Jumat, September 17, 2021
Beranda News Kominfo Ajak Masyarakat Bersiap Nikmati Siaran Digital

Kominfo Ajak Masyarakat Bersiap Nikmati Siaran Digital

Must Read

Rilis Lusa, Spek Samsung Galaxy Z Flip3 Kini Muncul di Brosur

Techbiz.id - Baru akan dirilis pada 11 Agustus mendatang melalui Galaxy Unpacked, kini spek lengkap milik Samsung Galaxy Z...

Warganet: Penangkapan Penyiram Novel Baswedan Hanya Pengalihan Isu Jiwasraya

Techbiz.id - Keberhasilan polisi menangkap pelaku penyerangan terhadap penyidik senior Komisi Pembarantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mendapat sambutan berbagai...

Telkomsel Enterprise Dorong Komunitas Pelaku UMKM untuk Bisa “Go Digital”

TechBiz - Sebagai wujud nyata konsistensi dalam berperan aktif mendorong pertumbuhan bisnis pelaku usaha segmen usaha mikro kecil dan...

Smartfren Rejeki WOW Periode Kedua Sudah Dibuka

Techbiz.id - Smarfren kembali menghadirkan Rejeki WOW Treasure Hunt Periode Kedua setelah mendapatkan sambutan meriah dan berhasil membagi rejeki...

Xiaomi Paparkan Makna Logo Barunya

Techbiz.id - Xiaomi resmi menggunakan logo baru sebagai identitas visual perusahaan yang mengusung filosofi timur dengan konsep desain...

Prodia dan Good Doctor Permudah Akses Layanan Kesehatan

Techbiz.id - Prodia dan Good Doctor melakukan kerjasama memberikan kemudahan bagi jutaan masyarakat di seluruh Indonesia dalam menjangkau layanan...

Techbiz.id – Pemerintah telah menargetkan penyiaran televisi analog atau Analog Switch Off (ASO) akan berakhir di tanggal 2 November 2022. Pada waktu yang bersamaan masyarakat akan menikmati layanan televisi digital secara nasional.

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Ahmad Ramli mengatakan, migrasi penyiaran televisi dari analog ke digital setidaknya berdampak positif bagi Indonesia terutama pada sektor teknologi dan ekonomi.

“Ini kan kalau kita lihat misalnya masyarakat menggunakan TV analog, artinya kita tidak masuk ke teknologi digital. Maka fitur-fitur, kemudian kualitas gambar itu juga menjadi sangat seperti saat ini, terbatas, tidak maksimal,” ujar Ramli.

Menurut Dirjen Ramli, jika Indonesia sudah sepenuhnya menggunakan televisi digital tentu akan menjadi sangat baik. Sehingga masyarakat perlu melihat apakah saat ini sudah bermigrasi dari analog ke digital.

Baca juga: Sharp Ambisi Kuasai 25% Pangsa Pasar TV Digital

“Saya ingin mengajak masyarakat untuk mengecek, coba cek TV-nya masing-masing, lihat, sudah digital atau belum. Kalau belum, dua alternatifnya kalau punya budget tukar TV ke digital, tapi kalau tidak punya budget maka gunakan yang namanya set top box,” jelasnya.

Dirjen PPI Kementerian Kominfo menjelaskan set top box merupakan suatu alat yang bisa dihubungkan ke perangkat televisi, sehingga perangkat yang analog secara otomatis beralih ke digital, “Harganya (alat set top box) di pasaran bisa 150 ribu sampai 250 ribu, tapi intinya sama dengan kalau kita beli pulsa bulanan,” ujarnya.

Dirjen Ramli mengajak masyarakat untuk beralih ke penyiaran digital agar bisa menyaksikan beragam konten. “Jadi saya ingin mengajak masyarakat segera beralih ke digital juga, karena banyak sekali konten-konten yang ditawarkan oleh stasiun TV sekarang secara simultan yang sudah digital. Saya mendapat laporan terus dari stasiun TV bahwa dia sudah membuka digital di daerah mana saja dan begitu saya cek bagus sekali,” tandasnya. 

Optimasi Teknologi

Menurut Dirjen PPI Kementerian Kominfo, keuntungan lain dari aspek teknologi adalah terjadi penghematan yang signifikan, “Karena kalau misalnya dulu yang namanya satu kanal itu hanya bisa digunakan oleh satu TV, Kalau di sini bisa sampai 12 TV,” jelasnya.

Dengan rasio 1 banding 12 tersebut, penyelenggara penyiaran dinilai tidak harus mempunyai infrastruktur multiplexer. Sama halnya dengan teknologi 5G yang secara otomatis mempunyai 112 MHz di frekuensi 700 akan terdorong lebih cepat. 

“Saat ini masyarakat keluhannya hanya satu, sinyal internet jelek dan seterusnya, antara lain karena frekuensi kita terbatas,” papar Dirjen Ramli.

Sedangkan keuntungan dari sisi ekonomi, Dirjen PPI Kementerian Kominfo menyontohkan jika 10% broadband internet bertumbuh, akan ada dampak sekitar 1,25% untuk pertumbuhan ekonomi. 

“Ini kan sebetulnya spektakuler dan sekarang kita rasakan ketika semua orang berhenti berkegiatan seperti di mall tutup, tempat wisata tutup dan lain-lain, tapi yang namanya perdagangan online jalan terus, karena apa? Karena internet,” ujarnya.

Menurut Dirjen Ramli, salah satu sektor yang tidak bisa dibatasi oleh pandemi Covid-19 adalah akses ekonomi melalui jaringan telekomunikasi. 

“Kita bisa menyaksikan sekarang begitu banyak mungkin jutaan orang yang tadinya mungkin tidak punya pekerjaan, jadi punya pekerjaan minimal jadi driver gojek. Kalau kita masih (jaringan seluler) 2G atau 3G, gak mungkin ada Gojek yang bisa beroperasi dengan fasilitas online seperti itu,” tandasnya.

Diskusi FMB9 juga dihadiri Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI Pusat) Agung Suprio. Sedangkan hadir secara virtual Ketua Badan Legislasi DPR RI Supratman Andi Agtas, Ketua Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI) Syafril Nasution, Wakil Ketua Gabungan Perusahaan Industri Elektronik dan Alat-alat Listrik Rumah Tangga Indonesia (GABEL) Bidang Regulasi dan Perundang-undangan, Joegianto.

Terkait

Artikel Terkait

Terbaru

Daftar Harga Paket Data Telkomsel Terbaru 2021

Techbiz.id - Telkomsel termasuk salah satu operator yang aktif dalam memberikan promo paket data kepada pelanggan setianya, termasuk pada...