Thursday, July 29, 2021
Home News Membosankan, Penjahat Siber Ogah Incar Milenial

Membosankan, Penjahat Siber Ogah Incar Milenial

Must Read

Jaringan XL Axiata Jangkau 5.102 Desa di Provinsi Aceh

Techbiz.id - XL Axiata memperkuat jaringan telekomunikasi di wilayah Provinsi Aceh trafik data di seluruh area Provinsi yang berada...

RedmiBook 15 Perdana Xiaomi Hadir di Indonesia, Harganya Rp 6 Jutaan

Techbiz.id - Bersamaan dengan peluncuran Redmi Note 10 5G, Xiaomi juga menghadirkan RedmiBook 15. Selain hadir untuk pertama kalinya...

Zoom Punya Fitur Game, Begini Cara Bermainnya

Techbiz.id - Dari awal hingga pandemi berlangsung saat ini, popularitas Zoom kian meningkat. Selain didorong kebutuhan akan perlunya konferensi...

Rekomendasi Hp Realme dengan Tiga Kamera Terbaru 2021

Techbiz.id - realme menjadi vendor handphone (hp) yang menghadirkan beragam perangkat dengan tiga kamera. Perpaduan ketiga lensa itu dihadirkan realme...

DANA Dukung Konser Amal “NTT adalah Kita”

Techbiz.id - Aplikasi DANA mendukung gerakan yang digagas Ananda Sukarlan dan beberapa musisi muda asal NTT, Habitat Indonesia dengan...

Techbiz.id – Studi terbaru dari Kaspersky mengungkap bahwa Milenial menganggap penjahat siber ogah incar mereka karena menjadi target yang membosankan

Lebih dari sepertiga milenial (37%) dalam studi tersebut berpikir mereka target yang membosankan bagi para pelaku kejahatan siber.

Laporan global terbaru Kaspersky, More Connected Than Ever Before: How We Build Our Digital Comfort Zones, mengeksplorasi tentang bagaimana orang-orang mengubah kebiasaan dalam kehidupan mereka untuk tetap merasa nyaman dengan kehadiran teknologi.

Meskipun para milenial memiliki tendensi untuk memperketat keamanan online mereka, namun nyatanya tindakan yang dilakukan menunjukkan cerita berbeda.

Dengan banyaknya milenial yang berpikir bahwa mereka terlalu membosankan untuk menjadi target para pelaku kejahatan siber, sebanyak 36% mengatakan sadar harus berbuat lebih banyak untuk memperkuat keamanan digitalnya, namun masih belum tidak menjadikannya prioritas utama dalam to-do-list mereka.

Baca juga: Hati-hati, Smartphone Murah Jadi Sarang Adware

Akibat normal baru yang memaksa banyak orang untuk bekerja dari rumah, rumah menjadi pusat teknologi bagi para milenial.

Mereka sekarang menghabiskan hampir dua (1,8) jam ekstra di dunia daring setiap hari dibandingkan dengan awal tahun, menjadikan rata-rata harian mereka mencapai 7,1 jam sehari.

Hampir setengah (49%) mengatakan peningkatan waktu online ini membuat mereka lebih sadar akan keamanan digitalnya.

Kaum milenial menghabiskan sebagian besar waktunya di media sosial, dan hampir dua pertiga (61%) mengatakan bahwa peningkatan kencan online dari rumah menjadi perhatian khusus bagi keamanan digital mereka.

Untuk mengatasi masalah ini, hampir setengah (52%) milenial sekarang mengatakan bahwa mereka hanya menjalankan aplikasi yang dapat dipercaya pada perangkat dari toko resmi seperti Apple Store dan Google Play.

Dan sebanyak 49% menjalankan pemindaian anti-virus regular pada setiap perangkat mereka untuk perlindungan diri. Namun, garis mengganggu juga muncul dengan sebesar 13% milenial mengaku menggunakan Wi-Fi tetangga mereka secara diam-diam.

Menurut Andrew Winton, Vice President, Marketing di Kaspersky tahun kaum milenial lebih menekankan pada keamanan digital – terutama di saat garis antara pekerjaan dan rumah menjadi semakin kabur.

“Membentengi diri dari ancaman digital bisa menjadi sederhana, dan ini akan membantu kita untuk lebih memahami cara mengoptimalkan keselamatan diri dalam zona kenyamanan digital setiap individu ”. Ucapnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Artikel Terkait

Artikel Terbaru

Poco X3 GT Meluncur dengan Chipset Dimensity 1100

Techbiz.id - Usai menghadirkan Poco X3 Pro dan Poco X3 NFC, Poco akhirnya memperkenalkan Poco X3 GT di China. Pelengkap...