Sabtu, Oktober 1, 2022

CEIR Masih Penuh, Vendor Smartphone Belum Bisa Jualan

Techbiz.id – Kementerian Perindustrian hingga saat ini masih belum bisa memasukkan data IMEI ke mesin CEIR yang kini masih penuh karena terkendala kapasitas sejak tanggal 24 September 2020.

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan Techbiz Indonesia, data IMEI yang sudah disetujui Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin setelah tanggal 25 September 2020 masih belum bisa dikirim datanya ke mein CEIR karena kapasitasnya masih penuh.

Dengan demikian vendor smartphone akan mengalami kesulitan dalam melakukan penjualan smartphone terbaru yang dirilis setelah tanggal 24 September 2020 meskipun data IMEI TPP Produksi sudah didapatkan dari Kemenperin akibat mesin CEIR yang masih penuh.

Baca juga: Data IMEI Akan Dibersihkan untuk Atasi Kapasitas CEIR

“Dipakai untuk produksi bisa, tapi dijual belum. Karena dijamin tidak dapat sinyal operator,” jelas sumber Techbiz Indonesia.

Sebelumnya, Kemenperin dan Kominfo menyatakan akan melakukan pembersihan data IMEI sehingga hanya data IMEI aktif saja yang tetap berada di CEIR untuk mengatasi kendala kapasitas mesin CEIR ini.

Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Dirjen SDPPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika, Ismail menyatakan akan memeriksa progres dari solusi yang dilakukan terkait hal ini.

“Sudah kami bahas bersama Kemeperin, solusinya sudah jelas. Saya cek dulu ya progress-nya,” ucap Ismail kepada Techbiz Indonesia melalui pesan singkat.

Berdasarkan penelusuran redaksi, di media sosial juga ada keluhan yang datang dari pembeli smartphone baru yang mengeluhkan ponselnya tidak bisa digunakan karena sinyalnya tidak ada. Salah satunya adalah smartphone Asus ROG Phone 3 bergaransi resmi.

Smartphone terbaru Asus resmi dirilis pada tanggal 24 September 2020 lalu. Tanggal peluncuran tersebut adalah satu hari setelah kabar kapasitas mesin CEIR milik Kemenperin sudah 95% penuh.

Seperti yang kami kutip dari akun Twitter Herry SW, Asus merespon hal ini dengan memberikan memberikan perpanjangan garansi khusus selama 6 bulan (total garansi unit menjadi 18 bulan) untuk pengguna yang terdampak.

Lebih lanjut, Asus juga menyampaikan bila mereka tengah mengupayakan perbaikan secepatnya, untuk atasi gangguan yang disebabkan oleh kendala pada sistem database CEIR.

“Harapannya, pemerintah dapat menyelesaikan masalah terkait registrasi IMEI di jaringan operator seluler dalam kurun waktu kurang dari 6 bulan,” sebut Asus.

Terkait

Artikel Terkait

5 Kelebihan Wuling Almaz EX, yang Terakhir Indonesia Banget

Techbiz.id - Wuling Almaz Exclusive atau dikenal Almaz EX menjadi salah satu tipe yang cukup banyak menjadi pilihan konsumen...