Thursday, February 25, 2021
Home News Kominfo Minta Klarifikasi Kebocoran Data Pengguna KreditPlus

Kominfo Minta Klarifikasi Kebocoran Data Pengguna KreditPlus

Must Read

Mirip iPhone, Inikah Wujud Oppo Find X3?

Techbiz.id - Bocoran mengenai Oppo Find X3 terus beredar. Kali ini, giliran wujud asli dari smartphone penerus Find X2...

8 Hal yang Terjadi Jika Tak Setuju dengan Kebijakan Baru WhatsApp

Techbiz.id - WhatsApp belum lama ini kembali mengingatkan pengguna soal kebijakan baru mereka. Hal ini dilakukan usai banyaknya pengguna...

Smartfren Bagi-bagi Rejeki Wow Buat Pelanggan

Techbiz.id - Setelah sukses dengan program meraih mimpi rumah milyaran di Tahun 2020 dengan Smartfren WOW, kini di Tahun...

Pandemi Memperburuk Kesenjangan Digital

Techbiz.id - Pandemi COVID-19 dinilai telah menciptakan banyak kebutuhan baru untuk infrastruktur digital karena telah memperburuk kesenjangan digital. Deputi Chairman...

Pendapatan Builder.ai Naik 230% Selama 2020

Techbiz.id -​ Sepanjang tahun 2020, platform pengembang perangkat lunak berkekuatan artificial intelligent (AI) Builder.ai​ mencatatkan pertumbuhan yang pesat. Dalam laporannya,...

Techbiz.id – Menyusul terjadinya dugaan kebocoran data pelanggan KreditPlus, Kementerian Komunikasi dan Informatika telah meminta klarifikasi  dan laporan dari pengelola platform digital KreditPlus.

Selain meminta klarifikasi Kominfo juga meminta agar KreditPlus mengambil langkah yang diperlukan untuk menjamin keamanan data pengguna atas dugaan data breach yang mengakibatkan kebocoran data tersebut.

- Advertisement -

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Semuel Abrijani Pangerapan menyatakan telah mengirimkan surat ke KreditPlus.

Baca juga: Kominfo Keluarkan 3 Instruksi untuk Tokopedia

“Kami sudah bersurat ke Kreditplus untuk mengklarifikasi hal itu sekaligus  melaporkan ke Kominfo terkait isu kebocoran ini,” katanya di Jakarta, Selasa (04/08/2020).

Menurut Dirjen Aptika, sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE), KreditPlus memiliki kewajiban memenuhi Standar Pelindungan Data Pribadi yang dimuat dalam Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik, serta Peraturan Menteri Kominfo Nomor 20 Tahun 2016 tentang Perlindungan Data Pribadi dalam Sistem Elektronik. 

Kementerian Kominfo, menurut Dirjen Semuel juga mengimbau masyarakat tetap menjaga keamanan akun masing-masing.

“Masyarakat sebaiknya rutin mengganti password dan tidak mudah percaya dengan pihak lain yang meminta password maupun kode OTP,” tandasnya. 

Seperti diketahui, data nasabah fintech Kreditplus diduga bocor dan dijual bebas di internet.

Berdasarkan laporan terbaru dari firma keamanan siber asal Amerika Serikat, Cyble, ada sekitar 890.000 data nasabah Kreditplus yang diduga bocor.

Ratusan data tersebut kabarnya diperdagangkan di sebuah forum jual-beli database. Forum tersebut sebelumnya juga mempromosikan database pengguna Tokopedia, yang bocor beberapa bulan lalu.

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Terbaru

iPhone 13 Ditopang Modem Snapdragon X60, Gimana Performanya?

Techbiz.id - Laporan terbaru menyebut iPhone 13 mendatang bakal ditopang oleh baseband 5G Qualcomm, modem Snapdragon X60. Snapdragon X60 sendiri...

Artikel Terkait