Thursday, April 22, 2021
Home Apps Dinilai Ilegal oleh OJK, Begini Modus Snack Video

Dinilai Ilegal oleh OJK, Begini Modus Snack Video

Must Read

Kemkominfo: Paul Zhang Bisa Dijerat UU ITE

Techbiz.id - Kementerian Komunikasi dan Informatika menilai tindakan Paul Zhang dapat dikategorikan sebagai pembuatan konten yang melanggar pasal 28...

POCO X3 Pro Resmi Meluncur di Indonesia

Techbiz.id - POCO X3 Pro resmi hadir di Indonesia secara virtual, Selasa (20/4). Ponsel pintar ini turut melengkapi jajaran...

Resmi, Ini Harga dan Spesifikasi POCO F3 5G di Indonesia

Techbiz.id - Bersamaan dengan POCO X3 Pro, POCO menyiapkan perangkat kejutan lainnya, yakni POCO F3 5G yang juga meluncur...

Varnish Integrasikan Solusi Cloudnya dengan Intel CDN

Techbiz.id - Varnish Software mengumumkan kerja sama mereka dengan Intel untuk mengintegrasikan perangkat lunak Komputasi Awan Edge miiknya dengan Intel Select Solution...

Telkomsel Tawarkan Solusi Keamanan Perangkat Mobile

Techbiz.id - Telkomsel merilis kemitraan dengan perusahaan keamanan siber, Lookout, Inc yang menawarkan proteksi dan mendukung transformasi digital perusahaan di Indonesia...

Techbiz.id – Belakangan ini, aplikasi Snack Video, ramai diperbincangkan. Bahkan, tak sedikit yang mengaku sudah meraup keuntungan dari aplikasi tersebut.

Menanggapi hal ini, Kepala Otoritas Jasa Keuangan ( OJK) Sulawesi Tenggara (Sultra), Mohammad Fredly Nasution, mengatakan bahwa Snack Video telah dibahas oleh Satgas Waspada Investasi Pusat (SWI) dan dinyatakan sebagai aplikasi ilegal. Dirinya menyampaikan Snack Video diduga menjalankan modus money game.

- Advertisement -

“Snack Video telah dibahas dalam rapat SWI tanggal 18 Februari 2021 dan dinyatakan ilegal karena tidak ada izin dan diduga merupakan money game (permainan uang),” ujar Fredly, sebagaimana dilansir Techbiz dari Antaranews Sultra, Kamis (25/2/2021).

Lantas, apa sebenarnya modus dari Snack Video?

Snack Video sendiri merupakan aplikasi asal Beijing, China, besutan perusahaan bernama Kuaishou Technology yang didukung oleh raksasa Tencent Holding sebagai investor. Aplikasi ini tampak serupa dengan TikTok yang jauh lebih populer.

Namun, berbeda dari TikTok, Snack Video menawarkan pendapatan bagi pengguna. Aplikasi tersebut tak hanya memberi pendapatan kepada pengguna yang menonton video singkat di sana, melainkan juga menawarkan pendapatan lebih dari aksi invite teman untuk mengunduh aplikasi.

Pengguna yang sudah mengunduh, bisa membagikan kode referal untuk mengundang teman agar bergabung dalam aplikasi. Nantinya, jika sudah bergabung melalui kode tersebut, maka pengguna akan mendapat koin. Koin ini bisa ditukar ke mata uang rupiah dengan mengirimkannya ke uang elektronik seperti OVO dan GoPay.

Selain itu, dengan cara yang sama, user baru tadi juga berkesempatan mendapatkan lebih banyak uang bila bisa mengajak teman atau keluarganya untuk mengunduh aplikasi tadi. Semakin banyak yang diajak dan menggunakan kode referal yang diberikan, tentu semakin banyak pula uang yang didapat.

Baca juga: Diblokir Kominfo, Begini Modus Tak Realistis TikTok Cash

Pengguna juga bisa menjalankan tugas lainnya, seperti memberikan like dan follow, login harian hingga menonton video di aplikasi tersebut. Namun, tak seperti TikTok Cash, Snack Video tidak memungut biaya untuk pendaftaran atau sekedar login.

Fakta menariknya, Snack Video terdaftar secara resmi dalam toko aplikasi, seperti halnya Google Play Store. Bahkan, mereka memiliki situs web tersendiri. Dalam laman web, Snack Video menyebut dirinya sebagai “aplikasi video pendek untuk kaum milenial di seluruh dunia.”. Perusahaan juga menampilkan kontak yang bisa dihubungi untuk memberikan feedback.

- Advertisement -

Artikel Terbaru

FE 14mm F1.8 GM, Lensa Ringkas dengan Angle Ultra-lebar

Techbiz.id - Sony Electronics Inc. semakin memperluas jajaran lensa E-mount-nya dengan memperkenalkan FE 14mm F1.8 GM (model SEL14F18GM) -...

Artikel Terkait