Saturday, July 24, 2021
Home News Data IMEI Akan Dibersihkan untuk Atasi Kapasitas CEIR

Data IMEI Akan Dibersihkan untuk Atasi Kapasitas CEIR

Must Read

Fitur Baru Laut Nusantara Bisa Deteksi Lokasi Ikan Tuna

Techbiz.id - Aplikasi Laut Nusantara semakin canggih dengan kemampuan untuk mendeteksi keberadaan lokasi ikan bernilai ekonomi tinggi dengan adanya...

Huawei Sediakan Layanan Belanja Dari Rumah, Ada Promo

Techbiz.id - Huawei meningkatkan layanannya dalam rangka mendukung penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat dengan memperkenalkan inisiatif terbarunya,...

Layanan VoLTE XL Axiata Jangkau 224 Kota/Kabupaten

Techbiz.id - Jangkauan wilayah layanan Voice over LTE (VoLTE) milik XL Axiata hingga Juni 2021 dilaporkan sudah bisa dinikmati...

Rekomendasi Hp realme Harga Rp 3 jutaan Terbaru 2021

Techbiz.id - realme menghadirkan handphone (hp) di berbagai rentang harga, termasuk Rp 3 jutaan. Terdapat beragam pilihan yang tersedia bagi...

Bank BCA Digital Gandeng Blibli Kenalkan Aplikasi Blu

Techbiz.id - Bank BCA Digital mewujudkan keseriusannya dalam mengembangkan ekosistem digital di Indonesia dengan meluncurkan aplikasi perbankan digital blu sekaligus menggandeng...

Techbiz.id – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Kementerian Kominfo sedang mencari cara untuk mengatasi penuhnya kapasitas mesin CEIR untuk pengendalian IMEI.

“Kami bersama Kominfo sedang mencari cara untuk memecahkan masaah yang sedang ada saat ini karena kapastas yang ada saat ini tidak banyak.” ucap Direktur Elektronika dan Telematika Kemenperin, Dini Hanggandarini dalam sebuah acara sedaring.

Menurut Dini ada beberapa opsi, diantaranya adalah melakukan pembersihan data IMEI sehingga hanya data IMEI aktif saja yang tetap berada di CEIR.

Baca juga: Kapasitas CEIR Penuh, Kemenperin Tidak Bisa Input IMEI

Kemenperin menurut Dini juga sudah membuat surat kepada pelaku usaha yang selama ini mengajukan Tanda Pendaftaran Produksi (TPP) agar melaporkan realisasinya, karena yang akan dimasukkan kedalam CEIR hanya realisasi TPP produksi maupun impor.

“Selama ini pelaku usaha mengajukan TPP tapi realisasi berapa banyak IMEI yang diproduksinya kurang diperhatikan. Berdasarkan Permenperin 108 tahun 2012 pelaku usaha wajib memberikan realisasi dari rencana impor atau produksi tersebut” tegas Dini.

Senada dengan Kemenperin, Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Dirjen SDPPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika, Ismail menyatakan untuk mengatasi penuhnya kapasitas CEIR akan dilakukan pembersihan data IMEI pada mesin CEIR, seperti data nomor IMEI perangkat yang sudah tidak terpakai atau tidak jadi diproduksi.

“Perangkat-perangkat yang sudah tidak terpakai dan tidak aktif lagi IMEI-nya akan dibersihkan. Jadi yang ada di CEIR hanya IMEI aktif saja,” jelas Ismail kepada Techbiz Indonesia melalui sambungan telepon.

Sebagai informasi, pada mulanya semua data nomor IMEI perangkat Handphone, Komputer Genggam dan Tablet (HKT) dimasukan ke mesin CEIR, baik data perangkat baru maupun lama.

Produsen smartphone disampaikan Ismail juga harus melaporkan IMEI realisasi dari TPP produksi yang diajukannya. Sehingga yang akan dimasukkan data oleh Kemenperin adalah IMEI realisasi produksi.

Persoalan ini menurut Ismail hanya msalah teknis biasa saja dan pemblokiran IMEI dengan skema whitelist tetap berjalan. Buat masyarakat sendiri yang ingin membeli smartphone baru disampaikan Ismail tidak perlu resah.

“Kalau memang waktu akan membeli dan ketika dicoba tidak mendapatkan sinyal dari operator ya tidak usah dibeli,” tegasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Artikel Terkait

Artikel Terbaru

Pengguna Vivo Sudah Bisa Nikmati 5G, Begini Caranya

Techbiz.id - Pengguna smartphone Vivo yang telah mendukung jaringan 5G, yaitu vivo V21 5G, vivo X60, dan vivo X60...