Tuesday, April 20, 2021
Home News Hati-hati, Smartphone Murah Jadi Sarang Adware

Hati-hati, Smartphone Murah Jadi Sarang Adware

Must Read

Tanggapi Embargo, Vivo: Produk Kami Memiliki Standar Keamanan dan Kualitas Tertinggi

Techbiz.id - Maskapai Garuda Indonesia mengeluarkan embargo pengiriman kargo smartphone Vivo semua tipe. Hal ini terkait insiden kebakaran di...

Resso Sediakan Playlist Khusus Ramadan

Techbiz.id - Menyambut bulan Ramadan 2021, Resso merilis playlist Ramadan baru, Penyejuk Hati yang sudah dapat didengarkan di aplikasi,...

Gandeng LG, Apple Segera Wujudkan Mobil Listrik Pertamanya

Techbiz.id - Rencana mobil listrik Apple kini semakin 'nyata'. Laporan terbaru menyebut Apple tengah menjalin kesepakatan dengan "LG Magna...

Gelar Acara Pekan Depan, Apple Rilis Produk Baru?

Techbiz.id - Asisten virtual Apple yang bernama Siri membocorkan vendor teknologi itu akan menggelar acara pada pekan depan, tepatnya...

Gelar Ramadan Big Sale, realme Beri Diskon 50%

Techbiz.id - Bulan Ramadan realme mengadakan Ramadan Big Sale sebagai berkah tambahan untuk seluruh anak muda di Indonesia. Program...

Techbiz.id – Untuk menghadirkan ponsel dengan harga terjangkau vendor ponsel kerap menyiasatinya dengan menyematkan iklan di perangkatnya dan berdalih sebagai sebuah model bisnis.

Namun ternyata hal ini menimbulkan resiko keamanan bagi penggunanya. Berdasarkan data yang diungkap Kaspersky ditemukan bahwa 14,8% pengguna smartphone menjadi target malware lewat iklan atau adware.

- Advertisement -

Ancaman tersebut membuat perangkat menderita infeksi partisi sistem, sehingga menyebabkan file berbahaya tidak dapat dihapus sepanjang tahun 2019

Risiko aplikasi yang tidak dapat dihapus ini menurut Kaspersky bervariasi, dari satu hingga lima persen terdapat pada smartphone murah berbiaya rendah (low-cost), dan dapat meningkat hingga 27% dalam kasus ekstrem.

Menurut peneliti Kaspersky, jenis infeksi ini menjadi cara lebih umum untuk menginstal adware, perangkat lunak yang dibuat untuk menampilkan iklan yang mengganggu.

Kaspersky menemukan berbagai program berbahaya di antara ancaman yang ditemukan dalam direktori sistem, mulai dari Trojan yang dapat menginstal dan menjalankan aplikasi tanpa sepengetahuan pengguna hingga yang paling sederhana dan tidak begitu mengancam seperti tampilan iklan, namun tetap mengganggu.

Dalam beberapa kasus, modul adware bahkan sudah diinstal sebelum pengguna menerima perangkat mereka, sehingga dapat mengakibatkan konsekuensi yang tidak diinginkan.

Beberapa vendor secara terbuka mengakui menanamkan adware di ponsel cerdas mereka, sementara beberapa mengizinkannya dinonaktifkan.

Sedangkan yang lainnya tidak, dan mereka menggambarkannya sebagai bagian dari model bisnis untuk mengurangi biaya perangkat bagi pengguna langsung.

Kondisi ini seringkali membuat pengguna memiliki pilihan terbatas antara membeli perangkat dengan harga tinggi, atau sedikit lebih murah namun dengan iklan seumur hidup.

“Analisis kami menunjukkan bahwa pengguna seluler tidak hanya secara signifikan diserang oleh adware dan ancaman lainnya, tetapi perangkat mereka juga mungkin berisiko bahkan sebelum sampai di tangan,” komentar Igor Golovin , Peneliti keamanan Kaspersky.

Beberapa pemasok smartphone menurut Igor fokus pada memaksimalkan keuntungan melalui alat iklan dalam perangkat walaupun hal tersebut menyebabkan ketidaknyamanan bagi pemilik perangkat.

“Ini bukanlah tren yang bagus – baik untuk keamanan maupun kegunaan. Saya menyarankan pengguna untuk melihat dengan cermat model ponsel cerdas yang ingin mereka beli dan memperhitungkan risiko ini. Akhirnya, mungkin pengguna akan dihadapkan pada pilihan antara membeli perangkat yang lebih murah atau yang lebih ramah pengguna,” pungkasnya.

- Advertisement -

Artikel Terbaru

Chip Langka, Stok Ponsel Black Shark Kosong

Techbiz.id - Kabar mengejutkan datang dari produsen ponsel gaming Black Shark yang mengakui bahwa ponsel flagship keluaran terbarunya mengalami...

Artikel Terkait