Tuesday, June 22, 2021
Home News Lacak Data Pribadi secara Ilegal, Google Terancam Denda Rp70,7 Triliun

Lacak Data Pribadi secara Ilegal, Google Terancam Denda Rp70,7 Triliun

Must Read

Kaya Akan Fitur, Mi Smart Band 6 Dibanderol Rp600 Ribu

Techbiz.id - Bersamaan dengan merilis dua anggota baru dari Mi 11, Xiaomi Indonesia juga memperkenalkan generasi Smart Band terbaru,...

Telkomsel Dorong Pemanfaatan Teknologi 5G untuk Industri

Techbiz.id - Usai menghadirkan layanan 5G secara komersial, Telkomsel memperkuat kemitraan strategis dalam mempercepat transformasi digital (DX) Indonesia dan...

Tebus Murah Kuota Hingga 50 GB dari Tri Mulai Rp2000

Techbiz.id - Untuk mendukung aktivitas berlibur di rumah saja, Tri Indonesia menghadirkan program Tebus Murah Kuota hingga 50 GB. Dengan progrm ini...

Serupa Clubhouse, Spotify Hadirkan Aplikasi Greenroom

Techbiz.id - Popularitas Clubhouse menarik banyak perhatian hingga kini. Alhasil, layanan streaming musik, Spotify pun turut meluncurkan aplikasi serupa...

Realme 8 5G Meluncur di Indonesia, Harganya Rp3 Juta

Techbiz.id - Memenuhi janjinya, realme Indonesia menghadirkan ponsel 5G, realme 8 5G secara daring, Rabu (16/6). Dibanderol dengan harga...

Techbiz.id – Google baru saja dilaporkan atas tuduhan pengumpulan data pribadi pengguna secara ilegal. Akibatnya, Google kini terancam membayar denda 5 miliar dolar AS atau setara Rp70,7 triliun sesuai dengan undang-undang setempat yang berlaku.

Gugatan ini diproses di Pengadilan Jose, California, Amerika Serikat. Dalam laporannya, tertulis bahwa tindakan pelacakan data tetap terjadi, meskipun sudah menggunakan mode penyamaran (Incognito) dalam peramban.

- Advertisement -

Jutaan pengguna merasa dirugikan. Sehingga, setiap pengguna menuntut hak ganti rugi Google sebesar 5000 dollar AS. Gugatan juta mengungkap bahwa Google merekam data pribadi seseorang lewat layanan miliknya, meliputi Google Analitic, Google Ad manager serta situs plug-in lainnya.

Artinya, apapun hasil pencarian Anda dalam mode Incognito akan tetap terlacak oleh Google, termasuk makanan kesukaan, kebiasaan belanja dan informasi pribadi lain.

Baca juga: Smart TV TCL Dilengkapi Google Assistant

Namun, tuduhan langsung dibantah oleh Jose Catanda selaku Juru Bicara Google yang mengatakan bahwa perusahaan tidak akan tinggal diam. Dengan kata lain, Google akan membela diri di pengadilan.

“Seperti yang Kami nyatakan dengan jelas setiap kali Anda membuka Tab penyamaran baru (Mode Incognito), situs web mungkin dapat mengumpulkan informasi tentang aktivitas penjelajahan Anda.” jelas Jose.

Sebelumnya, kasus Google ini bermula pada temuan di 2018. Sejak saat itu, mode penyamaran (Incognito) dalam peramban mulai melacak hasil jelajah pengguna. Hal ini tak sesuai dengan namanya yang mengusung kata ‘penyamaran’.

Di sisi lain, mayoritas pengguna juga percaya dengan slogan ‘penyamaran’. Sehingga, mereka merasa datanya terlindungi ketika menjelajah dengan mode tersebut. Namun, ketika temuan itu muncul ke publik, jutaan pengguna geram terhadap Google.

Hingga saat ini, pengguna yang merasa dirugikan masih berharap Google ingin menebus kesalahannya dengan uang ganti rugi senilai 5000 dolar AS atau setara Rp14 juta. Sayangnya, nasib Google belum dapat diketahui apakah akan membayar denda atau justru tak bersalah di pengadilan. Pasalnya, proses pengadilan masih terus berlangsung.

- Advertisement -

Artikel Terbaru

Realme Tetapkan Peluncuran Perangkat Dizo pada Juli 2021

Techbiz.id - Realme kini bersiap untuk merilis perangkat pertamanya di bawah sub-brand Dizo, dimana semuanya termasuk ke dalam ekosistem...

Artikel Terkait