Wednesday, September 30, 2020
Home News Kominfo Minta Klarifikasi Kebocoran Data Pengguna KreditPlus

Kominfo Minta Klarifikasi Kebocoran Data Pengguna KreditPlus

Must Read

Pemerintah Akan Lelang Frekuensi 2300 Mhz Oktober 2020

Techbiz.id - Proses lelang frekuensi 2300 Mhz dikabarkan akan dilakukan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mulai bulan...

LazMall Berkembang Pesat Tawarkan Fitur Baru

Techbiz.id - LazMall, kanal untuk produk otentik di Lazada, berkembang pesat dan menawarkan fitur baru.

Asus ROG Phone 3 Resmi Dijajakan di Indonesia

Techbiz.id - Smartphone gaming premium Asus ROG Phone 3 resmi dijajakan Asus untuk pasar Indonesia.

Techbiz.id – Menyusul terjadinya dugaan kebocoran data pelanggan KreditPlus, Kementerian Komunikasi dan Informatika telah meminta klarifikasi  dan laporan dari pengelola platform digital KreditPlus.

Selain meminta klarifikasi Kominfo juga meminta agar KreditPlus mengambil langkah yang diperlukan untuk menjamin keamanan data pengguna atas dugaan data breach yang mengakibatkan kebocoran data tersebut.

- Advertisement -

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Semuel Abrijani Pangerapan menyatakan telah mengirimkan surat ke KreditPlus.

Baca juga: Kominfo Keluarkan 3 Instruksi untuk Tokopedia

“Kami sudah bersurat ke Kreditplus untuk mengklarifikasi hal itu sekaligus  melaporkan ke Kominfo terkait isu kebocoran ini,” katanya di Jakarta, Selasa (04/08/2020).

Menurut Dirjen Aptika, sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE), KreditPlus memiliki kewajiban memenuhi Standar Pelindungan Data Pribadi yang dimuat dalam Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik, serta Peraturan Menteri Kominfo Nomor 20 Tahun 2016 tentang Perlindungan Data Pribadi dalam Sistem Elektronik. 

Kementerian Kominfo, menurut Dirjen Semuel juga mengimbau masyarakat tetap menjaga keamanan akun masing-masing.

“Masyarakat sebaiknya rutin mengganti password dan tidak mudah percaya dengan pihak lain yang meminta password maupun kode OTP,” tandasnya. 

Seperti diketahui, data nasabah fintech Kreditplus diduga bocor dan dijual bebas di internet.

Berdasarkan laporan terbaru dari firma keamanan siber asal Amerika Serikat, Cyble, ada sekitar 890.000 data nasabah Kreditplus yang diduga bocor.

Ratusan data tersebut kabarnya diperdagangkan di sebuah forum jual-beli database. Forum tersebut sebelumnya juga mempromosikan database pengguna Tokopedia, yang bocor beberapa bulan lalu.

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Gluu Kembangkan Bisnis Garap Sektor B2B

Techbiz.id - Gluu kini mengembangkan layanan bisnisnya dengan melakukan penawaran produknya untuk menggarap sektor B2B.

Empat Insan Telkomsel Mendapatkan Satyalancana Wirakarya

Techbiz.id - Empat insan Telkomsel mendapatkan anugerah Tanda Kehormatan Satyalancana Wirakarya karena dianggap telah berkontribusi besar dalam kemajuan sektor telekomunikasi di Indonesia...

Cara Membuat Avatar di Aplikasi Line

Techbiz.id - Pengguna Line kini bisa membuat avatar dirinya untuk mengekspresikan diri serta meningkatkan kreativitas mereka. Fitur ini sudah tersedia untuk pengguna...

Peritel BlibliMart Naik 2,5x Lipat di Semester Pertama 2020

Techbiz.id - Akselerasi adopsi teknologi akibat pandemi telah membuat jumlah seller BlibliMart di Jawa Timur naik meningkat sebanyak 2,5 kali di semester pertama 2020...

Kingston Kuasai Pasar Modul DRAM Dunia

Techbiz.id - Berdasarkan data dari firma analis TrendForce, Kingston menjadi pemasok dan kuasai pasar modul DRAM pihak ketiga nomor satu di dunia....
- Advertisement -

Artikel Terkait