Thursday, June 17, 2021
Home Apps Sudah Bisa Dicoba, Tinder Kembangkan Fitur Video Chat

Sudah Bisa Dicoba, Tinder Kembangkan Fitur Video Chat

Must Read

BukuWarung Dapat Pendanaan Rp870 miliar

Techbiz.id - BukuWarung meraih pendanaan Series A senilai USD60 juta atau setara Rp870 miliar. Seri pendanaan ini dipimpin oleh...

Xiaomi Mi 11 Ultra dan Mi 11 Lite Tiba di Indonesia, Ini Harganya

Techbiz.id - Xiaomi kembali meluncurkan smartphone andalannya, yakni Mi 11 Ultra dan Mi 11 Lite secara daring di Indonesia,...

Nonton di Amazon Prime Video Lebih Murah Pakai Telkomsel

Techbiz.id - Telkomsel meluncurkan paket Amazon Prime Video Mobile Edition untuk menghadirkan pengalaman baru dalam menikmati layanan streaming video terkemuka di dunia. Dengan...

Jaringan XL Axiata Dukung Geliat Wisata Jawa Tengah

Techbiz.id - Mendukung industri wisata di Jawa Tengah yang terus menggeliat dan mencoba bangkit, antara lain di area Magelang, Temanggung,...

Alibaba Cloud Luncurkan Solusi Livestreaming Buat E-commerce

Techbiz.id - Alibaba Cloud meluncurkan solusi satu atap livestreaming e-commerce terbaru guna membantu para pelaku bisnis global dari berbagai skala untuk...

Techbiz.id – Aplikasi kencan Tinder mengembangkan fitur video chat untuk memudahkan penggunanya agar tetap bisa berkenalan di masa pandemi ini. Fitur Face to Face Video Chat yang terdapat di aplikasi Tinder ini sudah bisa dicoba penggunanya.

Kesempatan mencoba fitur Face to Face Video Chat mulai diberikan Tinder ke beberapa pengguna di Amerika Serikat, Brasil, Australia, Spanyol, Italia, Prancis, Peru, Chili, Vietnam, Korea, Taiwan, Thailand, termasuk Indonesia. 

- Advertisement -

Fitur video chat ini diklaim Tinder sangat aman karena dikembangkan dan dibuat oleh tim Trust and Safety, sehingga keamanan pengguna menjadi prioritasnya. .

“Tinder menciptakan fitur Face to Face Video Chat ini dengan mempertimbangkan beberapa hal yang kami anggap bijak sehingga fitur Face to Face Video Chat kami berbeda dengan video chat umumnya. Ketika menggunakan fitur ini, pengguna Tinder tidak perlu khawatir jika ada  panggilan yang tidak diinginkan,” ” ujar Rory Kozoll, Head of Trust and Safety Product at Tinder. 

Fitur video chat ini memberikan cara baru kepada para pengguna untuk tetap dapat saling berkenalan melalui tatap muka di aplikasi Tinder walaupun mereka tidak berada di tempat yang sama.

Menurut Rory, fitur ini memprioritaskan hak pengguna agar mereka tetap merasa nyaman ketika memutuskan untuk melangkah ke tahap lebih lanjut dari sekadar chat, jika dari masing-masing pengguna merasa waktunya sudah tepat.

“Kami telah membangun dasar yang kokoh, dan kami ingin mempelajari kinerja dari fitur ini dan reaksi dari para pengguna kami ketika masa percobaan fitur Face to Face Video Chat mulai berjalan di beberapa minggu mendatang,” imbuhnya.

Beberapa hal ini menjadi pertimbangan Tinder dalam mendesain fitur video chat agar pengguna tetap mempunyai kontrol dan kenyamanan

1. Hak kendali bagi pengguna

Video call ini akan tersedia jika ada kesepakatan dari dua orang yang sudah match dan sudah terjadi komunikasi. Setelah mereka menemukan ketertarikan yang lebih lanjut dan sudah sepakat untuk melakukan Face to Face video call. Fitur ini tidak akan diaktifkan, sampai dari masing-masing individu mengaktifkan fitur ini. Pengguna tidak perlu khawatir, pasangan Anda tidak akan langsung tahu saat Anda mengaktifkannya. 

2. Dapat dinonaktifkan kapan saja

Seperti saat mengaktifkan toggle video call, pengguna pun dapat keluar kapan saja. Jika pengguna sedang tidak ingin melakukan video chat hari ini, maka tidak masalah.

3. Ada aturannya:

Setelah Face to Face video call diaktifkan, semua pengguna harus setuju terhadap peraturan kami sehingga obrolan bisa dimulai dengan niat dan keinginan yang baik dan benar.

  • Sopan: tidak menampilkan konten seksual atau pornografi
  • Aman dan ramah: tidak melakukan pelecehan, ujaran kebencian, kekerasan, atau aktivitas ilegal lainnya
  • Sesuai usia: tidak melibatkan anak dibawah umur 17 tahun

4. Dapat melihat langsung match Anda

Percakapan bersifat dua arah, dan lebih baik jika para pengguna memutuskan bersama (50/50).  Hal ini membantu para pengguna untuk menunjukan wajah terbaik mereka dengan calon pasangan.

5. Respon pengalaman pengguna

Setelah panggilan selesai, pengguna akan ditanya pengalaman menggunakan fitur video call. 

- Advertisement -

Artikel Terbaru

Ponsel Pertama Leica, ‘Leitz Phone 1’ Resmi Dirilis

Techbiz.id - Brand asal Jerman, Leica, telah lama berkolaborasi dengan Huawei sebagai partner dalam perangkat besutan Huawei. Namun kini,...

Artikel Terkait