Saturday, May 15, 2021
Home News Raih USD170 Juta, TigerGraph Rambah Indonesia

Raih USD170 Juta, TigerGraph Rambah Indonesia

Must Read

Bocoran Ungkap iPhone 13 Punya Bodi Tebal dan Kamera Besar

Techbiz.id - Jika biasanya perangkat generasi baru diharapkan membawa peningkatan dengan bodi yang lebih tipis, berbeda halnya di iPhone...

TikTok Indonesia Luncurkan Buku Panduan Konten Edukasi

Techbiz.id - TikTok menghadirkan Buku Panduan #SamaSamaBelajar untuk membantu para guru dan orangtua dalam membuat konten video edukasi di...

Mengisi Libur Lebaran dengan Menonton Film Maraton

Techbiz.id - Ketika mudik Lebaran 2021 dilarang oleh pemerintah akibat masih tingginya penularan Covid-19, maka membuat aktivitas akan lebih...

Redmi Watch Meluncur dengan GPS dan Sensor Detak Jantung

Techbiz.id - Xiaomi baru saja merilis Redmi Watch. Bukan di Indonesia, jam tangan pintar itu tiba di India. Ini...

Tri Optimisasi Jaringan Hadapi Lebaran Virtual

Techbiz.id - Tri Indonesia melakukan optimisasi kapasitas dan kualitas jaringan untuk mengantisipasi peningkatan trafik data agar pelanggan senantiasa mendapatkan...

Techbiz.id – Penyedia platform analitik grafik, TigerGraph, hari ini mengumumkan pengumpulan dana sebesar USD105 juta dalam pendanaan Seri C, pendanaan terbesar saat ini dalam pasar database grafik dan analitik.

Putaran pendanaan kali ini dipimpin oleh Tiger Global dan membawa total pendanaan TigerGraph melampaui USD170 juta. TigerGraph telah hadir di Cina dan sedang membuka kantor-kantor di Singapura dan Indonesia.

- Advertisement -

“Ekonomi digital Asia Pasifik terus berkembang dan kami melihat adanya peningkatan permintaan regional. Untuk memanfaatkan potensi ini dan melayani pelanggan kami di Asia Pasifik dengan lebih baik, kami akan membuka kantor di Singapura dan Indonesia,” kata Todd Blaschka, COO TigerGraph.

Inisiatif TigerGraph di Asia disampaikan Todd akan dipimpin oleh Joseph (Joe) Lee, seorang veteran bisnis dan penjualan dalam bidang perangkat lunak perusahaan, sebagai Vice President kawasan Asia Pasifik dan Jepang.

Baca juga: Grab Financial Kantongi Rp4,2 Triliun di Pendanaan Seri A

Lebih lanjut TigerGraph memiliki misi untuk membantu pemerintah, bisnis, dan masyarakat memanfaatkan kekuatan data mereka, serta mendorong pengambilan keputusan yang dapat ditindaklanjuti berdasarkan wawasan real-time.

TigerGraph sudah bekerja sama dengan empat bank terbesar di Asia guna membantu pelanggan dalam Deteksi Penipuan Waktu-nyata, Anti-Pencucian Uang, Penilaian Risiko Kredit, dan Analisis Customer 360.

“Kami juga bekerja dengan perusahaan-perusahaan telekomunikasi terkemuka di Asia, memungkinkan mereka untuk menganalisis perilaku pelanggan dan dalam pencegahan penipuan,” tambahnya.

Investasi tersebut mencerminkan pertumbuhan TigerGraph dan potensi besar yang terletak pada pergerakan bisnis-bisnis ke teknologi komputasi awan.

Dengan berpindahnya beban kerja transaksional dan analitik ke komputasi awan yang dimungkinkan oleh perusahaan seperti Snowflake, Confluent, dan Databricks, TigerGraph dengan pesat menjadi database grafik pilihan untuk menghubungkan, menganalisis, dan mempelajari wawasan baru dari data.

Dengan arsitektur grafik native terdistribusi, TigerGraph membantu perusahaan-perusahaan meningkatkan skalabilitas bisnis mereka dengan pesat, menganalisis berbagai aspek data untuk saling digunakan guna membentuk model baru dan menghasilkan wawasan baru.

Pola data dan wawasan baru tersebut meningkatkan kemampuan sebuah perusahaan dalam analitik atau pembelajaran mesin dan dapat diterapkan di mana saja dengan fleksibilitas multi-cloud, sembari memenuhi persyaratan keamanan data untuk mematuhi kebijakan pemerintah.

Selama 12 bulan terakhir pandemi COVID-19, perusahaan-perusahaan telah lebih cepat merangkul transformasi digital, alhasil mendorong kebutuhan temuan wawasan baru tentang pelanggan, produk, layanan, dan pemasok mereka.

Teknologi grafik menghubungkan domain ini dari database relasional, menawarkan kesempatan untuk menyingkatkan siklus pengembangan persiapan data, meningkatkan kualitas data, mengidentifikasi wawasan baru seperti pola kesamaan data untuk memberi rekomendasi tindakan terbaik.

Solusi berbasis data memerlukan aplikasi cerdas dan data terkoneksi yang memanfaatkan mesin grafik yang andal untuk menghubungkan, menganalisis, dan mempelajari data yang disimpan oleh perusahaan-perusahaan di komputasi awan.

Peristiwa tersebut membantu TigerGraph berkembang secara besar-besaran, meningkatkan pendapatan dan jumlah pelanggan lebih dari dua kali lipat selama setahun terakhir.

“Selama lebih dari 40 tahun, tantangan pertama bisnis dalam manajemen data adalah cara mengajukan pertanyaan bisnis dengan mudah pada semua data mereka secara waktu-nyata untuk memandu operasi mereka. Otak manusia menghubungkan data untuk memperoleh wawasan baru dan membantu kita mengambil keputusan selanjutnya,” kata Dr. Yu Xu,  founder dan CEO TigerGraph.

“Pendanaan ini akan memungkinkan kami untuk memperluas penawaran kami dan menghadiri lebih banyak pasar lainnya, serta membuat lebih banyak pelanggan menyadari manfaat dari analisis grafik dan kecerdasan buatan,” pungkasnya.

- Advertisement -

Artikel Terbaru

ASUS Zenfone 8 dan Zenfone 8 Flip Resmi Debut, Ini Spesifikasinya

Techbiz.id - ASUS secara resmi telah merilis Zenfone 8 dan Zenfone 8 Flip. Bukan di Indonesia, perangkat penerus Zenfone...

Artikel Terkait