Tuesday, December 1, 2020
Home Business Update XL Axiata Kantongi Laba Bersih Rp1,5 Triliun di Q1 2020

XL Axiata Kantongi Laba Bersih Rp1,5 Triliun di Q1 2020

Must Read

Tidak Ideal, Operator Tetap Ikut Lelang Frekuensi 2,3Ghz

Techbiz.id - Lelang frekuensi 2300Mhz yang dilakukan Pemerintah dinilai kurang ideal karena hanya menyediakan lebar pita sebesar...

Blibli Lakukan Literasi Digital untuk Guru

Techbiz.id - Dalam rangka merayakan Hari Guru Nasional, Blibli melakukan gerakan literasi digital bagi para guru lewat...

Pengguna Dana Bisnis Naik 58%

Techbiz.id - Dompet digital Indonesia, Dana, makin intensif dalam melakukan pemberdayaan fitur Dana Bisnis bagi pengguna di...

Techbiz.id – XL Axiata berhasil mengawali tahun 2020 dengan kinerja yang kuat di tengah kompetisi industri telekomunikasi dan data yang terus meningkat dengan membukukan laba bersih yang meningkat secara signifikan sebesar Rp1,5 triliun di periode tiga bulan pertama tahun ini.

Pendapatan XL Axiata meningkat sebesar 9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (YoY) dan 1,3% dibandingkan kuartal sebelumnya (QoQ). EBITDA juga meningkat 40% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (YoY) yang didorong oleh pertumbuhan revenue, efisiensi biaya dan implementasi IFRS16.

- Advertisement -

Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Dian Siswarini mengatakan, tiga bulan pertama setiap tahun selalu menjadi periode yang berat bagi operator. Namun, momentum positif dari kinerja 2019 ditambah dengan proposisi produk yang inovatif, serta kualitas jaringan yang kuat, telah berhasil membawa kami mewujudkan kinerja yang tetap kuat dan berkelanjutan di triwulan 1 2020.

“XL Axiata berhasil meningkatkan penetrasi penggunaan smartphone mencapai 86% akhir triwulan ke-1. Keberhasilan tersebut turut mendorong kenaikan pendapatan data sebesar 17% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (YoY), dan saat ini pendapatan dari data berkontribusi sebesar 91% dari total pendapatan layanan (service revenue) perusahaan,” ungkap Dian.

Total trafik sepanjang triwulan 1 tersebut meningkat 41% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (YoY) dan 7% dibandingkan triwulan sebelumnya (QoQ). Sejak memasuki masa anjuran bekerja dan belajar di rumah (WFH) di pertengahan Maret, seiring dengan merebaknya Covid-19, trafik data telah meningkat 15% dibandingkan periode sebelum WFH.

Pada saat yang sama, XL Axiata meluncurkan program gratis 2GB per hari untuk membantu pelanggan dan masyarakat yang membutuhkan layanan data untuk membantu bekerja atau belajar dari rumah.

Total pelanggan XL Axiata di periode ini turun tipis menjadi 55,5 juta karena persaingan yang semakin ketat. Meski demikian, pendapatan rata-rata per pelanggan (ARPU) tetap stabil di 36 ribu, sama dengan kuartal sebelumnya (QoQ) dan meningkat sebesar 6% dibandingkan dengan 1Q 2019 (YoY).

Selain itu, XL Axiata juga mengenalkan beberapa penawaran baru selama triwulan 1, yaitu Fitur XTRA UNLIMITED TURBO dan Unlimited 1 jam untuk pelanggan layanan prabayar XL, dan paket Edu-Pack untuk pelanggan AXIS, juga myPRIOHOME untuk pelanggan pascabayar Prioritas.

Di sisi lain, beban usaha menurun 10% YoY dan menurun 13% QoQ. Hal ini bisa terjadi karena beban biaya infrastruktur yang lebih rendah (-23% YoY dan -24% QoQ) sebagai hasil dari adopsi IFRS 16. S

ementara itu, biaya interkoneksi dan biaya lainnya turun 9% lebih rendah YoY karena menurunnya interkoneksi dari trafik layanan voice. Biaya pemasaran juga turun 1% lebih rendah YoY karena terjadinya pergeseran pengeluaran ke digital.

XL Axiata terus berinvestasi untuk memperluas dan meningkatkan kualitas jaringannya di seluruh Indonesia. Per akhir Maret 2020, XL Axiata memiliki lebih dari 133 ribu BTS, meningkat 9% dbandingkan periode yang sama tahun lalu (YoY). Sebanyak lebih dari 43 ribu BTS di antaranya merupakan BTS 4G.

Jaringan 4G XL Axiata kini telah hadir dan melayani pelanggan di 449 kota/kabupaten yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Meskipun pandemi Covid-19, instalasi jaringan terus berjalan sesuai rencana tanpa gangguan dan mayoritas diharapkan akan selesai sebelum Lebaran.

Neraca perusahaan juga tetap sehat dengan saldo kas yang lebih tinggi setelah proses penjualan menara. Rasio hutang bersih terhadap EBITDA juga ada di bawah 1x. Free Cash Flow (FCF) perusahaan juga dalam kondisi yang sehat, meskipun ada kenaikan pada komitmen untuk keperluan capex dan roll-out 2020. FCF meningkat 82% YoY menjadi Rp 1,4 triliun.

Pada akhir Maret 2020, XL Axiata tidak memiliki utang dalam mata uang US Dollar, dengan komposisi 46% di antaranya berbunga floating dan masa jatuh tempo yang tidak bersamaan. 

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Terbaru

NEC dan Pemerintah Inggris Uji Coba 5G Open RAN

Techbiz.id - Pemerintah Inggris dan NEC Corporation meluncurkan proyek NEC "NeutrORAN", yang akan menampilkan inovasi terbaru di...

Jangan Tergiur Aksesoris Gadget Murah

Techbiz.id - Pandemi covid-19 dengan anjuran jaga jarak telah memaksa masyarakat untuk mampu beradaptasi dengan teknologi untuk tetap bisa terhubung satu sama...

GMO Payment Gateway jadi Lender di Investree

Techbiz.id - Penyedia layanan pembayaran asal Jepang, GMO Payment Gateway, kini menjadi salah satu Lender di fintech lending Investree. Hadirnya...

VMWare Sediakan Platform Blockchain

Techbiz.id - VMware kini menyediakan platform Blockchain bagi perusahaan yang ingin membangun fondasi digital dalam mengembangkan jaringan bisnis dan meluncurkan aplikasi-aplikasi krusial...

Bakal Melantai di Bursa, SURGE Tingkatkan Kualitas Layanan

Techbiz.id - Perusahaan media luar ruang SURGE bakal melakukan penawaran perdana (IPO) sahamnya di Bursa Efek Indonesia untuk memperkuat modal kerja melalui...
- Advertisement -

Artikel Terkait