Thursday, October 22, 2020
Home DigiBiz Cloudera Data Platform Mampu Sederhanakan Data Lifecycle

Cloudera Data Platform Mampu Sederhanakan Data Lifecycle

Must Read

Omnibus Law Jadi Katalis Positif Industri Telekomunikasi

Techbiz.id - Diaturnya pasif dan aktif dengan skema kerjasama dalam Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law) dinilai akan...

WD Tawarkan SanDisk Portable SSD Baru yang 2x Lebih Cepat

Techbiz.id - Western Digital merilis dua SanDisk Portable SSD baru yang menawarkan kecepatan hampir 2x lipat dibandingkan...

Besok, Xiaomi Bakal Jual Perdana Poco X3 NFC

Techbiz.id - Penjualan perdana Poco X3 NFC akan dibuka Xiaomi pada tanggal 22 Oktober 2020 melalui saluran...

Techbiz.id – Cloudera mengumumkan kehadiran layanan data cloud terbaru dan yang akan datang pada Cloudera Data Platform (CDP).

Layanan data cloud tersebut meliputi CDP Data Engineering; CDP Operational Database; dan CDP Data Visualization. Layanan-layanan terbaru ini adalah pengalaman analitik (analytic experiences) yang khusus dirancang bagi spesialis data.

- Advertisement -

Berbeda dengan layanan seperti ini pada umumnya yang membutuhkan add-ons untuk kemampuan-kemampuan penting seperti otomatisasi workflow, prioritas pekerjaan, dan penyetelan kinerja, layanan data cloud dari Cloudera sudah memasukkan seluruh kemampuan tersebut untuk membantu para data engineer, analis data, dan data scientist untuk bekerja lebih cerdas dan lebih cepat.

Baca juga: Solusi CloudConnect Indosat Bantu Bisnis Lebih Efisien

Layanan data cloud kelas enterprise CDP memang dirancang khusus untuk memungkinkan para spesialis data agar semakin percaya diri dalam mengarungi tantangan dalam mengelola data yang tumbuh secara eksponensial dan menjalankan analisis terhadap data yang tersebar di berbagai public dan private cloud.

Setiap bisnis sedang menghadapi arus badai perubahan yang radikal, dipicu oleh dampak pandemi global. Segala sesuatu, mulai dari rapat tatap muka, berbelanja di toko grosir, telah berpindah ke jagad digital dengan sangat cepat. Hasilnya, organisasi atau perusahaan menghasilkan lebih banyak data daripada sebelumnya di setiap titik dalam bisnis mereka.

Di stuasi pandemi yang membuat semuanya berpindah ke jagad digital dengan sangat cepat ini ada lebih banyak transaksi digital yang harus dilacak dan dipantau. Setiap interaksi antara para pekerja, pelanggan, dan mitra berlangsung secara virtual.

Dengan begitu banyak data yang membanjiri setiap perusahaan, Cloudera justru yakin bahwa kondisi ini memberikan peluang untuk membuat keputusan bisnis yang lebih baik dan lebih cepat.

Cloudera Data Platform dapat memanfaatkan jumlah dan jenis data yang hampir tidak terbatas, dari titik mana pun dalam life cycle data, untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik.

Cloudera Data Platform

Dengan integrasi data lifecycle data engineerdata analysts, dan data scientist dapat bekerja pada data yang sama secara aman dan efisien, tidak peduli di mana data tersebut berada atau di mana proses analitiknya dilakukan.

CDP tidak semata-mata membantu meningkatkan produktivitas spesialis data tapi juga membantu tim data bekerja sama dengan lebih baik lagi, berkat arsitektur data hybrid yang unik.

Arsitektur ini mengintegrasikan pengalaman analitik di seluruh data lifecycle di seluruh public dan private cloud. Pengelolaan dan pengamanan kumpulan data secara efektif, enrichment, analisis, eksperimentasi dan visualisasi analitik, sangat penting untuk mengarungi badai data.

Hasilnya adalah para ‘pahlawan data’ bisa berkolaborasi dengan lebih baik dan lebih cepat dalam menyajikan use case berbasis data (data-driven use cases), seperti maintenance dan pemahaman komprehensif mengenai pelanggan yang bersifat prediktif. Hal ini yang dibutuhkan oleh bisnis untuk bersaing dan melayani customer dengan lebih baik lagi. 

Customer kami memahami pentingnya data lifecycle untuk pengambilan keputusan berdasarkan data di seluruh lini bisnis mereka, yang secara tradisional akan mengintegrasikan kluster data untuk NiFi, Kafka, Spark, Impala, Hive, HBase, dan sebagainya,” kata Arun Murthy, Chief Product Officer, Cloudera.

Hal-hal seperti ini menurut Arun masih dilakukan oleh para pakar data, baik arsitek dan developer yang dapat menggunakan layanan klaster data lifecycle Cloudera, yakni CDP Data Hub.

“Dengan pengalaman analitik pada CDP, pakar data seperti teknisi, analis, dan data scientist akan mendapatkan apa yang mereka butuhkan untuk bekerja lebih baik, tanpa harus memahami atau mengelola kluster. Dengan keamanan dan tata kelola terintegrasi di seluruh data lifecycle untuk memudahkan TI. Ini adalah data cloud kelas enterprise yang cocok bagi semua kalangan,” imbuhnya.

CDP Data Engineering secara umum tersedia di AWS. CDP Operational Database dan CDP Data Visualization kini berada pada tahap review teknis dan akan tersedia pada akhir tahun ini.

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Masuk Era 5G, Oppo Ubah Strategi Perusahaan

Techbiz.id - Memasuki era internet cepat seluler generasi ke-5 (5G) dan berkembangnya teknologi artificial intelligence (AI), Oppo...

Bisnis Proyektor LED ViewSonic Tumbuh 30%

Techbiz.id - Viewsonic melaporkan berhasil mencapai pertumbuhan penjualan dari unit bisnis proyektor LED di semester pertama 2020. Selama semester...

Besok, Xiaomi Bakal Jual Perdana Poco X3 NFC

Techbiz.id - Penjualan perdana Poco X3 NFC akan dibuka Xiaomi pada tanggal 22 Oktober 2020 melalui saluran penjualan offline dan online. Smartphone ini...

Indigo Creative Nation Kembali Digelar Telkom

Techbiz.id - Program inkubasi startup digital, Indigo creative Nation kembali dibuka Telkom kendati kondisi Indonesia dan negara lain sedang dalam pandemi covid...

Dana Kembangkan Budaya Parkir Contactless

Techbiz.id - Bekerja sama dengan aplikasi penyedia layanan parkir Parkee, kini dompet digital DANA juga bisa digunakan oleh masyarakat untuk membayar parkir....
- Advertisement -

Artikel Terkait