Minggu, Januari 29, 2023

Model Bisnis yang Tepat jadi Modal Startup Digital untuk Bertahan

Techbiz.id – Meski Indonesia masih menghadapi pandemi, namun tak menyurutkan perusahaan besar untuk berinvestasi di perusahaan rintisan (startup) digtal.

Bahkan para perusahaan besar konvensional saat ini terlihat semakin getol berinvestasi di banyak perusahaan rintisan digital.

Menurut Shinta Witoyo Dhanuwardoyo, pendiri Nusantara Venture dan Bubu masih gencarnya perusahaan besar nasional yang berinvestasi di startup dinilai merupakan tanda bahwa investasi di perusahaan rintisan digital di Indonesia masih sangat menjanjikan.

Baca juga: Startup Fintech Punya Potensi Besar untuk Tumbuh

Justru di masa pandemik seperti saat ini menurut Shinta dijadikan momentum perusahaan baik yang besar maupun kecil untuk segera melakukan transformasi digital. Jika perusahaan tersebut tidak berkolaborasi atau sinergi dengan perusahaan rintisan digital, menurutnya maka mereka akan ketinggalan.

“Justru saat ini perusahaan startup berbasis teknologi tak terkena dampak yang signifikan dari pandemik COVID19. Startup digital hanya cukup memikirkan dan mengubah sedikit model bisnis yang sudah ada agar dapat menunjang dengan kondisi yang saat ini tengah terjadi,” jelas Shinta.

Lebih lanjut disampaikannya, justru saat ini startup digital memiliki kemampuan yang jauh lebih cepat merubah bisnis model ketimbang perusahaan konvensional.

Seperti diketahui, sudah dua tahun terakhir ini perusahaan besar di Indonesia, seperti Astra International, Bank Central Asia, Telkom, Bank BRI dan beberapa perusahaan swasta nasional lainnya mulai melirik untuk berinvestasi di perusahaan digital atau start up. Tak tanggung-tanggung. Dana yang dikucurkan untuk berinvestasi di perusahaan rintisan itu mencapai ratusan juta dollar.

Menurut Shinta, perusahaan tersebut melakukan investasi di perusahaan digital selain melihat potensi sinergi dengan core usaha yang selama ini geluti, mereka juga mencari pertumbuhan pendapatan dari perusahaan rintisan digital tersebut.

“Mereka kan harus melakukan investasi di bidang teknologi. Sebab mereka semua memiliki banyak bisnis yang harus didigitalisasikan,”terang Shinta.

Sementara itu perusahaan yang sudah mencapai level Decacorn dinilai Shinta masih akan mampu bertahan di saat pandemik seperti saat ini. Ini disebabkan model bisnis yang selama ini dijalani sudah terbukti. Bahkan perluang bisnis perusahaan yang sudah level Decacorn akan terus ada.

“Memang tidak semua industri positif di saat pandemik. Namun secara umum kalau perusahaan yang sudah level Decacorn pasti sudah terbukti berhasil usahanya. Contohnya saja Grab dan Gojek. Dua perusahaan tersebut masih akan terus berkembang usahanya,”kata Shinta.

Terkait

Artikel Terkait

Galaxy Tab A7 Lite Wi-Fi Temani Anak Beraktivitas

Techbiz.id - Samsung Indonesia melengkapi lini tabletnya dengan memperkenalkan Galaxy Tab A7 Lite Wi-Fi. Varian baru ini hadir dengan...