Thursday, April 22, 2021
Home E-Commerce 5 Kesalahan yang Harus Dihindari Agar Sukses Berbisnis di E-commerce

5 Kesalahan yang Harus Dihindari Agar Sukses Berbisnis di E-commerce

Must Read

Indosat Ooredoo Jalankan Uji Coba OpenRAN di Jaringan 4G

Techbiz.id – Indosat Ooredoo menjadi operator seluler pertama di Indonesia yang menjalankan uji coba lapangan OpenRAN (Radio Access Network)...

Dijual Rp500 Ribu, Huawei Band 6 Resmi Meluncur di Indonesia

Techbiz.id - Huawei kembali menghadirkan perangkat baru. Gelang pintar bernama Huawei Band 6 dirilis secara daring di Indonesia, Jumat...

vivo Kuasai Penjualan Ponsel Pintar di Pasar Tiongkok

Techbiz.id - Dilansir dari laporan penelitian yang dilakukan oleh Counterpoint, vivo untuk pertama kalinya memimpin pasar ponsel pintar dengan...

Resmi, Ini Harga dan Spesifikasi POCO F3 5G di Indonesia

Techbiz.id - Bersamaan dengan POCO X3 Pro, POCO menyiapkan perangkat kejutan lainnya, yakni POCO F3 5G yang juga meluncur...

Mengatur Rumah Pintar dengan SmartThings

Techbiz.id - Samsung Galaxy S21 Series 5G hadir dengan sederet fitur-fitur yang dapat mempersiapkan setiap penggunanya untuk masa depan....

Techbiz.id – Menjadi seorang pebisnis tentu banyak tantangannya. Namun, di era serba digital ini, sudah semakin banyak lho tips dan trik agar dapat meraih sukses. Seperti tips sukses berbisnis di E-commerce yang dibagikan oleh Rico Huang, Co-Founder Alona & Dropshipaja.com melalui acara Lazada Seller Conference #Pesta 9emilang.

Dirinya memaparkan mengenai “5 Kesalahan yang Seharusnya Tidak Saya Lakukan Agar Bisnis Jalan Tapi Hidup Tenang”. Di usianya yang baru menginjak 25 tahun, Rico sudah berhasil membangun kerajaan bisnis. Mari kita simak ulasannya berikut ini:

- Advertisement -

Kesalahan Pertama: Mindset Pemikiran yang Kurang Tepat

Merasa tahu segalanya dan segan menerima masukan dari orang lain adalah salah satu kesalahan umum para pebisnis baru. Rico bahkan mengakui sempat memiliki mindset ini saat awal berbisnis yang berujung pada kebangkrutan usahanya. Akhirnya Rico pun mulai mengosongkan ‘gelas’nya (pikirannya) agar bisa menerima, menyerap dan mempraktikkan semua ilmu dan masukan yang membangun dari berbagai pihak.

Apalagi, terkadang orang lain bisa melihat hal penting yang mungkin terlewat oleh kita, padahal hal itu mungkin signifikan untuk pertumbuhan bisnis. Jadi jika ada masukan positif dari orang lain, terutama sesama penjual, kenapa tidak kita dengarkan? Menerima masukan, bahkan kritik membangun dari orang-orang terdekat, dapat membantu bisnis untuk berkembang.

Kesalahan Kedua: Tidak Mau Berkomunitas

Menurut Rico, banyak juga pebisnis yang tidak meluangkan waktu cukup untuk berkomunitas dan networking. Ada yang karena terlalu sibuk mengurus operasional bisnis ataupun merasa diri introvert dan malu saat berinteraksi dengan orang baru. Jelas penjual seperti ini tidak memanfaatkan komunitas penjual dengan maksimal, atau bahkan memilih untuk jalan sendiri dan tidak bergabung komunitas manapun. Padahal dengan bergaul di komunitas sesama penjual seperti Lazada Club, tidak hanya ilmu yang bisa didapatkan, namun juga jejaring dan bahkan kesempatan bisnis.

Baca juga: Upgrade Kartu 4G Telkomsel Bisa Lewat E-commerce

Kesalahan Ketiga: Pokoknya Aku yang Paling Murah

Bagaimana kita bisa bersaing dengan kompetitor: jadi yang termurah atau jadi berbeda? Perdebatan itu takkan pernah habis. Menurut Rico, tidak masalah bisnis kita menjadi yang termurah atau menjadi yang berbeda, asal kita bisa mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan masing-masing pilihan tersebut.

Misalnya, kelebihan menjadi yang termurah adalah di value dan omset yang tinggi serta biaya marketing yang rendah, namun nilai margin tipis sehingga terbatas untuk membangun sistem operasional yang baik. Jika kita ingin menjadi yang berbeda, tentu kelebihannya adalah kita memiliki produk yang unik dan berbeda dari kompetitor, dan mungkin juga menawarkan promo bundling yang banyak dilakukan dalam kampanye-kampanye E-commerce yang menarik untuk konsumen.

Namun tentu biaya marketing dan waktu riset produk menjadi lebih tinggi karena perlu membangun brand awareness terlebih dahulu. Pertimbangkan kelebihan dan kekurangan masing-masing pilihan sehingga kita bisa menentukan strategi bisnis yang memang sesuai dengan tujuan akhir kita.

Kesalahan Keempat: Menyerah Sebelum Mencoba

Jika belum apa-apa sudah menyerah, bagaimana kita bisa meraih sukses? Rico pun menyebutkan ada langkah-langkah yang kerap digunakan untuk mengevaluasi langkah bisnisnya yaitu Test (misalnya aktif beriklan di media sosial dan menaruh link ke toko di Lazada), Operate (beroperasi sesuai hasil iklan), Test (melakukan riset kembali dan merevisi keyword bila diperlukan), Exit (evaluasi dan belajar hal baru). Intinya, gagal sekali bukan berarti akhir dari dunia. Terus lakukan evaluasi bisnis hingga bisa menemukan formula yang paling pas untuk bisnismu karena berjualan online harus serius, tidak hanya sekadar memajang produk di e-commerce dan menunggu cuan datang.

Kesalahan Kelima: Aku Adalah Superman

Ketika mengawali bisnis, semua hal masih dikerjakan sendiri, mulai dari marketing, administrasi, desain konten, foto produk, hingga pengemasan dan pengiriman barang. Namun, seorang pebisnis harus mampu mendelegasikan tugas-tugas agar dapat fokus memikirkan strategi pengembangan bisnis.

Menurut Rico, seorang pebisnis yang baik tidak hanya bergantung pada dirinya sendiri, tetapi juga harus bisa mengandalkan anggota timnya agar bisnis dapat berjalan dengan optimal. Percayalah, semakin besar bisnis, semakin banyak bantuan yang dibutuhkan pebisnis agar ia tidak terjerat pada rutinitas operasional semata.

Itulah kelima kesalahan yang harus dihindari demi sukses berbisnis di e-commerce. Jadi pastikan Kalian tidak mengalami hal tersebut ya!

- Advertisement -

Artikel Terbaru

10 Perbedaan OPPO A74 5G dan A74 4G

Techbiz.id - OPPO baru saja menghadirkan perangkat A74 5G dan A74 4G. Tak hanya memiliki konektivitas yang berbeda, OPPO...

Artikel Terkait