Tuesday, April 20, 2021
Home News Membosankan, Penjahat Siber Ogah Incar Milenial

Membosankan, Penjahat Siber Ogah Incar Milenial

Must Read

Xiaomi Paparkan Makna Logo Barunya

Techbiz.id - Xiaomi resmi menggunakan logo baru sebagai identitas visual perusahaan yang mengusung filosofi timur dengan konsep desain...

Memotret Malam Ramadan dengan Extreme Night Vision

Techbiz.id - Setelah vivo resmi membawa vivo X60 Series 5G Co-engineered with ZEISS ke Indonesia beberapa hari lalu, vivo pun memperkenalkan...

Asus Hadirkan Proyektor LED H1, Lebih Tajam dan Terang

Techbiz.id - ASUS hmenghadirkan proyektor LED H1, dengan sumber cahaya terang - 3000 lumen LED,  yang memungkinkannya memproyeksikan visual...

New Energy Nexus Indonesia Gelar Hackathon Ekosistem Mobil Listrik

Techbiz.id - New Energy Nexus Indonesia meluncurkan hackathon keduanya di Indonesia, energize Indonesia 2021, yang dirancang khusus untuk mengidentifikasi...

WhatsApp Ingatkan Pengguna yang Tak Setuju Kebijakan Baru, Ini Akibatnya

Techbiz.id - Aplikasi perpesanan populer, WhatsApp kembali mengingatkan bahwa waktu yang digunakan untuk menerapkan kebijakan baru dalam menggunakan layanan...

Techbiz.id – Studi terbaru dari Kaspersky mengungkap bahwa Milenial menganggap penjahat siber ogah incar mereka karena menjadi target yang membosankan

Lebih dari sepertiga milenial (37%) dalam studi tersebut berpikir mereka target yang membosankan bagi para pelaku kejahatan siber.

- Advertisement -

Laporan global terbaru Kaspersky, More Connected Than Ever Before: How We Build Our Digital Comfort Zones, mengeksplorasi tentang bagaimana orang-orang mengubah kebiasaan dalam kehidupan mereka untuk tetap merasa nyaman dengan kehadiran teknologi.

Meskipun para milenial memiliki tendensi untuk memperketat keamanan online mereka, namun nyatanya tindakan yang dilakukan menunjukkan cerita berbeda.

Dengan banyaknya milenial yang berpikir bahwa mereka terlalu membosankan untuk menjadi target para pelaku kejahatan siber, sebanyak 36% mengatakan sadar harus berbuat lebih banyak untuk memperkuat keamanan digitalnya, namun masih belum tidak menjadikannya prioritas utama dalam to-do-list mereka.

Baca juga: Hati-hati, Smartphone Murah Jadi Sarang Adware

Akibat normal baru yang memaksa banyak orang untuk bekerja dari rumah, rumah menjadi pusat teknologi bagi para milenial.

Mereka sekarang menghabiskan hampir dua (1,8) jam ekstra di dunia daring setiap hari dibandingkan dengan awal tahun, menjadikan rata-rata harian mereka mencapai 7,1 jam sehari.

Hampir setengah (49%) mengatakan peningkatan waktu online ini membuat mereka lebih sadar akan keamanan digitalnya.

Kaum milenial menghabiskan sebagian besar waktunya di media sosial, dan hampir dua pertiga (61%) mengatakan bahwa peningkatan kencan online dari rumah menjadi perhatian khusus bagi keamanan digital mereka.

Untuk mengatasi masalah ini, hampir setengah (52%) milenial sekarang mengatakan bahwa mereka hanya menjalankan aplikasi yang dapat dipercaya pada perangkat dari toko resmi seperti Apple Store dan Google Play.

Dan sebanyak 49% menjalankan pemindaian anti-virus regular pada setiap perangkat mereka untuk perlindungan diri. Namun, garis mengganggu juga muncul dengan sebesar 13% milenial mengaku menggunakan Wi-Fi tetangga mereka secara diam-diam.

Menurut Andrew Winton, Vice President, Marketing di Kaspersky tahun kaum milenial lebih menekankan pada keamanan digital – terutama di saat garis antara pekerjaan dan rumah menjadi semakin kabur.

“Membentengi diri dari ancaman digital bisa menjadi sederhana, dan ini akan membantu kita untuk lebih memahami cara mengoptimalkan keselamatan diri dalam zona kenyamanan digital setiap individu ”. Ucapnya.

- Advertisement -

Artikel Terbaru

Gandeng Reloadly, Tri Sediakan Top-Up Airtime Internasional

Techbiz.id - Tri Indonesia bermitra dengan Reloadly meluncurkan solusi top-up airtime internasional yang akan memberikan akses plug-and-play kepada para pelaku bisnis dan tim pengembangnya untuk bisa...

Artikel Terkait