Friday, October 23, 2020
Home DigiBiz Model Bisnis yang Tepat jadi Modal Startup Digital untuk Bertahan

Model Bisnis yang Tepat jadi Modal Startup Digital untuk Bertahan

Must Read

Bikin Aplikasi dalam Sekejap dengan Rapid Studio

Techbiz.id - Meski tidak memahami teknologi, membuat sebuah aplikasi dapat dilakukan dengan sekejap menggunakan Rapid Studio yang...

15 Ribu Unit Poco X3 NFC Habis Terjual

Techbiz.id - Xiaomi melaporkan telah menjual habis 15.000 unit POCO X3 NFC pada penjualan perdananya yang digelar...

Dana Kembangkan Budaya Parkir Contactless

Techbiz.id - Bekerja sama dengan aplikasi penyedia layanan parkir Parkee, kini dompet digital DANA juga bisa digunakan...

Techbiz.id – Meski Indonesia masih menghadapi pandemi, namun tak menyurutkan perusahaan besar untuk berinvestasi di perusahaan rintisan (startup) digtal.

Bahkan para perusahaan besar konvensional saat ini terlihat semakin getol berinvestasi di banyak perusahaan rintisan digital.

- Advertisement -

Menurut Shinta Witoyo Dhanuwardoyo, pendiri Nusantara Venture dan Bubu masih gencarnya perusahaan besar nasional yang berinvestasi di startup dinilai merupakan tanda bahwa investasi di perusahaan rintisan digital di Indonesia masih sangat menjanjikan.

Baca juga: Startup Fintech Punya Potensi Besar untuk Tumbuh

Justru di masa pandemik seperti saat ini menurut Shinta dijadikan momentum perusahaan baik yang besar maupun kecil untuk segera melakukan transformasi digital. Jika perusahaan tersebut tidak berkolaborasi atau sinergi dengan perusahaan rintisan digital, menurutnya maka mereka akan ketinggalan.

“Justru saat ini perusahaan startup berbasis teknologi tak terkena dampak yang signifikan dari pandemik COVID19. Startup digital hanya cukup memikirkan dan mengubah sedikit model bisnis yang sudah ada agar dapat menunjang dengan kondisi yang saat ini tengah terjadi,” jelas Shinta.

Lebih lanjut disampaikannya, justru saat ini startup digital memiliki kemampuan yang jauh lebih cepat merubah bisnis model ketimbang perusahaan konvensional.

Seperti diketahui, sudah dua tahun terakhir ini perusahaan besar di Indonesia, seperti Astra International, Bank Central Asia, Telkom, Bank BRI dan beberapa perusahaan swasta nasional lainnya mulai melirik untuk berinvestasi di perusahaan digital atau start up. Tak tanggung-tanggung. Dana yang dikucurkan untuk berinvestasi di perusahaan rintisan itu mencapai ratusan juta dollar.

Menurut Shinta, perusahaan tersebut melakukan investasi di perusahaan digital selain melihat potensi sinergi dengan core usaha yang selama ini geluti, mereka juga mencari pertumbuhan pendapatan dari perusahaan rintisan digital tersebut.

“Mereka kan harus melakukan investasi di bidang teknologi. Sebab mereka semua memiliki banyak bisnis yang harus didigitalisasikan,”terang Shinta.

Sementara itu perusahaan yang sudah mencapai level Decacorn dinilai Shinta masih akan mampu bertahan di saat pandemik seperti saat ini. Ini disebabkan model bisnis yang selama ini dijalani sudah terbukti. Bahkan perluang bisnis perusahaan yang sudah level Decacorn akan terus ada.

“Memang tidak semua industri positif di saat pandemik. Namun secara umum kalau perusahaan yang sudah level Decacorn pasti sudah terbukti berhasil usahanya. Contohnya saja Grab dan Gojek. Dua perusahaan tersebut masih akan terus berkembang usahanya,”kata Shinta.

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Huawei Isyaratkan Mate 40 Series Masuk Pasar Indonesia

Techbiz.id - Huawei Indonesia memberikan isyarat perangkat terbarunya Mate 40 series yang baru saja dirilis secara global...

PermataBank Syariah Hadirkan Model Branch

Techbiz.id - PermataBank Syariah menghadirkan Model Branch pertama di Indonesia yang bertempat di Gedung Universitas Al-Azhar, Jakarta yang dilengkapi teknologi terbaru PermataBank

5 Perangkat Baru Huawei Lengkapi Gaya Hidup

Techbiz.id - Huawei merilis 5 perangkat terbarunya yang menggabungkan teknologi dan fashion. Kehadiran produk terbaru Huawei tersebut seolah menegaskan bahwa teknologi dan...

15 Ribu Unit Poco X3 NFC Habis Terjual

Techbiz.id - Xiaomi melaporkan telah menjual habis 15.000 unit POCO X3 NFC pada penjualan perdananya yang digelar hari ini dalam waktu 4...

Pekan Depan Samsung Gelar Flash Sale Galaxy M51

Techbiz.id - Smartphone Galaxy M51 akan dijual dalam flash sale yang akan digelar Samsung pada tanggal 26-31 Oktober 2020 mendatang.
- Advertisement -

Artikel Terkait