Thursday, March 4, 2021
Home Business Update Layanan Data Topang Pendapatan XL Axiata di Semester I-2020

Layanan Data Topang Pendapatan XL Axiata di Semester I-2020

Must Read

Telkomsel Fokus Kembangkan Jaringan untuk Gaya Hidup Digital

Techbiz.id - Telkomsel berkomitmen untuk secara konsisten meneruskan pemerataan akses infrastruktur dan kualitas broadband di seluruh Indonesia sepanjang 2021. Fokus pengembangan jaringan...

Penggunaan Social Commerce Naik 3 Kali Lipat Selama 2020

Techbiz.id - Qiscus mengungkapkan adanya peningkatan yang signifikan, hingga tiga kali lipat, pada social commerce sepanjang tahun 2020. Lonjakan...

Kolaborasi Red Hat, IBM dan Siemens Garap Hybrid Cloud

Techbiz.id - Kolaborasi tiga perusahaan teknologi Siemens, IBM dan Red Hat menghasilkan solusi yang terbuka, fleksibel, dan lebih aman,...

Ingin Naik Kelas, Realme Usung Strategi Dual Flagship

Techbiz.id - Dikenal sebagai vendor smartphone yang kerap menghadirkan perangkat dengan harga terjangkau, di tahun 2021 ini Realme mengumumkan...

Mediatek Hadirkan MT9638, Chip Untuk Televisi Pintar 4K

Techbiz.id - MediaTek mengumumkan chip televisi pintar 4K barunya, MT9638, yang hadir dengan integrasi AI processing unit (APU) berperforma tinggi. MT9638...

Techbiz.id – XL Axiata melaporkan pendapatan layanannya (service revenue) sepanjang semester I-2020 naik sebesar 10% dan ditopang sebagian besar oleh layanan data.

Pendapatan layanan (service revenue) XL Axiata dilaporkan tercatat sebesar Rp12,13 triliun, meningkat 10% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

- Advertisement -

Demikian pula, pendapatan dari layanan data juga terus tumbuh 15% dari periode yang sama tahun sebelumnya (YoY), dan sekaligus meningkatkan kontribusinya terhadap total pendapatan layanan (service revenue) perusahaan menjadi sebesar 91%.

Baca juga: Direktur Keuangan XL Axiata Mengundurkan Diri

Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Dian Siswarini mengatakan, trafik pemakaian data memang menjadi meningkat terutama di bulan-bulan awal masa pandemi. Namun, kemudian trafik menjadi melandai karena daya beli masyarakat juga melemah seiring menurunnya kondisi ekonomi secara umum karena terdampak pandemi.

“Kita belum tahu sampai kapan wabah ini akan berakhir, sehingga kedepan tentunya tantangan dan tekanan yang akan dihadapi industri telekomunikasi termasuk XL Axiata tentunya masih akan berat. Dan tentu kami harus tetap optimis dan menyiapkan segala daya upaya untuk mengantisipasi ke depannya,” ungkap Dian.

Pada periode semester pertama 2020 ini, XL Axiata juga berhasil meraih EBITDA Rp 6,49 triliun, lebih tinggi 37% dibandingkan perolehan semester 1 2019. Laba bersih setelah pajak pada semester ini tercatat Rp 1,7 triliun.

Secara kuartal, pada periode kuartal 2 2020 ini EBITDA juga berhasil tumbuh 4% lebih tinggi dari kuartal sebelumnya, dan laba bersih setelah pajak mencapai sebesar Rp 224 miliar.

Beban usaha pada semester 1 2020 ini menurun 12% dari periode yang sama tahun sebelumnya (YoY). Penurunan ini bisa terjadi karena beberapa faktor, salah satunya beban biaya infrastruktur yang lebih rendah (-23% YoY) sebagai akibat dari adopsi IFRS 16.

Faktor selanjutnya adalah biaya interkoneksi dan biaya langsung lainnya juga menurun (-21% YoY), terutama karena interkoneksi yang lebih rendah sebagai akibat dari penurunan lalu lintas suara.

Terakhir karena faktor biaya pemasaran menurun (-6% YoY) karena pergeseran pengeluaran ke digital.

Dian menambahkan, pelemahan daya beli masyarakat yang kemudian juga berdampak pada operator telah meningkatkan kompetisi di antara para operator.

Beberapa operator telah meluncurkan paket-paket data baru dengan harga yang murah, dengan harapan tingkat trafik tetap bisa dijaga atau bahkan ditingkatkan dengan memanfaatkan momentum keharusan bekerja dan belajar dari rumah.

Kondisi ini sudah pasti menambah tekanan kepada semua operator padahal kondisi yang ada saat ini sudah cukup berat.

Menyikapi dinamika industri dan kompetisi yang terjadi, XL Axiata mengambil sikap hati-hati dan penuh perhitungan. Produk atau paket data baru dihadirkan dengan pertimbangan matang berdasarkan analisa data pola konsumsi layanan oleh para pelanggan yang sahih.

Hasilnya cukup efektif dan sesuai dengan segmen pasar yang disasar. Trafik data semester 1 2020 ini meningkat 45% dibandingkan semester 1 2019, dari 1.531 Petabyte menjadi 2.221 Petabyte.

Sementara itu jika dihitung per kuartal, pada kuartal kedua 2020 ini, trafik data meningkat 22% dibandingkan kuartal sebelumnya.

XL Axiata juga berhasil mempertahankan jumlah pelanggan. Per akhir kuartal kedua 2020 ini, jumlah pelanggan meningkat tipis menjadi 55,67 juta dari 55,49 di kuartal sebelumnya.

Untuk rerata pendapatan per pengguna atau ARPU periode kuartal ini, ada di angka Rp36 ribu untuk prabayar dan Rp111 ribu untuk pascabayar. ARPU campuran Rp37 ribu dari sebelumnya Rp36 ribu.

Tingkat penetrasi pengguna smartphone mencapai 87% dari total pelanggan atau relatif stabil dibanding kuartal sebelumnya yang mencapai 86%.

Dari sisi kondisi finansial, neraca perusahaan tetap sehat dengan saldo kas yang lebih tinggi setelah mendapat tambahan dari hasil penjualan menara.

Free Cash Flow (FCF) juga ada pada tingkat yang sehat, yaitu sebesar Rp 2,76 triliun meski ada peningkatan capex untuk merealisasikan komitmen pembangunan jaringan.

XL Axiata saat ini juga tidak memiliki pinjaman dalam denominasi US Dollar, 45% di antaranya berbunga floating dan masa jatuh tempo yang tidak bersamaan

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Kominfo dapat Perintahkan Operator Kelola Trafik OTT

Techbiz.id - Dalam membuat aturan teknis PP Postelsiar, Kementerian Kominfo dapat mengatur mekanisme kerja sama antara penyelenggara layanan over...

Artikel Terkait