Sunday, March 7, 2021
Home News Pandemi Memperburuk Kesenjangan Digital

Pandemi Memperburuk Kesenjangan Digital

Must Read

Mitra Usaha Gojek Bisa Jadi Reseller Produk Telkomsel

Techbiz.id - Telkomsel bersama Gojek semakin memperkuat sinergi dengan melakukan kolaborasi terbaru yang diwujudkan dengan membuka akses bagi para...

ADA Tawarkan MarTech untuk Optimalkan Penjualan

Techbiz.id - ADA meluncurkan layanan Marketing Technology (MarTech) baru untuk seluruh kawasan Asia-Pasifik (APAC), termasuk Indonesia yang akan membantu...

XL Axiata Tawarkan myPRIO X Unlimited Terbaru

Techbiz.id - XL Axiata meluncurkan penawaran terbaru myPRIO X Unlimited terbaru yang memberikan banyak pilihan dengan harga mulai Rp80.000/bulan. Penawaran terbaru...

Terbatas, Oppo Bakal Rilis Reno5 Edisi Khusus Lewat Undangan

Techbiz.id - Oppo belum lama ini mengumumkan akan merilis perangkat edisi khusus Reno5. Sama seperti edisi khusus perangkat lainnya,...

Naik Andong di Yogyakarta Bayar Pakai DANA

Techbiz.id - Melalui program QRIS Gumaton yang diprakarsai oleh Bank Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), DANA menyediakan pembayaran digital...

Techbiz.id – Pandemi COVID-19 dinilai telah menciptakan banyak kebutuhan baru untuk infrastruktur digital karena telah memperburuk kesenjangan digital.

Deputi Chairman Huawei, Ken Hu menjelaskan bahwa situasi meluasnya kesenjangan digital yang disebabkan oleh ketidaksetaraan akses ke teknologi digital dan keterampilan digital makin diperburuk oleh pandemi COVID-19.

- Advertisement -

“Kami harus fokus pada inovasi untuk mampu menjembatani kesenjangan sosial ekonomi serta mampu mendorong inklusi digital. Selama setahun terakhir, Huawei telah bekerja sama dengan operator telekomunikasi untuk memastikan stabilitas di lebih dari 300 jaringan di 170 negara,” ucap Ken pada seremoni pembukaan Mobile World Congress Shanghai 2021.

Baca juga: Huawei Bangun 50 Persen Jaringan 5G Dunia

Di Indonesia, disampaikan Ken, Huawei menggunakan teknologi pengiriman digital terbaru untuk mempercepat pemasangan lebih dari 50.000 BTS.

Di Ningxia, Tiongkok, router terintegrasi Huawei memungkinkan akses multi-cloud bagi perusahaan-perusahaan skala besar, membantu mereka bermigrasi ke cloud dengan lebih cepat dengan biaya lebih rendah.

“Saat ini kita menatap ke depan ke arah pemulihan. Kita perlu memastikan bahwa inovasi tidak hanya tentang hari ini, namun ini adalah tentang menjadikan hari esok yang lebih terang dan lebih baik, serta mampu menciptakan nilai-nilai sosial yang lebih besar,” kata Ken.

Saat tengah memutar jalan untuk mengatasi pandemi, Ken Hu mengingatkan bahwa setelah COVID-19 berhasil dikendalikan, dunia menghadapi risiko yang nyata dari pemulihan K-shaped economic.

Dia memprediksikan makin melebarnya kesenjangan antara organisasi dan orang-orang yang secara aktif mendapatkan keuntungan dari teknologi digital dengan mereka yang tidak.

Hu menekankan bahwa fokus inovasi perlu dialihkan untuk menghasilkan nilai sosial yang lebih besar sehingga pembangunan yang tidak seimbang dapat dihindari, kesenjangan digital terjembatani, serta dapat mendorong pertumbuhan inklusif.

Huawei telah melakukan upaya nyata untuk mewujudkan komitmen-komitmennya. Melalui kemitraan dengan operator-operator di Ghana untuk proyek infrastruktur jaringan pedesaan, Huawei berencana untuk menyebarkan lebih dari 2.000 BTS RuralStar di daerah terpencil di seluruh negeri.

Ini akan membantu memperluas jangkauan seluler di Ghana dari 83% menjadi 95% dan membuat komunitas yang sebelumnya tidak terkoneksi untuk pertama kalinya bisa online.

Menutup sambutannya, Hu menekankan bahwa meskipun pandemi telah menutup banyak pintu, sebaliknya inovasi jutru telah membuka jendela harapan baru.

Dia menyimpulkan bahwa, melalui inovasi berkelanjutan Huawei akan terus menjalin kemitraan terbuka dengan pelanggan dan mitranya untuk membantu industri menjadi digital dan membuat hidup lebih baik, bisnis lebih cerdas dan dunia lebih inklusif.

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Terbaru

6 Perbedaan Redmi 9T dan Realme Narzo 30A

Techbiz.id - Belakangan ini, sejumlah vendor smartphone menghadirkan perangkat ramah kantong, seperti Realme dan Xiaomi. Keduanya masing-masing merilis Redmi...

Artikel Terkait