Thursday, June 17, 2021
Home News Penetrasi Jaringan Meningkat degan Kerjasama OTT

Penetrasi Jaringan Meningkat degan Kerjasama OTT

Must Read

Alibaba Cloud Luncurkan Solusi Livestreaming Buat E-commerce

Techbiz.id - Alibaba Cloud meluncurkan solusi satu atap livestreaming e-commerce terbaru guna membantu para pelaku bisnis global dari berbagai skala untuk...

Menebak Harga Realme 8 5G yang Akan Meluncur Lusa

Techbiz.id - Hanya tinggal 2 hari berselang, realme akan merilis smartphone 5G di Indonesia. Perusahaan pun menjanjikan realme 8...

Samsung Tegaskan Galaxy S21 FE Belum Ditangguhkan

Techbiz.id - Samsung sempat dikabarkan bakal menunda proses produksi dari Galaxy S21 FE. Hal ini terjadi lantaran adanya kekurangan...

Gelar 5G, Kominfo Tagih Komitmen Pembangunan 4G Indosat

Techbiz.id - Meski saat ini Indosat Ooredoo sudah menerima Surat Keterangan Laik Operasi (SKLO) 5G dan akan segera menggelar...

Indikasi Peluncuran iPhone 13 Kian Dekat

Techbiz.id - Apple tampaknya siap menghadirkan penerus dari iPhone 12 dalam waktu dekat. Pasalnya, dugaan nomor model dari iPhone...

Techbiz.id – Selama ini tidak ada aturan yang mengatur mengenai keberadaan OTT global di Indonesia. Aturan yang mengatur mengenai OTT global hanya pada kewajiban mereka membayar PPN saja.

Oleh karenanya Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Nasional Telekomunikasi (APNATEL), Triana Mulyatsa memberikan apresiasi dan dukungan kepada Pemerintah yang bersikap tegas menerapkan kewajiban kerjasama penyelenggara OTT dengan operator telekomunikasi yang dituangkan dalam perubahan RPP Postelsiar.

- Advertisement -

Dengan adanya RUU Cipta Kerja dan turunannya berupa RUU Postelsiar yang mengharuskan OTT global untuk bekerjasama dengan penyelenggara jaringan atau jasa telekomunikasi dinilai Triana merupakan langkah yang sangat bagus dan dinantikan oleh seluruh anggota APNATEL.

“Kami sebagai asosiasi telekomunikasi tertua di Indonesia sangat mendukung langkah Pemerintah dalam mengatur penyelenggaraan OTT khususnya OTT global yang menyediakan layanan sama seperti operator telekomunikasi (voice dan messanger), yang tentunya hal ini berdampak pada penurunan pendapatan operator telekomunikasi. Bila hal ini didiamkan saja, maka sudah pasti akan berdampak terhadap kegiatan usaha anggota APNATEL, saat inipun sudah mulai terasa,” ungkap Triana.

Baca juga: Kewajiban Kerjasama OTT Diyakini Datangkan Investasi Baru

Triana menjelaskan salah satu yang menyebabkan pendapatan operator telekomunikasi mengalami penurunan adalah karena kehadiran layanan OTT telekomunikasi global. Akibat pendapatan operator telekomunikasi tergerus OTT, mengakibatkan rendahnya investasi dalam pembangunan infrastruktur telekomunikasi di Indonesia.

Sehingga hal ini berdampak pada rendahnya penyerapan tenaga kerja di sektor telekomunikasi yang selama ini didukung oleh keberadaan vendor dan kontraktor operator telekomunikasi di Indonesia secara signifikan.

“Kewajiban OTT untuk bekerjasama dengan penyelenggara jaringan ini menyangkut hajat hidup orang banyak dan kedaulatan negara. Diharapkan dengan diwajibkannya OTT global bekerjasama dengan penyedia jaringan telekomunikasi diharapkan dapat kembali meningkatkan investasi dan penetrasi jaringan telekomunikasi di Indonesia. Dengan meningkatnya pembangunan jaringan telekomunikasi otomatis akan mendongkrak jumlah pekerja di kontraktor telekomunikasi yang selama ini terkenal padat karya,” terang Triana.

Menurut Triana, selama ini OTT global sudah menikmati pendapatan yang tinggi dan tidak berkontribusi terhadap pembangunan jaringan telekomunikasi di Indonesia. Mereka selama ini tidak membayar pajak kepada negara. Padahal mereka mengeruk keuntungan dari Indonesia. Mereka saat ini hanya dikenakan PPN atas penjualan barang dan jasa. Sejatinya PPn tersebut yang membayar adalah masyarakat Indonesia. Bukan OTT global.

Jadi jika mereka telah bekerjasama dengan operator telekomunikasi dalam negeri, Triana berharap sebagian pendapatan OTT global tersebut bisa digunakan untuk percepatan penyediaan jaringan telekomunikasi. Hal tersebut dapat mempercepat realisasi program pemerintah untuk mewujudkan ekonomi digital yang dicita-citakan Presiden Jokowi.

“Selama ini penggelaran jaringan telekomunikasi tanpa menggunakan dana APBN. Jadi saatnya dan menjadi waktu yang tepat bagi Pemerintah untuk melindungi dan menjaga keberlangsungan penyelenggara telekomunikasi Indonesia. Pemerintah jangan mau diintervensi oleh OTT global yang hanya mementingkan keuntungan semata, namun tidak mau berinvestasi dalam pembangunan infrastruktur telekomunikasi di Indonesia. Sehingga diharapkan nantinya bangsa Indonesia tak hanya dijadikan pasar bagi OTT global saja, namun bisa menjadi pusat perkembangan digital di ASEAN,” pungkas Triana.

- Advertisement -

Artikel Terbaru

Dari Smartwatch Hingga Aksesori Gaming, Realme Ramaikan Pasar AIoT Indonesia

Techbiz.id - Tak hanya sebuah smartphone 5G, realme Indonesia juga turut menghadirkan serangkaian produk AIoT. Jajaran produk AIoT ini...

Artikel Terkait