Jumat, Desember 9, 2022

Trump Setujui Pembelian Saham TikTok oleh Oracle

Techbiz.id – Presiden AS Donald Trump akhirnya menyetujui kesepakatan antara Oracle dan Walmart untuk membeli saham TikTok yang menjadi aplikasi video populer di AS.

Oracle akan mengambil 12,5% saham di perusahaan baru, TikTok Global, sementara Walmart akan memiliki 7,5%. Perusahaan ini akan berkantor pusat di AS dan memberikan layanan kepada pengguna Amerika dan sebagian besar pengguna di “seluruh dunia”.

Dlam kesepakatan tersebut nantinya, empat dari lima anggota dewan perusahaan adalah orang Amerika. Oracle akan menyediakan layanan cloud yang memenuhi masalah keamanan nasional tentang aplikasi milik China.

Baca juga: TikTok Rayakan 3 Tahun Kehadiran di Indonesia

“Kedua perusahaan akan mengambil bagian dalam putaran pendanaan pra-IPO TikTok Global di mana mereka dapat mengambil hingga 20% saham kumulatif di perusahaan,” kata TikTok dalam sebuah pernyataan seperti dlansir Techbiz dari Cnet (20/9/2020).

TikTok juga akan mempertahankan dan memperluas kantor pusat TikTok Global di AS, sekaligus menghadirkan 25.000 pekerjaan di seluruh negeri.”

Oracle dan Walmart mengonfirmasi kesepakatan itu dalam pernyataan terpisah. Pernyataan Walmart mengatakan penawaran umum perdana TikTok Global akan berlangsung “dalam waktu kurang dari 12 bulan” dan bahwa perusahaan tersebut akan terdaftar di bursa AS. Para mitra juga berjanji untuk mengembangkan prakarsa pendidikan online.

Kesepakatan tersebut, yang masih membutuhkan persetujuan dari pemerintah China, datang hanya beberapa jam sebelum larangan download baru TIkTok diberlakukan. Sekretaris Perdagangan AS, Wilbur Ross mengatakan pada hari Sabtu bahwa larangan tersebut akan dibatalkan hingga 27 September pukul 11:59 malam.

Perjanjian tersebut mengikuti periode penuh gejolak untuk TikTok, yang disebut Trump sebagai ancaman keamanan nasional karena dimiliki oleh ByteDance, sebuah perusahaan teknologi China.

Pemerintah AS menuduh bahwa pemerintah China dapat menggunakan data yang dikumpulkan oleh aplikasi TikTok untuk “melacak lokasi karyawan dan kontraktor Federal, membuat berkas informasi pribadi untuk pemerasan, dan melakukan spionase perusahaan.”

TikTok telah berulang kali membantah pernyataan tersebut dan menyatakan bahwa tidak akan menyerahkan data penggunanya kepada pemerintah China bahkan jika diminta.

Diberitakan Bloomberg, persetujuan dari Donald Trump disampaikan dalam perjalanan kampanyenya di North Carolina. Trump mengatakan kepada wartawan bahwa dia telah memberikan persetujuan kesepakatan TikTok-Oracle.

Bloomberg juga melaporkan bahwa Oracle akan memiliki “akses penuh” ke kode sumber TikTok dan memperbaruinya dapat ditinjau untuk memastikan tidak ada celah “backdoor”.

Pejabat China disebutkan Bloomber telah mengindikasikan bahwa pemerintah bersedia untuk menyetujui perjanjian selama ByteDance tidak harus menyerahkan algoritma kecerdasan buatan di balik aplikasi tersebut.

Terkait

Artikel Terkait

Penjualan Ponsel Lipat Samsung Naik Dua Kali Lipat untuk Pengguna Bisnis

Techbiz.id - Samsung Electronics mengumumkan penjualan smartphone Galaxy Z Fold dan Galaxy Z Flip untuk penggunaan perusahaan telah meningkat...