Friday, March 5, 2021
Home News Kofax: Automasi Alur Kerja Hasilkan ROI Maksimal

Kofax: Automasi Alur Kerja Hasilkan ROI Maksimal

Must Read

Naik Andong di Yogyakarta Bayar Pakai DANA

Techbiz.id - Melalui program QRIS Gumaton yang diprakarsai oleh Bank Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), DANA menyediakan pembayaran digital...

Grab dan Good Doctor Hadirkan Pusat Vaksinasi Drive-Thru

Techbiz.id - Grab dan Good Doctor menghadirkan pusat vaksinasi menggunakan pendekatan berbasis teknologi, di Bali Nusa Dua Convention Center...

Hampir Sama, Ini Perbedaan Realme Narzo 30A dan Narzo 20

Techbiz.id - Realme baru saja menghadirkan anggota baru dari Narzo. Dibandrol dengan harga sejutaan, Realme Narzo 30A hampir serupa...

Terungkap, Inikah Harga Redmi Note 10 Pro?

Techbiz.id - Rumor mengenai Redmi Note 10 Series terus beredar. Kali ini giliran harga yang dibandrol Redmi Note 10...

Tingkatkan Aplikasi, Telegram Rilis 3 Fitur Baru

Techbiz.id - Dengan kontroversi mengenai kebijakan privasi WhatsApp, banyak pengguna smartphone memutuskan untuk mencoba layanan lain seperti Telegram. Layanan...

Techbiz.id – Kofax mengumumkan Bagian 3 dari Intelligent Automation Benchmark Study (Penelitian Tolok Ukur Automasi Cerdas) berupa makalah kepemimpinan pemikiran yang disusun Forrester Consulting berdasarkan penugasan Kofax.

Seiring percepatan inisiatif transformasi digital yang dilakukan berbagai perusahaan akibat pandemi global, para pimpinan bisnis harus semakin selektif memutuskan proyek automasi mana yang akan didanai.

- Advertisement -

Menurut penelitian tersebut, kesimpulannya jelas: automasi alur kerja yang memiliki “DNA” inteligensi dokumen, orkestrasi proses, dan sistem terkoneksi akan menghasilkan imbal hasil (ROI) paling maksimal.

“Perusahaan yang ingin tetap relevan dan kompetitif di era ekonomi digital gencar berinvestasi pada platform automasi kode rendah untuk mentransformasi operasional internal dan interaksi dengan pelanggan secara digital,” ungkap Chris Huff, Chief Strategy Officer Kofax. 

Lebih lanjut, menurut Chris, industri yang sukses akan memanfaatkan automasi dengan berfokus pada hasil dan pengalaman yang mampu menambah kapasitas perusahaan, mendorong efisiensi operasional, memberdayakan karyawan, dan meningkatkan pengalaman pelanggan.

Ketika diminta mengurutkan use case teknologi automasi dari yang paling penting, jawaban teratas responden adalah yang melibatkan inteligensi dokumen. Use case ini meliputi alur kerja yang dapat menyerap, mengklasifikasi, dan mengekstrak konten tidak berstruktur dari dokumen dan sumber lain, lalu mengubahnya menjadi wawasan data yang dapat ditindaklanjuti untuk pemrosesan lebih lanjut. Use case yang dimaksud adalah:

·         Automasi Proses Robotik (RPA) – 61%

·         Kecerdasan Buatan (AI)/pembelajaran mesin – 43%

·         Automasi Proses Digital (DPA) – 40%

Responden juga menyatakan mereka memprioritaskan kapabilitas automasi yang difokuskan pada orkestrasi proses untuk memastikan keberhasilan manajemen tenaga kerja digital secara berkelanjutan pada skala yang dibutuhkan. Dikutip dari penelitian tersebut, orkestrasi proses yang paling banyak dibutuhkan adalah kemampuan untuk:

·         Memitigasi gangguan proses automasi akibat perubahan pada sistem dan aplikasi terkoneksi yang mendasarinya – 35%

·         Memusatkan analitik terkait produktivitas tenaga kerja digital dan seluruh teknologi automasi yang digunakan, termasuk pemanfaatannya dalam perusahaan – 28%

·         Mengorkestrasi solusi dari berbagai vendor secara terpusat – 20%

Responden penelitian juga memprioritaskan alur kerja yang bergantung pada sistem terkoneksi —yaitu kemampuan untuk menghubungkan pekerja manusia, pekerja digital, sistem, data, dan aplikasi. Secara khusus:

·         54% responden lebih memilih platform automasi dengan solusi pelengkap yang sudah terintegrasi satu sama lain dan/atau solusi eksternal

·         61% responden menginginkan vendor automasi memiliki ekosistem yang kuat termasuk lokapasar dan/atau komunitas.

Ketika ditanya mengenai jenis alur kerja spesifik yang diautomasi, jawaban responden terbagi menjadi tiga kategori use case utama, yaitu keterlibatan pelanggan, keuangan, dan operasional. 

Penelitian Tolok Ukur Automasi Cerdas Kofax disusun berdasarkan survei tahun 2020 atas 450 pengambil keputusan di bidang AI dan automasi, serta 450 kontributor perorangan di Amerika Utara, Australia, Prancis, Jerman, Hong Kong, Jepang, Singapura, Swedia, dan Inggris. Penelitian ini memberikan wawasan mengenai kondisi automasi perusahaan saat ini.

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Samsung Cari Content Creator yang Siap Jadi Bintang

Techbiz.id - Samsung meluncurkan program Be A Galaxy Creator yang mengajak anak muda, khususnya Gen Z dan Milenial, untuk tetap semangat...

Artikel Terkait