Thursday, June 17, 2021
Home News Workday Ungkap Perilaku Digital Perusahaan saat Pandemi

Workday Ungkap Perilaku Digital Perusahaan saat Pandemi

Must Read

Gelar Super Service Day, OPPO Tawarkan Banyak Diskon

Techbiz.id - Tidak hanya menghadirkan perangkat dengan desain dan fitur yang diinginkan oleh konsumen Indonesia, OPPO juga mengedepankan layanan...

Indikasi Peluncuran iPhone 13 Kian Dekat

Techbiz.id - Apple tampaknya siap menghadirkan penerus dari iPhone 12 dalam waktu dekat. Pasalnya, dugaan nomor model dari iPhone...

Sinar Mas Land Bangun Sistem Pembayaran Digital UMKM di BSD City

Techbiz.id - Melonjaknya transaksi digital banking dan e-commerce selama pandemi memotivasi Sinar Mas Land untuk berkolaborasi dengan DANA dalam pengembangan pembayaran digital bagi...

VMware Hadirkan Inovasi Keamanan Infrastruktur Digital

Techbiz.id - Sebagai langkah untuk mengantisipasi dinamika ancaman yang terjadi di lanskap keamanan, VMware meluncurkan serangkaian inovasi yang memperkokoh...

Telkomsel Awards 2021 Apresiasi Talenta Kreatif Indonesia

Techbiz.id - Telkomsel ingin terus memacu spirit bagi seluruh insan agar dapat terus berkarya untuk negeri dengan memberikan sebuah apresiasi...

Techbiz.id – Berdasarkan hasil study yang dilakukan oleh Workday ditemukan bahwa 50% perusahaan Indonesia menjadikan transformasi digital prioritas utama selama masa pandemi.

Hasil studi independennya yang mengeksplorasi dampak pandemi COVID-19 terhadap proses transformasi digital perusahaan di Indonesia. juga mengungkap bahwa 31% perusahaan justru memperlambat transformasi digital mereka.

- Advertisement -

Studi yang berjudul Workday Digital Agility Index ini dilakukan bersama perusahaan market intelligence IDC, dan surveinya mencakup hampir 900 pemimpin bisnis di bidang sumber daya manusia, keuangan, dan teknologi informasi dari sembilan negara di Asia Pasifik.

Sebagai akibat dari kurangnya ketangkasan digital, empat dari lima (80%) perusahaan mengalami kesulitan dalam mengubah rencana keuangan tahun ini.

Selain itu, 69% perusahaan juga menghadapi kesulitan dalam mengubah struktur organisasinya. Jumlah yang sama juga mengakui bahwa mereka tidak memiliki catatan atas keahlian karyawan.

Hal ini mengakibatkan perusahaan-perusahaan tersebut tidak dapat menyusun gugus tugas khusus untuk menangani perubahan drastis yang dibawa oleh pandemi COVID-19.

Masalah juga muncul pada pengelolaan bisnis sehari-hari dengan 41% perusahaan kesulitan mengelola cara-cara baru dalam merunut rantai perizinan (approval) dan kegiatan operasional lainnya.

Ketika ditanya bagian mana yang paling terpengaruh oleh pandemi, perusahaan Indonesia menjawab penjualan (54%), pelayanan konsumen (50%), dan keuangan (46%).

Kurangnya kemampuan dalam memanfaatkan sarana digital merupakan salah satu tantangan terbesar perusahaan dalam mewujudkan transformasi digital selama pandemi.

Sekitar 61% perusahaan di Indonesia tidak memiliki budaya kerja yang memberi penekanan pada ketangkasan dalam beradaptasi.

Sementara itu, 63% perusahaan menilai kurang dari setengah karyawan mereka memiliki kemampuan yang mumpuni dalam memanfaatkan sarana digital.

Kemudian, hingga 6% perusahaan bahkan menilai karyawannya tidak ada yang memiliki kemampuan digital sama sekali.

Baca juga: XL Axiata Gandeng Google untuk Transformasi Digitalnya

Kurangnya keahlian karyawan dalam memanfaatkan sarana digital dapat disebabkan pola pikir lama perusahaan Indonesia yang cenderung tidak melihat keahlian karyawan sebagai keunggulan dalam berkompetisi, sehingga tidak banyak perusahaan yang secara strategis berinvestasi dalam mencari dan mengembangkan keahlian karyawan.

78% perusahaan Indonesia tidak menganggap keahlian karyawan sebagai aset strategis dan tidak memiliki sarana serta proses yang mumpuni untuk mengelola potensi karyawan.

Pola pikir ini juga memengaruhi pengalaman karyawan dalam bekerja (employee experience). Hanya 31% perusahaan menganggap pengalaman karyawan sebagai salah satu pertimbangan penting dalam mengambil keputusan.

93% dari perusahaan yang disurvei menjadikan transformasi digital salah satu prioritas usaha, dan 85% di antaranya menggunakan teknologi digital untuk terus dapat menjalankan rencana bisnis selama pandemi COVID-19.

Di 12-18 bulan ke depan, fokus utama transformasi digital perusahaan akan berada di sektor pelayanan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat seperti pelayanan pelanggan lini terdepan (67%), sistem back-end keuangan (65%), dan sistem front-end pemasukan (56%). 

Sementara itu, bagian yang dinilai belum perlu transformasi digital adalah sistem back-end  administrasi (44%) dan sistem back-end sumber daya manusia (37%).

transformasi digital perusahaan
Presiden Workday Asia, Rob Wells

Menurut Presiden Workday Asia, Rob Wells, pandemi global yang telah berjalan beberapa bulan ini semakin membuktikan pentingnya ketangkasan digital perusahaan.

Tanpa dukungan teknologi yang tepat, perusahaan tidak bisa beradaptasi dengan perubahan yang datang kian cepat.

“Tahun ini, banyak perusahaan yang harus memperbarui sistem bisnis mereka secara signifikan dalam waktu yang singkat, dan studi kami membuktikan bahwa proses bisnis yang masih luring adalah salah satu rintangan terbesar,” kata Wells.

Hasil studi ini diharapkan Wells dapat membantu pemimpin perusahaan-perusahaan di Indonesia dalam menyusun rencana transformasi digital dan berinvestasi untuk menjamin kesehatan bisnis serta tenaga kerja dalam jangka panjang.

- Advertisement -

Artikel Terbaru

Dari Smartwatch Hingga Aksesori Gaming, Realme Ramaikan Pasar AIoT Indonesia

Techbiz.id - Tak hanya sebuah smartphone 5G, realme Indonesia juga turut menghadirkan serangkaian produk AIoT. Jajaran produk AIoT ini...

Artikel Terkait