Thursday, February 25, 2021
Home Tips 5 Langkah Memeriksa Keamanan Smartphone

5 Langkah Memeriksa Keamanan Smartphone

Must Read

Usung Baterai Jumbo, Redmi 9T Resmi Hadir di Indonesia

Techbiz.id - Xiaomi kembali menghadirkan anggota baru dari Redmi 9 Series di Indonesia, Senin (22/02/2021). Ponsel pintar bernama Redmi...

WhatsApp Akan Kembali Jelaskan Kebijakan Privasi Baru

Techbiz.id - Kebijakan privasi baru WhatsApp sempat menjadi buah bibir. Bahkan tak sedikit pengguna yang mengaku akan beralih usai...

Dorong Digitalisasi, Crowdo Berikan Platform Neobank Bagi UKM

Techbiz.id - Layanan Fintech, Crowdo mengumumkan peluncuran platform digitalisasi UKM pertama di Indonesia dengan teknologi neobank. Platform baru ini...

8 Hal yang Terjadi Jika Tak Setuju dengan Kebijakan Baru WhatsApp

Techbiz.id - WhatsApp belum lama ini kembali mengingatkan pengguna soal kebijakan baru mereka. Hal ini dilakukan usai banyaknya pengguna...

ASUS Hadirkan Jajaran Laptop ZenBook Terbaru

Techbiz.id - ASUS memperkenalkan tiga laptop ZenBook terbaru dalam acara peluncuran bertajuk "Built For Brilliance", yaitu ZenBook Flip S...

Techbiz.id – Di era teknologi digital ini smarthone telah menjadi bagian dalam kehidupan seseorang. Baik untuk menunjang produktivitas kerja maupun sebagai alat komunikasi dan juga hiburan.

Begitu banyaknya pemanfaatan smartphone dalam kehidupan sehari0hari membuat ponsel berisi sejumlah besar data pribadi dan hal-hal berharga – dari foto ke permainan, dari kontak ke musik, dan sebagainya.

- Advertisement -

Kaspersky memberikan lima langkah untuk memeriksa keamanan smartphone secara regular untuk diterapkan di ponsel cerdas Android secara rutin.

Baca juga: Kaspersky Sarankan 3 Hal ini Untuk E-commerce yang Tangani Jutaan Data

5 Langkah Memeriksa Keamanan Smartphone

1. Periksa Aplikasi

Telusuri dengan cermat dan segera menghapus apa pun aplikasi yang tidak digunakan.
Langkah ini bermanfaat untuk mengosongkan ruang pada ponsel cerdas Anda dan meningkatkan kinerja (memori tidak bekerja secara optimal pada kapasitas yang penuh).

selain itu masa pakai baterai juga bisa ditingkatkan jika beberapa aplikasi yang tidak terpakai dihapus. Pastinya, Anda tidak akan menjadi target potensial bagi mata-mata dan pencuri, jika terdapat aplikasi yang berpotensi berbahaya di ponsel Anda.

Bahkan program yang sah sekalipun dapat menjadi sumber infeksi jika diretas, atau jika pengembangnya tanpa sadar menggunakan komponen berbahaya dalam kode aplikasi. Semakin sedikit aplikasi berarti semakin kecil peluang terjadinya insiden keamanan.

2. Periksa Izin Aplikasi

Sebagai aturan utama, jangan membagikan hak yang tidak perlu saat memasang aplikasi baru. Semakin banyak izin yang dimiliki aplikasi, semakin banyak hal yang dapat dilakukan pada perangkat Anda – khususnya, semakin banyak data pribadi yang dapat dikumpulkan.

Jadi, hanya berikan izin setiap aplikasi seminimal mungkin untuk pengoperasian dan keramahan pengguna.

Berikan perhatian khusus pada izin yang terkait dengan aplikasi admin perangkat (device admin apps) dan aksesibilitas – berikan izin hanya jika Anda mempercayai aplikasi tersebut 100%.

Sekali lagi, jangan pernah takut untuk mencabut izin. Jika Anda mencabut izin dan aplikasi berhenti berfungsi dengan baik atau beberapa fitur hilang, Anda selalu dapat menerbitkannya kembali.

3. Pembaruan

Pembaruan penting karena dapat memperbaiki kerentanan, yang berarti mampu melindungi Anda dari serangan. Aplikasi dari Google Play umumnya diperbarui secara otomatis, namun untuk memastikan, Anda dapat mengunjungi secara langsung dan mengunduh versi terbaru.

Jika mengunduh sesuatu yang bukan dari toko resmi, Anda akan bertanggung jawab untuk melacak pembaruan secara manual.
Pembaruan untuk sistem Android adalah hal berbeda.

Dengan memeriksa pembaruan secara manual, Anda bisa mendapatkannya sebelum ponsel cerdas menginstalnya selama pembaruan otomatis berikutnya. Itu berarti perlindungan dini terhadap bahaya potensial.

4. Pindai dengan Antivirus

Google Play memiliki antivirusnya sendiri yaitu Google Play Protect, yang memeriksa aplikasi yang akan diunggah ke toko resmi. Dengan kata lain, jika Anda mengunduh aplikasi dari toko resmi, kemungkinan besar aplikasi itu aman.

Tetapi jika Anda menginstal aplikasi dari toko lain atau mengunduhnya ke ponsel cerdas secara manual sebagai file APK, tidak ada jaminan bahwa aplikasi tersebut aman. Oleh karena itu disarankan untuk memindai konten ponsel cerdas secara berkala dengan utilitas antivirus seluler.

5. Memeriksa Kebocoran Data

Perangkat Android kemungkinan besar menyimpan banyak informasi pribadi, dari foto hingga aplikasi jejaring sosial dengan seluruh percakapan yang Anda miliki. Dan, sayangnya, kebocoran data menjadi lebih umum.

Informasi tentang kebocoran kini sudah banyak tersedia. Dalam banyak kasus, perusahaan memberi tahu pelanggan mereka; dan Anda juga bisa mendapatkan informasi di situs berita seperti techbiz.id.

Namun, sebagian besar kasus kebocoran berasal perusahaan dan layanan yang tidak Anda ketahui atau gunakan. Untuk meminimalkan hal yang tidak perlu, Anda dapat kembali menggunakan solusi dari Kaspersky Security Cloud.

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Smartfren Bagi-bagi Rejeki Wow Buat Pelanggan

Techbiz.id - Setelah sukses dengan program meraih mimpi rumah milyaran di Tahun 2020 dengan Smartfren WOW, kini di Tahun...

Artikel Terkait