Thursday, July 29, 2021
Home News Hati-hati, Smartphone Murah Jadi Sarang Adware

Hati-hati, Smartphone Murah Jadi Sarang Adware

Must Read

Rekomendasi Hp realme dengan Baterai 5000mAh di 2021

Techbiz.id - realme termasuk salah satu vendor handphone (hp) yang menghadirkan berbagai baterai berkapasitas besar. Salah satunya senilai 5000mAh....

RedmiBook 15 Perdana Xiaomi Hadir di Indonesia, Harganya Rp 6 Jutaan

Techbiz.id - Bersamaan dengan peluncuran Redmi Note 10 5G, Xiaomi juga menghadirkan RedmiBook 15. Selain hadir untuk pertama kalinya...

Tri Indonesia Tawarkan Perdana Happy Unlimited 52 GB untuk Belajar Daring

Techbiz.id - Tri Indonesia menghadirkan solusi kuota besar dengan harga hemat melalui Perdana Happy Unlimited 52 GB untuk memenuhi...

Rekomendasi Hp Realme dengan Tiga Kamera Terbaru 2021

Techbiz.id - realme menjadi vendor handphone (hp) yang menghadirkan beragam perangkat dengan tiga kamera. Perpaduan ketiga lensa itu dihadirkan realme...

RedmiBook 15 dan Redmi Note 10 5G Mulai Dijual, Ada Harga Khusus

Techbiz.id - Usai diperkenalkan, RedmiBook 15 dan Redmi Note 10 5G kini secara resmi mulai dijual di Indonesia dengan...

Techbiz.id – Untuk menghadirkan ponsel dengan harga terjangkau vendor ponsel kerap menyiasatinya dengan menyematkan iklan di perangkatnya dan berdalih sebagai sebuah model bisnis.

Namun ternyata hal ini menimbulkan resiko keamanan bagi penggunanya. Berdasarkan data yang diungkap Kaspersky ditemukan bahwa 14,8% pengguna smartphone menjadi target malware lewat iklan atau adware.

Ancaman tersebut membuat perangkat menderita infeksi partisi sistem, sehingga menyebabkan file berbahaya tidak dapat dihapus sepanjang tahun 2019

Risiko aplikasi yang tidak dapat dihapus ini menurut Kaspersky bervariasi, dari satu hingga lima persen terdapat pada smartphone murah berbiaya rendah (low-cost), dan dapat meningkat hingga 27% dalam kasus ekstrem.

Menurut peneliti Kaspersky, jenis infeksi ini menjadi cara lebih umum untuk menginstal adware, perangkat lunak yang dibuat untuk menampilkan iklan yang mengganggu.

Kaspersky menemukan berbagai program berbahaya di antara ancaman yang ditemukan dalam direktori sistem, mulai dari Trojan yang dapat menginstal dan menjalankan aplikasi tanpa sepengetahuan pengguna hingga yang paling sederhana dan tidak begitu mengancam seperti tampilan iklan, namun tetap mengganggu.

Dalam beberapa kasus, modul adware bahkan sudah diinstal sebelum pengguna menerima perangkat mereka, sehingga dapat mengakibatkan konsekuensi yang tidak diinginkan.

Beberapa vendor secara terbuka mengakui menanamkan adware di ponsel cerdas mereka, sementara beberapa mengizinkannya dinonaktifkan.

Sedangkan yang lainnya tidak, dan mereka menggambarkannya sebagai bagian dari model bisnis untuk mengurangi biaya perangkat bagi pengguna langsung.

Kondisi ini seringkali membuat pengguna memiliki pilihan terbatas antara membeli perangkat dengan harga tinggi, atau sedikit lebih murah namun dengan iklan seumur hidup.

“Analisis kami menunjukkan bahwa pengguna seluler tidak hanya secara signifikan diserang oleh adware dan ancaman lainnya, tetapi perangkat mereka juga mungkin berisiko bahkan sebelum sampai di tangan,” komentar Igor Golovin , Peneliti keamanan Kaspersky.

Beberapa pemasok smartphone menurut Igor fokus pada memaksimalkan keuntungan melalui alat iklan dalam perangkat walaupun hal tersebut menyebabkan ketidaknyamanan bagi pemilik perangkat.

“Ini bukanlah tren yang bagus – baik untuk keamanan maupun kegunaan. Saya menyarankan pengguna untuk melihat dengan cermat model ponsel cerdas yang ingin mereka beli dan memperhitungkan risiko ini. Akhirnya, mungkin pengguna akan dihadapkan pada pilihan antara membeli perangkat yang lebih murah atau yang lebih ramah pengguna,” pungkasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Artikel Terkait

Artikel Terbaru

Poco X3 GT Meluncur dengan Chipset Dimensity 1100

Techbiz.id - Usai menghadirkan Poco X3 Pro dan Poco X3 NFC, Poco akhirnya memperkenalkan Poco X3 GT di China. Pelengkap...