Thursday, April 22, 2021
Home Telco FWA 5G Bisa Jadi Senjata Operator Seluler Garap Segmen Rumahan

FWA 5G Bisa Jadi Senjata Operator Seluler Garap Segmen Rumahan

Must Read

Tiga Lensa G Terbaru Sony Hasilkan Gambar Bokeh yang Indah

Techbiz.id - Sony Indonesia resmi mengumumkan tiga lensa G untuk jajaran E-mount, yaitu FE 50mm F2.5 G (model SEL50F25G),...

Lima Vendor Ini Bakal Hadirkan Ponsel dengan Kamera di Dalam Layar

Techbiz.id - Lima vendor smartphone dilaporkan bersiap menghadirkan teknologi kamera selfie terbaru di dalam layar. Kelima vendor tersebut merupakan...

Solusi Mencuci Pintar dengan Samsung Smart EcoBubble Washer

Techbiz.id - Samsung Electronics Indonesia menghadirkan solusi mencuci pakaian yang bersih sekaligus juga hemat daya dengan meluncurkan mesin cuci Samsung...

Fintech Berpotensi Salurkan Pendanaan Produktif UMKM

Techbiz.id - Indonesia Fintech Society (IFSoc), Mirza Adityaswara, mengapresiasi pemerintah dan regulator yang terus mendorong peningkatan penyaluran kredit pendanaan...

Jadwal Debut Redmi 10 Kian ‘Dekat’

Techbiz.id - Usai memperluas keluarga Redmi 9 menjadi beberapa varian, kini Xiaomi dikabarkan bakal memulai debut bagi Redmi 10. Menurut...

Techbiz.id – Dalam penelitian baru yang dilakukan oleh Nokia, Akses Nirkabel Tetap atau Fixed Wireless Access (FWA) 5G ternyata menjadi use case 5G yang paling diminati pelanggan secara global.

Survey dilakukan oleh Parks Associates terhadap 3,000 orang di United Kingdom (UK), United States (US) dan Korea Selatan, meneliti pemahaman dan permintaan pelanggan untuk layanan 5G dalam 6 use case yang berbeda, diantaranya kendaraan otonom, teknologi video pengawasan dan imersif1 .

- Advertisement -

Penelitian menunjukkan bahwa terdapat peluang bagi operator seluler untuk berkompetisi dengan penyedia layanan broadband dengan menawarkan FWA ke rumah-rumah dan bisnis-bisnis.

Berdasarkan hasil riset baru Nokia, 76 persen dari total responden menyatakan FWA sebagai use case yang paling menarik secara keseluruhan, dengan 66 persen mengakui bahwa mereka akan berlangganan FWA 5G jika biayanya sama dengan layanan broadband yang digunakan saat ini dan memiliki kualitas jaringan yang sama atau lebih baik.

Tentunya, lebih banyak pelanggan akan berlangganan jika harga yang ditawarkan lebih murah. Saat ini, 41 persen responden hanya bisa menggunakan satu penyedia layanan broadband dan banyak responden yang mengeluhkan kurangnya pilihan yang mereka miliki. Ini menunjukkan bahwa operator seluler memiliki peluang menawarkan FWA sebagai alternatif layanan broadband tradisional.

Josh Aroner, Vice President of Communication Service Provider Marketing Nokia menyebutkan penelitian ini dilaksanakan sebelum pandemi COVID-19, kondisi yang telah mendorong masyarakat global melakukan aktivitas bekerja dan belajar dari rumah, namun, hasil riset ini sesuai dengan permintaan pelanggan saat ini terhadap kualitas video call yang lebih baik.

“Video telah menjadi suatu hal mendasar bagi interaksi sosial saat ini dan 5G dapat secara signifikan meningkatkan kemampuan video, sementara isolasi sosial dan kerja jarak jauh akan cenderung meningkatkan daya tarik terhadap aplikasi-aplikasi tertentu. FWA merupakan use case atraktif untuk 5G, khususnya dengan remote install, namun operator harus membuat keputusan berdasarkan informasi tentang bagaimana berinvestasi di dalamnya dan menentukan lokasi geografis yang tepat,” ungkapnya.

Sebanyak 90 persen responden menilai siaran video berkualitas tinggi yang tidak ada gangguan merupakan satu aspek 5G yang paling penting. Sebagai tambahan, sebagian besar pelanggan mengakui bahwa use case video 5G atraktif, dimana 66 persen menilai video capture dan aplikasi streaming menarik, dan 69 persen menilai video detection dan alerting juga menarik.

Lebih dari satu pertiga pelanggan mengakui bahwa pengalaman Augmented Reality (AR) untuk remote commerce juga menarik, bahkan sebelum krisis COVID-19 berlangsung. Kebutuhan dan ketertarikan meningkat dengan adanya social distancing.

Lebih luas lagi, berdasarkan hasi riset, pandangan pelanggan terhadap 5G di masa mendatang sangat positif. Meskipun pengetahuan dan pemahaman pelanggan tentang 5G saat ini masih cukup rendah, yaitu setengah dari pelanggan mengaku memiliki pengetahuan tentang 5G, dan ketertarikan terhadap 5G meningkat dengan adanya edukasi.

Delapan puluh persen dari responden yang memahami 5G mengakui bahwa 5G merupakan hal yang menarik, dibandingkan 23 persen yang tidak memahami 5G. Lebih jauh lagi, lebih dari 50 persen pemilik smartphone mengatakan bahwa mereka memiliki keinginan mengganti operator seluler jika operator yang digunakan saat ini tidak menawarkan 5G dalam kurun 12 bulan mendatang.

- Advertisement -

Artikel Terbaru

10 Perbedaan OPPO A74 5G dan A74 4G

Techbiz.id - OPPO baru saja menghadirkan perangkat A74 5G dan A74 4G. Tak hanya memiliki konektivitas yang berbeda, OPPO...

Artikel Terkait