Wednesday, October 21, 2020
Home Telco Solusi IoT XL Axiata Mampu Tingkatkan Kualitas Kopi

Solusi IoT XL Axiata Mampu Tingkatkan Kualitas Kopi

Must Read

Good Doctor dan AXA Sediakan Telekonsultasi Kesehatan Mental

Techbiz.id - Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia, Good Good Doctor dan AXA Financial Indonesia meluncurkan...

Blibli Catat Pertumbuhan di Program Histeria 10.10

Techbiz.id - Program Blibli Histeria 10.10 yang berlangsung 10-12 Oktober dilaporkan menunjukkan pertumbuhan yang memuaskan.  

Combat Telkomsel Jelajahi Pelosok Negeri

Techbiz.id - Infrastruktur Compact Mobile BTS (COMBAT) kerap digunakan Telkomsel dalam upayanya menghadirkan jaringan broadband di pelosok wiayah 3T...

Techbiz.id – XL Axiata mengembangkan solusi “Smart Coffee Monitoring” yang berbasis Internet of Thing (IoT) di bidang agrikultur untuk meningkatkan kualitas kopi pascapanen.

Solusi precision farming ini dibuat untuk menginisiasi pengukuran dan praktek yang lebih bisa diandalkan dalam proses pascapanen kopi berupa data-data variabel yang berpengaruh dalam proses tersebut.

- Advertisement -

Smart Coffee Monitoring ini selain mampu meningkatkan kualitas produk kopi, solusi ini juga memberikan manfaat efisiensi karena dalam prakteknya tidak membutuhkan sumber daya tambahan.

Baca juga: Nutrifood Gunakan Solusi Digital dari XL Axiata

Menurut Feby Sallyanto, Chief Enterprise & SME Officer XL Axiata mengatakan, sering terjadi inkonsistensi pada cita rasa kopi yang tidak dapat dijelaskan secara pasti oleh petani atau produsen, meski mereka merasa proses produksi yang dilakukan sama saja.

“Ternyata setelah ditelusuri, petani tidak memiliki dasar atau suatu acuan pasti dalam melakukan setiap proses produksinya, sehingga wajar apabila produk yang dihasilkan memiliki variasi yang lebar,” ungkapnya.

Smart Coffee Monitoring

Smart Coffee Monitoring dijelaskan Feby berfungsi memonitor sejumlah variabel yang berpengaruh terhadap kualitas kopi dari produk akhir terutama pada proses fermentasi dan proses pengeringan.

“Menurut berbagai penelitian, kedua proses tersebut berpengaruh besar terhadap kualitas akhir dari biji kopi yang dihasilkan,” imbuh Feby.

Feby melanjutkan, variabel yang dimonitor pada proses fermentasi adalah variabel kualitas air dari gabah kopi basah yang difermentasi. Pada proses pengeringan, alat ini memonitor variabel kualitas udara di dalam drying house atau tempat pengeringan kopi.

Seluruh data direkam untuk dijadikan acuan bagi produksi selanjutnya ketika sudah terbukti bahwa proses tersebut menghasilkan kualitas yang optimal.

Selain itu solusi ini memungkinkan pengguna dapat mengatur batas atas dan batas bawah di setiap variabel lalu memberikan peringatan jika kondisi lingkungan melewati batas tersebut supaya biji kopi tidak over-processed atau under-processed.

Terlebih jika terdapat perubahan kondisi iklim dan cuaca. Pengguna pun bisa memonitor data-data tersebut kapan saja dan di mana saja melalui perangkat selulernya.

Diimplementasikan sejak Desember 2019 di sejumlah petani produsen kopi di Takengon, Aceh Tengah, Smart Coffee Monitoring terbukti mampu memberikan hasil berupa konsistensi dan peningkatan kualitas kopi yang selanjutnya berdampak pada meningkatnya harga jual biji kopi.

Hal itu tidak terlepas dari kemampuan produsen yang dapat menjelaskan kepada pembeli bahwa produk yang dihasilkan sudah melalui proses-proses dengan data yang dapat dipertanggungjawabkan sehingga daya tawar dari produsen bisa lebih tinggi.

Manfaat lain dari produk ini adalah dapat memetakan dan memperbaiki best practice dari proses produksi kopi di mana setiap daerah akan berbeda satu sama lain. Selain ini, produk ini dapat membedakan juga kualitas raw material dalam hal ini buah ceri (buah kopi yang masih ada kulitnya) yang masuk dalam suatu proses, apakah masih segar atau sudah mengalami degradasi kualitas.

Dalam konteks riset, produk ini dapat menyediakan data-data dari proses produksi kopi secara unik. Lebih lanjut data tersebut dapat dipakai untuk melakukan penelitian lanjutan dalam berbagai bidang keilmuan pada proses produksi kopi.

“Smart coffee monitoring ini dapat digunakan oleh pemroses atau produsen kopi sekelas UMKM sampai perusahaan dalam skala industri besar. Solusi ini juga bisa diterapkan di daerah-daerah penghasil kopi yang banyak di antaranya berlokasi jauh di area pelosok,” lanjut Feby.

Bahkan di area yang keberadaan sinyal seluler kurang bagus, alat ini kata Feby juga masih bisa diterapkan. Seperti di Takengon, karena ada problem ketersediaan sinyal yang kadang hilang, maka kami membuat skema di mana data yang diambil dapat dikumpulkan dahulu dalam suatu device tersendiri. Jadi ketika sinyal hilang, maka data tetap terkumpul, dan tetap akan dikirim ke cloud ketika sinyal sudah muncul kembali.

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Dana Kembangkan Budaya Parkir Contactless

Techbiz.id - Bekerja sama dengan aplikasi penyedia layanan parkir Parkee, kini dompet digital DANA juga bisa digunakan...

Kelas Pintar Sediakan GURU Pendamping Belajar Siswa

Techbiz.id - Kelas Pintar kembali melengkapi line-up produk-nya dengan meluncurkan GURU, sebuah layanan tambahan yang akan menjadi pendamping belajar siswa diluar jam...

Grab Sediakan Produk Proteksi Rawat Inap

Techbiz.id - Grab Financial Group (GFG) meluncurkan Hospital Cash Cover, produk proteksi rawat inap pertama untuk para pengguna, yang bekerja sama dengan PT...

Aplikasi KESAN Luncurkan Marketplace Ramah Santri

Techbiz.id - Menyambut Hari Santri Nasional (22 Oktober), aplikasi Kedaulatan Santri (KESAN) resmi meluncurkan fitur Umat Market (U-Mart).

XL Axiata Gunakan SAP untuk Efisiensi Perusahaan

Techbiz.id – XL Axiata menggunakan SAP S/4 HANA Cloud sebagai bagian dari strategi perusahaan menjadi pelopor di industri telko dan memimpin transformasi...
- Advertisement -

Artikel Terkait