Tuesday, April 20, 2021
Home News Kebutuhan Talenta Digital Sangat Tinggi Akibat Pandemi

Kebutuhan Talenta Digital Sangat Tinggi Akibat Pandemi

Must Read

Update Harga Realme C12: Ada Diskon!

Techbiz.id - Dirilis pada tahun 2020 lalu, harga Realme C12 kini sudah mengalami perubahan. Apalagi kini sudah hampir setahun...

Gelar Ramadan Big Sale, realme Beri Diskon 50%

Techbiz.id - Bulan Ramadan realme mengadakan Ramadan Big Sale sebagai berkah tambahan untuk seluruh anak muda di Indonesia. Program...

Garmin Enduro, Jam Tangan Pintar dengan GPS Multisport

Techbiz.id - Erajaya Group bekerja sama dengan Garmin Indonesia menghadirkan Garmin Enduro, yaitu GPS Multisport watch dengan perfoma ultra. Kehadiran...

GudangAda dan OCBC NISP Beri Pelatihan Bisnis Womenpreneur

Techbiz.id - GudangAda bersama Bank OCBC NISP meluncurkan #SegudangAsa, sebuah program pelatihan bisnis untuk memberdayakan para pelaku UMKM perempuan...

Terakhir Pre-order, Realme 8 Pro Dijual dengan Penawaran Khusus

Techbiz.id - Hari terakhir online pre-order untuk realme 8 Pro jatuh pada 14 April mendatang. realme sendiri telah membuka...

Techbiz.id – Pandemi Covid-19 membuat perusahaan melakukan akselerasi digital untuk bertahan hidup, kebutuhan akan talenta yang mengerti digital pun menjadi sangat tinggi.

Menurut Presiden Direktur Binar Academy, Alamanda Shantika Santoso akibat perpindahan yang drastis ini membuat permintaan akan talenta digital menjadi tinggi.

- Advertisement -

Hal Ini dapat dilihat dari banyaknya perusahaan rekanan Binar yang meminta untuk dicarikan SDM digital. Melalui layanan job connect dari Binar, perusahaan nasional dan multinasional banyak meminta bantuan untuk dicarikan SDM unggul di bidang digital.

Baca juga: IndonesiaNEXT 2019 Hasilkan 10 Best Talent

“Memang sejak awal pandemik Covid19 banyak perusahaan yang menghentikan sementara terhadap rekrutment karyawan dibidang digital. Namun di bulan Juni hingga sekarang permintaan akan SDM yang mengerti digital sangat tinggi,” terang Alamanda.

Akibat permintaan yang sangat tinggi tersebut, membuat Binar sedikit kewalahan. Meski demikian bukan berarti Binar menyerah dan putus asa. Bahkan untuk memenuhi kebutuhan SDM digital dari partnernya, kini Binar melakukan inovasi dengan membuat terobosan.

Dahulu sebelum pandemik terjadi seluruh partner yang meminta dicarikan SDM kepada Binar harus terikat kontrak selama kurun waktu tertentu dengan skema full time. Namun kini seiring dengan kebutuhan serta permintaan yang tinggi, Binar menyediakan skema kontrak out sourcing berdasarkan berapa lama proyek yang akan dikerjakan.

“Kami menjembatani kebutuhan partner kita yang tak ingin hire full time atau perusahaan yang tak ingin hire SDM yang senior. Untuk itu mereka cukup hire SDM yang mengerti talenta tersebut ke Binar. Nanti Binar yang akan menyediakan. Dengan skema tersebut membuat korporasi besar semakin flexible,” terang Amanda.

Selain mengakomodasi kebutuhan SDM digital dengan skema alih daya, untuk menyasar perusahaan UMKM yang membutuhkan talet digital, Binar juga menawarkan alternative kepada para partnernya untuk dapat memilih perekrutan dengan skema freelance. Skema ini diminati oleh perusahaan yang baru dan akan menggembangkan industri startup.

“Permintaan SDM dengan skema freelance ini mengalami kenaikan sangat signifikan. Banyak perusahaan off line yang tidak pernah berkecimpung di digital seperti penyewaan mobil, kini mereka sudah beralih ke digital. Mereka hire talent-talent kita yang terbaik untuk menggembangkan digital mereka,” imbuhnya.

Talenta dari Binar yang memiliki keahlian data science menurutnya sangat dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan tersebut. Binar juga mempermudah proses hire dan rekrutment SDM talenta agar dapat segera memenuhi kebutuhan klien.

Alamanda menceritakan, saat ini kebutuhan akan talet digital meningkat sangat signifikan jika dibandikan sebelum pandemik Covid19. Bahkan sebelum pandemik, kebutuhan akan talet digital masih di bidang programmer.

Baca juga: Profesi Ini Paling Dicari di Era Digital

Namun kini permintaan akan talent digital sudah berkembang ke, data science, finance, desain, human resources. Bahkan saat ini ada trend sangat tinggi orang berpindah karir dari industri konvensional dan non digital menuju ke industri digital.

Untuk mengakomodasi orang yang ingin berpindah karir, Binar menyediakan kelas data science bagi masyarakat yang hendak berpindah karir. Selain untuk mengakomodasi masyarakat yang ingin beralih karir, saat ini banyak perusahaan yang menuntut SDM untuk mengerti digital.

“Banyak perusahaan yang saat sudah mulai beralih ke digital dengan mengolah data yang ada. Bahkan saat ini orang human resources dituntut mengerti data science. Saat ini digital talet bukan hanya programmer saja,”kata Alamanda.

- Advertisement -

Artikel Terbaru

Chip Langka, Stok Ponsel Black Shark Kosong

Techbiz.id - Kabar mengejutkan datang dari produsen ponsel gaming Black Shark yang mengakui bahwa ponsel flagship keluaran terbarunya mengalami...

Artikel Terkait