Tuesday, March 2, 2021
Home Business Update Pendapatan Builder.ai Naik 230% Selama 2020

Pendapatan Builder.ai Naik 230% Selama 2020

Must Read

Fitur Pinjaman dan Tabungan Emas Pegadaian Kini Ada di Aplikasi LinkAja

Techbiz.id - Sejumlah layanan Pegadaian kini bisa diakses melalui aplikasi LinkAja. Ini merupakan bentuk komitmen Pegadaian dan LinkAja dalam...

Cisco: 78% Perusahaan Indonesia Alami Peningkatan Serangan Siber Selama Pandemi

Techbiz.id - Selama pandemi Covid-19, perusahaan di Indonesia melihat adanya peningkatan tantangan keamanan siber ditengah pergeseran massal menuju sistem...

Transaksi Bank OCBC NISP Mudah dengan Akses Internet XL Axiata

Techbiz.id - XL Axiata bekerjasama dengan Bank OCBC NISP meluncurkan produk layanan khusus bagi para nasabah Bank OCBC NISP...

Oppo Find X3 Pro Jadi Smartphone dengan Satu Miliar Warna

Techbiz.id - Oppo Find X3 Pro yang akan diluncurkan pada Kamis 11 Maret 2021 mendatang diyakini akan menjadi smartphone...

Sah, Pengalihan Kepemilikan Menara Telekomunikasi Telkomsel

Techbiz.id - Telkomsel mengumumkan finalisasi pengalihan kepemilikan menara telekomunikasi kepada PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) sebagai tindak lanjut dari Perjanjian...

Techbiz.id -​ Sepanjang tahun 2020, platform pengembang perangkat lunak berkekuatan artificial intelligent (AI) Builder.ai​ mencatatkan pertumbuhan yang pesat.

Dalam laporannya, Builder.ai mencatat pertumbuhan pendapatan bulanan mencapai 230% sejak awal pandemi.

- Advertisement -

Lebih lanjut, perusahaan ini juga memecahkan rekor penjualan produk Studi​o,​ yang tumbuh 21% setiap bulan sejak April 2020.

Baca juga: Bikin Aplikasi dalam Sekejap dengan Rapid Studio

Di saat COVID-19 memberikan berbagai dampak negatif pada bisnis dan menyebabkan bangkrutnya banyak perusahaan di seluruh dunia, pandemi tersebut juga telah mendorong lebih dari sepertiga pelaku bisnis untuk meningkatkan penggunaan teknologi digital agar dapat beradaptasi dan selalu kompetitif.

Forrester memprediksi, 75% proses pembuatan aplikasi digital akan menggunakan platform low-code ​pada akhir 2021.​ Pasar platform low code secara global juga diprediksi akan menghasilkan pendapatan senilai US $187 miliar pada 2030.

Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya permintaan digitalisasi bisnis, berkurangnya ketergantungan pada profesional teknologi informasi, serta semakin ketatnya aturan pemerintah.

Menurut CEO dan Co-Founder Builder.ai, Sachin Dev Duggal, seluruh faktor tersebut telah berperan penting dalam pertumbuhan bisnis Builder.ai selama setahun terakhir.

“Dengan adanya ketidakpastian akibat pandemi, saya ingin Builder.ai dapat menjadi platform yang memberikan harapan kepada pemilik usaha kecil dalam upaya mempertahankan pelanggannya, serta bagi para pengusaha yang bertekad kuat dalam menciptakan ide bisnis baru- mereka adalah the new developers​,” ucapnya.

Lebih lanjut menurutnya pelaku bisnis di industri seperti ritel, fesyen, pariwisata, dan perhotelan, terdampak pandemi cukup keras. Pihaknya ingin bermitra dengan mereka yang mengadopsi pola pikir digital first untuk selalu kompetitif.

Melalui platform order to create kami, disertai dengan kemampuan menurunkan biaya dan mempercepat proses pembuatan perangkat lunak secara drastis, kami ingin memberikan kesempatan kepada pelaku bisnis, baik besar maupun kecil, untuk bertahan dan mencapai pertumbuhan bisnis jangka panjang,” imbuhnya.

Selama 12-24 bulan ke depan, Builder.ai disampaikannya akan banyak berinvestasi untuk mengembangkan kemampuan AI, membangun dan meluncurkan produk baru, memberdayakan pelaku bisnis agar berhasil, dan mengembangkan tim internalnya.

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Resmi, ROG Phone 5 Muncul dengan RAM 18GB

Techbiz.id - Asus ROG Phone 5 baru saja muncul di Geekbench. Daftar ini pun berhasil mengungkap kapasitas RAM yang...

Artikel Terkait