Monday, November 30, 2020
Home Telco Network Sharing dalam Omnibus Law untuk Teknologi 5G

Network Sharing dalam Omnibus Law untuk Teknologi 5G

Must Read

Grab Hadirkan Stasiun Penukaran Baterai Motor Listrik di Bali

Techbiz.id - Menggandeng PLN Provinsi Bali dan beberapa mitra lainnya, Grab menghadirkan Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik...

Satelit SATRIA Mundur, Kominfo Minta Perpanjangan Waktu

Techbiz.id - Kondisi pandemi covid-19 yang tengah dialami dunia memunculkan potensi pengunduran jadwal peluncuran Satelit SATRIA-1. Oleh...

Grab Ajak Pengguna Kurangi Jejak Karbon

Techbiz.id - Grab berinisiatif mengurangi dampak pemanasan global lewat kolaborasi dengan BenihBaik dan WRI Indonesia dalam meluncurkan...

Techbiz.id – Undang-Undang No11 Ttahun 2020 tentang Cipta Kerja telah memperbolehkan kerjasama penggunaan spektrum frekuensi (network sharing) untuk teknologi baru. Namun kemudian muncul perdebatan mengenai kriteria teknologi baru tersebut.

Dalam UU Cipta Kerja Sektor Telekomunikasi Pasal 33 ayat 6 memang disebutkan bahwa Pemegang Perizinan Berusaha terkait penggunaan spektrum frekuensi radio dapat melakukan kerjasama penggunaan spektrum frekuensi radio untuk penerapan teknologi baru.

- Advertisement -

Menurut Ketua Bidang Infrastruktur Broadband Nasional Masyarakat Telematika Indonesia (MASTEL), Nonot Harsono, teknologi baru yang dimaksud dalam UU Cipta Kerja tersebut sejatinya adalah teknologi seluler yang belum pernah dideploy (belum pernah diimplementasikan sebelumnya).

“Kriteria teknologi baru itu berarti yang belum dideploy. Kalau sekarang sudah ada generasi keempat (4G) berarti yang belum ada itu generasi kelima (5G) atau loncat ke enam (6G). Jadi teknologi baru itu untuk 5G dan berikutnya,” ungkap Nonot.

Baca juga: Aturan Pelaksana UU Cipta Kerja Ditunggu Pelaku Industri

Seperti diketahui saat ini operator seluler di Indonesia sudah banyak yang mengimplementasikan teknologi seluler 4G, 4.5G, dan 4.75G dalam menghadirkan layanannya sejak tahun 2017.

Nonot mengatakan Pemerintah dan DPR RI memasukkan kerjasama penggunaan spektrum frekuensi (network sharing) untuk teknologi baru dikarenakan mereka ingin melindungi investasi yang telah dilakukan oleh operator selular yang ada di Indonesia.

Lebih lanjut disampaikan Nonot, kerjasama penggunaan spektrum frekuensi untuk teknologi baru ditujukan untuk memenuhi kebutuhan frekuensi bagi teknologi 5G karena membutuhkan spektrum yang besar. Tanpa adanya kerjasama penggunaan spektrum frekuensi untuk teknologi baru tak akan mungkin 5G bisa diimplementasikan di Indonesia.

“Secara teknis ada kebutuhan yang besar akan frekuensi untuk teknologi 5G. Minimal 100 MHz untuk dapat merasakan the real 5G. Padahal frekuensi yang dimiliki oleh 6 operator selular di Indonesia sangat kecil dan tidak memadai. True 5G baru bisa dirasakan jika kerjasama penggunaan spektrum frekuensi untuk teknologi baru diperbolehkan,” papar Nonot.

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Ombudsman: Harus Ada Pengganti BRTI

Techbiz.id - Menyusul dibubarkannya Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) oleh Presiden Joko Widodo, Ombudsman RI menlai harus...

Pengamat: BRTI Bubar, Indonesia Balik Ke Masa Monopoli

Techbiz.id - Pembubaran Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) oleh Presiden Joko Widodo dinilai pengamat telekomunikasi sebagai sebuah langkah mundur.

Jokowi Diminta Batalkan Pembubaran BRTI

Techbiz.id - Presiden RI, Joko Widodo diminta untuk membatalkan pembubaran Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI). Dalam Peraturan Presiden...

Fitur Populer di Oppo Reno Series

Techbiz.id - Banyak faktor yang menjadi pertimbangan konsumen saat akan membeli perangkat smartphone. Selain dari spesifikasi, desain, dan komposisi kamera, fitur yang tersemat...

SURGE Siapkan Internet Gratis di Ruang Publik

Techbiz.id - Untuk mengurangi kesenjangan akses internet berkualitas dan terjangkau, SURGE sedang mengembangkan jaringan internet gratis untuk publik dan akan selesai dalam...
- Advertisement -

Artikel Terkait