Saturday, September 26, 2020
Home News Ericsson Prediksi 10 Tren Internet Tahun 2030

Ericsson Prediksi 10 Tren Internet Tahun 2030

Must Read

Akhirnya, Sony Alpha 7S III Edar di Indonesia

Techbiz.id - Sony Alpha 7S III kini resmi hadir di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan para penggemar videografi...

Telkom Digitalisasi PDAM Seluruh Indonesia

Techbiz.id - Telkom bekerjasama dengan PDAM Kabupaten Bandung mengimplementasikan digitalisasi melalui sistem billing terintegrasi, basis data yang terpusat, dan dashboard pengelolaan...

Oppo Siapkan Smartphone sebagai Amunisi Baru

Techbiz.id - Oppo menyiapkan amunisi baru setelah meluncurkan tiga perangkatnya secara resmi pada kuartal ketiga tahun ini.

Techbiz.id – Dalam laporan ConsumerLab, Ericsson memprediksi tren internet pada tahun 2030 dimana inovasi teknologi akan semakin canggih di era 5G.

Kecanggihan teknologi tersebut tidak hanya terbatas pada teknologi augmented reality (AR), virtual reality (VR), asisten virtual, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

- Advertisement -

Prediksi kecanggihan teknologi menurut riset Ericsson ditandai dengan kemampuan internet dalam merepresentasikan panca indra manusia.

Baca juga: Ericsson Kantongi 100 Kontrak 5G

Laporan ConsumerLab oleh Ericsson menyatakan bahwa teknologi yang canggih akan memungkinkan internet yang sepenuhnya indrawi pada 2025, dan memungkinkan kemampuan untuk berkomunikasi secara digital melalui pikiran pada tahun 2030.

Garis antara dunia digital dan dunia nyata pun akan benar-benar memudar ketika sistem sensorik digital makin berkembang.

tren internet tahun 2030

Tren Internet tahun 2030

1. Your brain is the user interface

Pada tahun 2030, teknologi diatur untuk menanggapi pikiran manusia dan bahkan mampu membagikannya kepada orang lain. Ketika otak manusia dapat bertindak sebagai interface maka keyboard, mouse, game controller, dan user interface perangkat digital lainnya menjadi tidak berguna. Pengguna hanya perlu memikirkan suatu perintah, dan itu akan terjadi.

2. Sounds like me

Di masa depan, masyarakat berharap dapat lebih mengendalikan bagaimana suara mereka dapat diterjemahkan ke dalam bahasa apa pun. Lebih dari 70% responden berharap untuk memiliki earphone yang mampu menerjemahkan bahasa secara otomatis dan sempurna.

3. Any flavor you want

Lebih dari 40% responden meyakini bahwa menempatkan perangkat di mulut akan secara digital meningkatkan rasa makanan. Dengan demikian, makanan apapun akan terasa seperti yang manusia inginkan.

Hal ini dapat berdampak besar pada kesehatan dan diet manusia, sebab memungkinkan mereka untuk mengonsumsi makanan sehat, namun terasa layaknya masakan buatan restoran bintang lima.

4. Digital aroma

Aroma merupakan sensasi fisik yang memengaruhi manusia secara langsung dan dalam. Saat ini, pengalaman berbelanja daring belum melibatkan kemampuan mencium bau.

Pelanggan memperkirakan indra penciuman manusia akan menjadi bagian penting dari internet pada tahun 2030, dengan 47 persen memprediksi data penciuman akan tersedia bagi perusahaan untuk digunakan secara komersial.

5. Total touch

Kemampuan merasakan tekstur digital di masa depan mungkin akan melampaui batas-batas layar smartphone. Faktanya, enam dari 10 responden memperkirakan perangkat wristband akan dapat menstimulasi saraf sehingga manusia bisa merasakan obyek secara digital pada tahun 2030.

6. Merged reality

Pada tahun 2030, separuh responden membayangkan perbedaan antara realitas fisik dan digital akan hampir sepenuhnya hilang. Pengalaman visual gabungan (merged visual) pertama diprediksi akan terjadi pada industri gaming terlebih dahulu: lebih dari tujuh dari 10 responden meyakini dunia game VR akan sulit dibedakan dari realitas fisik.

7. Verified as real

Melanjutkan poin sebelumnya, separuh pelanggan meyakini bahwa pada tahun 2030, internet yang sepenuhnya indrawi akan semakin canggih hingga ke titik di mana realitas fisik dan digital akan berbaur menjadi satu, dan teknologi dapat meniru dan memanipulasi indra manusia.

8. Post-privacy consumers

Pelanggan percaya bahwa teknologi face recognition akan semakin populer digunakan dimana-mana, hingga konsep privasi hampir tidak ada lagi. Dengan demikian, setengah dari responden dalam studi tersebut mengharapkan adanya undang-undang data digital yang mengatur penggunaan data publik dan pribadi dengan jelas, sehingga masalah privasi tidak lagi ada.

9. Connected sustainability

Sebanyak enam dari 10 responden meyakini bahwa layanan internet yang sepenuhnya indrawi memungkinkan manusia untuk secara digital seolah-olah berada dimana saja, sehingga dapat menghemat waktu serta membantu menyelamatkan Bumi.

10. Sensational services

Lebih dari 40% responden mengaku ingin merasakan petualangan liburan digital yang melibatkan semua indra mereka, di mana manusia dapat membenamkan diri sepenuhnya di tempat dan periode waktu lain.

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Terbaru

ShopeePay Ajak Masyarakat Hemat Belanja

Techbiz.id - Situasi PSBB ketat yang digalakkan ShopeePay mengajak penggunanya untuk belanja hemat menggunakan fitur yang ada...

Ternyata Bukan Seri F Smartphone Baru Oppo

Techbiz.id - Smartphone terbaru Oppo yang memiliki kode CPH 2209 dan juga yang telah diunggah Raisa pada media sosial Instagram milik Oppo...

Telkomsel Salurkan Bantuan Kuota Data Internet Tahap 1

Techbz.id - Telkomsel telah menyalurkan bantuan kuota data internet Tahap 1 yang dilaksanakan secara berkala pada tanggal mulai 22 hingga 24 September...

Xiaomi Siapkan Puluhan Ribu Paket Belajar dari Rumah

Techbiz.id - Xiaomi menyiapkan puluhan ribu paket belajar dari rumah dalam rangka memberikan dukungan kepada para pelajar dalam pembelajaran jarak jauh selama...

Erajaya Buka 3 Outlet Baru di Grand Indonesia

Techbiz.id - Erajaya Group secara serentak meresmikan 3 retail outlet baru miliknya di East Mall Grand Indonesia, Jakarta Pusat. Retail outlet baru...
- Advertisement -

Artikel Terkait