Thursday, April 22, 2021
Home DigiBiz Raih Pendanaan Awal, Finantier Tawarkan Open Finance

Raih Pendanaan Awal, Finantier Tawarkan Open Finance

Must Read

Wujud Asli iPhone 13 Mini Terkuak, Ini Detilnya

Techbiz.id - Rumor mengenai iPhone 13 terus bergulir. Kali ini giliran wujud asli dari iPhone 13 Mini yang terungkap...

Helo Resmi Ramaikan Persaingan Platform Video Pendek Indonesia

Techbiz.id - Setelah masuk ke Indonesia di akhir tahun lalu, aplikasi Helo kini resmi diperkenalkan kepada publik. Aplikasi ini...

Fintech Berpotensi Salurkan Pendanaan Produktif UMKM

Techbiz.id - Indonesia Fintech Society (IFSoc), Mirza Adityaswara, mengapresiasi pemerintah dan regulator yang terus mendorong peningkatan penyaluran kredit pendanaan...

Asus Mini PC PB62 Hadir dengan Performa Luar Biasa

Techbiz.id - ASUS menghadirkan Mini PC PB62, komputer tahan banting yang menghadirkan performa luar biasa untuk kebutuhan fleksibilitas, perluasan...

Varnish Integrasikan Solusi Cloudnya dengan Intel CDN

Techbiz.id - Varnish Software mengumumkan kerja sama mereka dengan Intel untuk mengintegrasikan perangkat lunak Komputasi Awan Edge miiknya dengan Intel Select Solution...

Techbiz.id – Finantier, startup Open Finance yang berbasis di Indonesia, mengumumkan pendanaan pre-seed yang dipimpin oleh East Ventures dengan partisipasi dari AC Ventures, Genesia Ventures, dan investor-investor lainnya.

Startup yang saat ini beroperasi di Singapura dan Indonesia ini berencana menggunakan dana investasi untuk merekrut anggota tim dan mengakselerasi pengembangan teknologi. Seiring dengan pertumbuhan perusahaan, Finantier berencana untuk melebarkan sayap ke negara berkembang lain di Asia Tenggara dengan menawarkan solusi yang spesifik untuk tiap wilayah.

- Advertisement -

Willson Cuaca, Co-founder and Managing Partner East Ventures mengatakan bahwa Finantier akan membantu memenuhi kebutuhan sekitar 139 juta orang di Indonesia yang masih belum bisa keluar dari kategori unbanked dan underbanked

Menurut Wilson, kesetaraan akses ke layanan finansial akan menciptakan dampak berganda (multiplier effects) bagi perekonomian Indonesia. Saat ini, ratusan perusahaan fintech bermunculan dan menawarkan solusi masing-masing untuk meningkatkan inklusi keuangan.

“Kami percaya bahwa Finantier akan membantu perusahaan-perusahaan tersebut menciptakan lebih banyak produk dan layanan ke jutaan penduduk Indonesia yang masih belum bisa menikmati keuntungan akses finansial,” kata Willson.

Baca juga: Begini Nasib Startup di Tengah Pandemi

Dalam beberapa kesempatan, Bank Indonesia mendorong institusi keuangan untuk berkolaborasi dengan perusahaan fintech untuk menyertakan lebih banyak UMKM ke dalam perekonomian digital Indonesia. Menurut BI, dari 65 juta UMKM di Indonesia hanya 13% atau sekitar 8 juta yang telah menggunakan produk dan layanan digital.

Per pertengahan 2020, telah ada lebih dari 450 perusahaan fintech berizin yang beroperasi di Indonesia. Sebanyak 40% dari perusahaan-perusahaan tersebut adalah perusahaan P2P lending

“Perusahaan P2P lending  seringkali kesulitan dalam menyalurkan pinjaman ke individu dan UMKM. Biasanya, hal ini disebabkan oleh kurangnya informasi atau karena perusahaan fintech tidak bisa mendapatkan gambaran finansial yang komplet dari calon peminjam, padahal data tersebut dibutuhkan untuk mengurangi risiko pinjaman dan menekan biaya,” kata Edwin Kusuma, COO Finantier.

Finantier sendiri menawarkan Application Programming Interface (API) dan infrastruktur untuk mendukung pengembangan beragam produk fintech.

Dengan menggunakan API dan infrastruktur Finantier, perusahaan fintech dan lembaga keuangan bisa mempercepat time-to-market danmemangkas biaya dalam pengembangan solusi yang didesain khusus (tailored) sehingga baik konsumen maupun bisnis dapat mengambil keuntungan dari ekosistem Open Finance.

- Advertisement -

Artikel Terbaru

Wujud Asli iPhone 13 Mini Terkuak, Ini Detilnya

Techbiz.id - Rumor mengenai iPhone 13 terus bergulir. Kali ini giliran wujud asli dari iPhone 13 Mini yang terungkap...

Artikel Terkait