ikan dan Udang

Techbiz.id - XL Axiata mengembangkang solusi IoT precision farming bernama “XL Smart Aquaculture” untuk meningkatkan kualitas budidaya...

Bima Market Catat Peningkatan Selama Pandemi

Techbiz.id -Tri Indonesia mencatat peningkatan akses terhadap marketplace Bima market dimasa pandemic covid-19 ini.Setiap bulannya terjadi peningkatan akses di Bima market sebesar...

Mengenal Spesifikasi Realme Narzo 20 Pro, Ponsel Gaming Rp3 Jutaan

Techbiz.id - Realme baru saja mengonfirmasi kehadiran Realme Narzo 20 Pro di Indonesia. Ponsel pintar itu diposisikan sebagai ponsel gaming Rp3 jutaan...

Taman Nasional Bali Manfaatkan Teknologi AI

Techbiz.id - Taman Nasional Bali Barat bersama Huawei melakukan penjajakan kerja sama Smart Forest Guardian (pengawasan hutan dengan kecerdasan artifisial atau AI) yang diproyeksikan dibangun...

realme Konfirmasi Kehadiran narzo 20 series

Techbiz.id - realme mengkonfirmasi kehadiran narzo 20 series di Indonesia yang akan diluncurkan pada awal November sekaligus meramaikan festival belanja online 11.11...
- Advertisement -

Artikel Terkait