Thursday, March 4, 2021
Home News Twitter Rilis Cek Fakta Birdwatch untuk Hindari Hoaks

Twitter Rilis Cek Fakta Birdwatch untuk Hindari Hoaks

Must Read

Toko Online Samsung Tawarkan 3 Kemudahan Bagi Konsumen

Techbiz.id - Samsung Electronics Indonesia menyediakan layanan baru yaitu Same Time Delivery Installation: layanan pengantaran sekaligus pemasangan produk elektronik...

Game ArcheAge Hadirkan Server Baru Bernama Gene

Techbiz.id - Game rating AAA dari XLGAMES, ArcheAge, memperkenalkan Server Baru “Gene” sebagai salah satu layanan untuk menjangkau ekspansi mereka di...

Canggih, Realme Pamerkan Kamera 108MP Pertamanya!

Techbiz.id - Realme baru saja menggelar acara Camera Innovation Event tahun ini yang disiarkan secara langsung, Selasa (2/3). Melalui...

Tengah Diproduksi, Peluncuran Black Shark 4 Sudah Dekat?

Techbiz.id - CEO Black Shark, Luo Yuzhou, mengungkapkan bahwa Black Shark 4 sedang dalam proses persediaan. Hal ini digaungkan...

Teradata Berikan Layanan Uji Coba Cloud Gratis

Techbiz.id - Penyedia platform data warehouse multi-cloud Teradata, mengumumkan ketersediaan Vantage Trial yang memberikan akses gratis selama 30 hari ke Teradata Vantage...

Techbiz.id – Sebagai salah satu platform sosial media yang berisi dengan segudang informasi, Twitter, terus mengembangkan fitur untuk mencegah adanya misinformasi alias Hoaks. Kini, Twitter baru saja merilis fitur untuk menjawab hal itu.

Fitur penangkal hoaks itu bernama Birdwatch. Ini akan membuat pengguna menandai tweet yang mereka yakini menyesatkan dan menulis catatan untuk memberikan konteks, sebagaimana dilansir dari Reuters, Selasa (26/1/2021).

- Advertisement -

Lebih lanjut, dalam laporan tersebut Birdwatch dikatakan berada di bagian terpisah dari platform. Kabarnya, hanya peserta yang mendaftar ke program ini, yang akan menulis pos yang mengidentifikasi dan membantah kesalahan informasi. 

“Kami yakin pendekatan ini memiliki potensi untuk merespons dengan cepat ketika informasi yang menyesatkan menyebar, menambahkan konteks yang dipercaya orang dan dianggap berharga,” tulis VP produk Twitter, Keith Coleman dalam sebuah posting blog, dikutip dari The verge, Selasa (26/1/2021).

Catatan mereka awalnya tidak akan terlihat di Twitter untuk pengguna di luar grup percontohan, tetapi akan terlihat di situs Birdwatch. “Pada akhirnya, kami bertujuan untuk membuat catatan terlihat langsung di Tweet untuk pengguna global, jika ada konsensus dari sekumpulan kontributor yang luas dan beragam.” ujar Keith.

Baca juga: Cara Menghindari Komen Haters di Twitter

Perusahaan mengatakan pada akhirnya mengharapkan antara 1.000 dan 100.000 peserta birdwatch secara bergilir. Nantinya, semua data yang dikontribusikan ke Birdwatch akan tersedia dan dapat diunduh dalam file TSV, dan Twitter akan menerbitkan algoritme yang mendukung program tersebut secara publik dalam Birdwatch Guide.

Kami tahu ada sejumlah tantangan dalam membangun sistem berbasis komunitas seperti ini – dari membuatnya tahan terhadap upaya manipulasi hingga memastikannya tidak didominasi oleh mayoritas sederhana atau bias berdasarkan distribusi kontributornya,” kata Keith. “Kami akan fokus pada hal-hal ini selama uji coba.” imbuhnya.

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Hampir Sama, Ini Perbedaan Realme Narzo 30A dan Narzo 20

Techbiz.id - Realme baru saja menghadirkan anggota baru dari Narzo. Dibandrol dengan harga sejutaan, Realme Narzo 30A hampir serupa...

Artikel Terkait