Tuesday, October 27, 2020
Home News XL Future Leaders Ciptakan Belasan Solusi Berbasis IoT

XL Future Leaders Ciptakan Belasan Solusi Berbasis IoT

Must Read

Mengenal Spesifikasi Realme Narzo 20 Pro, Ponsel Gaming Rp3 Jutaan

Techbiz.id - Realme baru saja mengonfirmasi kehadiran Realme Narzo 20 Pro di Indonesia. Ponsel pintar itu diposisikan...

Oppo Tawarkan A92 Varian RAM 6GB

Techbiz.id - Oppo menghadirkan perangkat A92 yang kini hadir degan RAM yang lebih besar untuk memenuhi kebutuhan...

Review Oppo Reno4 F: Kenapa Bisa Tipis?

Techbiz.id - Oppo melengkapi jajaran keluarga reno4 dengan menghadirkan seri reno4 F untuk penggunanya di Indonesia.

Techbiz.id – Belasan proyek solusi berbasiskan Internet of Thing (IoT) saat ini tengah dirampungkan oleh para mahasiswa peserta program XL Future Leaders (XLFL).

Ada 18 proyek IoT yang semuanya telah memiliki prototipe dan masuki tahap uji coba lapangan. Bahkan sebagian besar di antaranya sudah mendapatkan calon pengguna yang akan mengaplikasikan proyek tersebut untuk mendukung produktivitas bisnis atau usahanya.

- Advertisement -

Dimulai sejak Januari 2020 lalu, diharapkan semua proyek sudah siap implementasi pada November 2020. Kini, proyek IoT menjadi salah satu syarat kelulusan bagi mahasiswa XLFL.

Baca juga: XL Axiata Gratiskan Akses ke Aplikasi Pendukung WFH

Chief Enterprise & SME Officer XL Axiata Feby Sallyanto mengatakan, proyek IoT ini tugas wajib bagi mahasiswa XLFL angkatan ke-7 dan menjadi syarat kelulusan. Dengan mengerjakan tugas IoT ini, para mahasiswa juga mendapatkan pengalaman riil yang sangat langka, yang tidak setiap sejawatnya bisa mendapatkan kesempatan ini.

“Sejauh ini hasil yang ditunjukkan oleh peserta XL Future Leaders sangat bagus untuk mereka yang baru pertama mengerjakan IoT,” ungkap Feby.

Solusi IoT XL Future Leaders

Feby menambahkan, proyek-proyek IoT karya mahasiswa tersebut menyasar pada lima bidang bisnis, yaitu smart building, smart city, agrikultur, kelautan, transportasi dan logistik. Saat ini, semua proyek telah memasuki pengembangan prototipe dan market validation. 

Para mahasiswa kreatornya sudah melalui tahap awal seperti pemahaman tentang prinsip-prinsip dasar dari Revolusi Industri 4.0, IoT, dan pengembangan bisnis. Mereka juga sudah melalui tahap survey pasar dan proposal proyeknya juga sudah lolos untuk dibuat.

Pengembangan prototipe adalah proses awal dalam mewujudkan produk IoT meliputi design hardware, aplikasi, dan integrasi dengan “flexiot”, platform IoT milik XL Axiata. Kemudian, market validation adalah proses verifikasi yang dilakukan sebelum dan selama proses pembuatan prototipe yang bertujuan untuk memastikan apakah fitur produk benar-benar menjawab masalah yang dihadapi oleh pasar.

Dengan demikian, proyek-proyek itu sudah menyelesaikan sekitar 60% dari keseluruhan tahap sebelum sepenuhnya jadi dan siap diimplementasi. Dua tahap lagi yang masih harus dilalui adalah pengemasan contoh produk dan uji coba lapangan.

Pengemasan contoh produk berupa pembuatan pcb-assembly dan casing produk yang lebih memperhatikan aspek pemasaran, estetika, dan kegunaannya. Uji coba lapangan perlu dilakukan agar produk yang dibuat dapat bekerja dengan baik di kondisi lingkungan calon pengguna.

“Pada saat mereka mengusulkan ide proyek yang akan dikembangkan, mereka diwajibkan untuk mengobservasi calon pengguna dari ide mereka. Dengan demikian, proyek yang dikembangkan benar-benar menjawab kebutuhan dan mengarah ke komersial. Karena itu tidak mengherankan jika saat ini hampir semua proyek sudah ada calon penggunanya dan bahkan sudah ada yang ikut terlibat dalam pengembangan proyeknya,” tutur Feby.

Dalam menggarap proyek solusi IoT, para mahasiswa XL Future Leaders mendapatkan bimbingan dari X-Camp, laboratorium pengembangan IoT pertama di Asia Tenggara yang disertifikasi oleh GSMA dan dimiliki XL Axiata.

Pengembangan proyek-proyek mahasiswa XLFL tersebut juga melibatkan tim IMDP (IoT makers Development Program) sebagai tim pengembang. Tim IMDP ini sendiri terdiri dari puluhan mahasiswa non XLFL yang berasal dari beberapa kampus. Mereka merupakan peserta program khusus pengembangan IoT.

Jadi, pembagian tugasnya, mahasiswa XLFL melakukan riset pasar, survey, mendapatkan informasi kebutuhan calon pengguna, dan membuka potensi untuk tahap komersialisasi. Lalu tim IMDP membantu membuat prototipe dari mulai perakitan hardwarefirmware programming, hingga aplikasi di lapangan. Semua proses berada dalam bimbingan X-Camp.

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Bima Market Catat Peningkatan Selama Pandemi

Techbiz.id -Tri Indonesia mencatat peningkatan akses terhadap marketplace Bima market dimasa pandemic covid-19 ini.Setiap bulannya terjadi peningkatan...

Mengenal Spesifikasi Realme Narzo 20 Pro, Ponsel Gaming Rp3 Jutaan

Techbiz.id - Realme baru saja mengonfirmasi kehadiran Realme Narzo 20 Pro di Indonesia. Ponsel pintar itu diposisikan sebagai ponsel gaming Rp3 jutaan...

Taman Nasional Bali Manfaatkan Teknologi AI

Techbiz.id - Taman Nasional Bali Barat bersama Huawei melakukan penjajakan kerja sama Smart Forest Guardian (pengawasan hutan dengan kecerdasan artifisial atau AI) yang diproyeksikan dibangun...

realme Konfirmasi Kehadiran narzo 20 series

Techbiz.id - realme mengkonfirmasi kehadiran narzo 20 series di Indonesia yang akan diluncurkan pada awal November sekaligus meramaikan festival belanja online 11.11...

Grab Tawarkan 3 Solusi Baru untuk UMKM

Techbiz.id - Grab mengumumkan berbagai inisiatif dengan menawarkan 3 solusi baru untuk membantu UMKM agar bisa #TerusUsaha di tengah pandemi, secara berkesinambungan.
- Advertisement -

Artikel Terkait