Wednesday, November 25, 2020
Home Apps Whatsapp Ajak Pengguna Hempaskan Hoaks Semudah ABC

Whatsapp Ajak Pengguna Hempaskan Hoaks Semudah ABC

Must Read

Avrist Sediakan Produk Asuransi Berbasis Digital

Techbiz.id - Avrist Assurance memperkenalkan sebuah solusi digital bernama Avrist Simple Start, Untuk memudahkan generasi Millennials dalam...

Redmi 9 Ada Warna Baru, Harganya Turun

Techbiz.id - Smartphone Redmi 9 kini mempunyai varian warna baru yang bisa didapatkan mulai tanggal 20 November...

Rambah Indonesia, NIU Tawarkan Motor Listrik dengan IoT

Techbiz.id - NIU Kini merambah pasar Indonesia dengn menghadirkan sepeda motor listrik terbaru yang nyaman dan ramah...

Techbiz.id – Whatsapp mengajak masyarakat Indonesia untuk mengatasi hoaks dengan tiga langkah mudah lewat kampanye bertajuk “Hempaskan Hoaks Semudah ABC”.

Tiga langkah mudah dalam kampanye yang digaungkan oleh Whatsapp tersebut adalah Amati konten pesan, Baca sampai habis, Cek sumber informasi.

- Advertisement -

Kampanye ini didasarkan oleh upaya penjangkauan seluruh komunitas Indonesia yang dilakukan oleh WhatsApp selama setahun terakhir menjelang Pilkada 2020.

Baca juga: Pesan Whatsapp Bisa Terhapus Otomatis

“WhatsApp sangat berkomitmen memberantas isu disinformasi yang marak, inilah sebabnya kami terus-menerus membarui produk kami guna berkontribusi terhadap tantangan sosial ini,” kata Sravanthi Dev, Direktur Komunikasi WhatsApp APAC.

Lebih lanjut disampaikan Sravanthi, kampanye ini mencakup peluncuran versi terbaru chatbot pengecek fakta hasil kerja sama WhatsApp dengan MAFINDO, serta kolaborasi dengan komunitas pemeriksa fakta dan influencer di media sosial untuk menyosialisasikan sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat Indonesia melawan disinformasi.

Hempaskan Hoaks Semudah ABC

Agar membuat pesan ini menjadi lebih menarik dan mudah untuk diingat, WhatsApp mengemas tiga langkah mudah ABC dalam bentuk jingle yang seru, diikuti dengan tantangan menari (dance challenge) hasil koreografi bintang TikTok yang sedang naik daun, Triarona.

WhatsApp juga bermitra dengan komedian Abdul Kadir dan tokoh masyarakat Rosianna Silalahi untuk menyebarluaskan pesan penting ini di berbagai platform, termasuk Facebook dan Instagram.

Selain itu, WhatsApp juga bekerja sama dengan Mendoan, podcast kekinian yang disampaikan dalam dialek Jawa, serta sejumlah stasiun radio untuk semakin menjangkau pelosok Indonesia.

Melalui upaya ini, WhatsApp berharap dapat membantu masyarakat lintas generasi agar menjadi lebih kritis terhadap informasi yang beredar di aplikasi perpesanan dan lebih peka sebelum meneruskan pesan yang diterima.

Pengecekan fakta melalui chatbot MAFINDO dikembangkan dengan dukungan finansial dari WhatsApp. Chatbot tersebut juga mudah diakses, dimana pengguna cukup menambahkan nomor chatbot MAFINDO (+62-859-2160-0500) ke kontak WhatsApp mereka. Setelah itu, pengguna dapat mengirimkan pesan ke chatbot untuk memeriksa fakta dan mempelajari tips melindungi diri dari hoaks.

“Indonesia memiliki jumlah pengguna media sosial ketiga tertinggi di dunia, tetapi literasi digital masih rendah. Pada umumnya, masyarakat Indonesia hanya melihat judul berita yang sensasional dari pesan yang mereka terima, berhenti membaca isi pesan, lalu langsung meneruskannya ke grup chat mereka,” ujar Ketua Presidium MAFINDO Septiaji Eko Nugroho.

“Dengan chatbot ini, kami berharap dapat memberikan cara efisien dan mudah kepada jutaan pengguna WhatsApp di Indonesia untuk memverifikasi informasi yang mereka terima. Dengan begitu, semua orang bisa berperan dalam menekan disinformasi,” ujarnya.

Selain meluncurkan kampanye, WhatsApp dalam beberapa tahun ini juga telah menyesuaikan rancangan produknya untuk membendung disinformasi. Pertama, WhatsApp membatasi ketentuan jumlah penerusan pesan (forwarded message) menjadi hanya ke lima kontak dalam satu waktu, sehingga jumlah pesan yang diteruskan menurun hingga 25%.

Kemudian WhatsApp memperkenalkan label ‘diteruskan/forwarded’ (panah tunggal) dan ‘sering diteruskan/highly forwarded’ (panah ganda), mendorong agar pengguna berpikir dua kali sebelum meneruskan lagi pesan tersebut. WhatsApp juga membarui pengaturan Privasi Grup sehingga pengguna dapat meningkatkan keamanan privasi mereka. 

Awal tahun ini, WhatsApp membatasi supaya pesan yang telah sering diteruskan hanya dapat diteruskan kepada satu orang atau grup pada satu waktu. Upaya ini menekan jumlah penerusan pesan yang telah berkali-kali diteruskan hingga 70%.

Perubahan-perubahan produk ini mencerminkan komitmen WhatsApp dalam mengurangi disinformasi. Ke depannya, WhatsApp juga akan terus memprioritaskan pengembangan produk yang dapat membantu mengatasi penyebaran disinformasi.

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Telkomsel Terus Perkuat Ekosistem Digital lewat The NextDev

Techbiz.id - Telkomsel kembali menyelenggarakan The NextDev Talent Scouting dan The NextDev Academy tahun 2020. Pengumuman tersebut...

Tidak Ideal, Operator Tetap Ikut Lelang Frekuensi 2,3Ghz

Techbiz.id - Lelang frekuensi 2300Mhz yang dilakukan Pemerintah dinilai kurang ideal karena hanya menyediakan lebar pita sebesar 10Mhz saja bagi tiap operator...

Blibli Lakukan Literasi Digital untuk Guru

Techbiz.id - Dalam rangka merayakan Hari Guru Nasional, Blibli melakukan gerakan literasi digital bagi para guru lewat kegiatan yang bertajuk #BagiBagiIlmu. 

Rambah Indonesia, NIU Tawarkan Motor Listrik dengan IoT

Techbiz.id - NIU Kini merambah pasar Indonesia dengn menghadirkan sepeda motor listrik terbaru yang nyaman dan ramah lingkungan untuk berpergian.

Philips Hadirkan 4 Perangkat Audio Nirkabel Terbaru

Techbiz.id - Philips kembali meluncurkan serangkaian produk perangkat audio headphone dan earphone nirkabel yang menunjang aktivitas gaya hidup modern, yaitu seri TAT2205, TAT1215, TAPH802...
- Advertisement -

Artikel Terkait