Monday, August 2, 2021
Home Telco Bakti Targetkan Buka Akses Internet di 7.904 Desa

Bakti Targetkan Buka Akses Internet di 7.904 Desa

Must Read

Poco X3 GT Meluncur dengan Chipset Dimensity 1100

Techbiz.id - Usai menghadirkan Poco X3 Pro dan Poco X3 NFC, Poco akhirnya memperkenalkan Poco X3 GT di China. Pelengkap...

Reckitt Benckiser Adopsi Social Commerce lewat Avana

Techbiz.id - Perusahaan fast moving consumer good (FMCG) yang memproduksi produk kesehatan, kebersihan dan nutrisi, Reckitt Benckiser, mengadopsi social commerce sebagai bagian...

Huawei Nova 8 SE Life Meluncur, Andalkan Fast Charging 40W

Techbiz.id - Selain Huawei P50 Series, Huawei juga merilis Huawei Nova 8 SE Life di China. Smartphone ini hadir...

Memilih Smartphone untuk Belajar dan Bekerja dari Rumah

Techbiz.id - Aktivitas bekerja dan belajar dari rumah yang telah berjalan lebih dari satu tahun bagi banyak orang tidak...

RedmiBook 15 dan Redmi Note 10 5G Mulai Dijual, Ada Harga Khusus

Techbiz.id - Usai diperkenalkan, RedmiBook 15 dan Redmi Note 10 5G kini secara resmi mulai dijual di Indonesia dengan...

Techbiz.id – Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kominfo menargetkan membangun akses internet di 7.904 desa yang saat ini belum terjangkau internet dapat menikmati sinyal 4G pada tahun 2021/2022.

Pembangunan infrastruktur jaringan 4G ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat salah satunya mendorong ekonomi digital hingga ke daerah pelosok Indonesia.

Area di luar pulau Jawa disampaikan Direktur Sumberdaya dan Administrasi BAKTI Kominfo, Fadhilah Mathar, menjadi wilayah terbanyak yang belum terjangkau akses internet. Setidaknya masih ada 70 juta penduduk Indonesia yang kesulitan mendapat akses internet. Inilah yang menjadi tugas besar BAKTI untuk menyediakan fasilitas tersebut lewat percepatan transformasi digital.

Baca juga: XL Axiata dan BAKTI Sediakan Layanan Internet Bagi BUMDes

“Fokus utama BAKTI Kominfo adalah menyediakan infrastruktur jaringan di daerah-daerah yang masuk dalam kategori tertinggal, terluar, terdepan, dan terpencil yang selama ini tidak tersentuh oleh operator selular,”ungkapnya.

Namun demikian, kondisi geografis Indonesia yang merupakan negara kepulauan cukup menyulitkan pemenuhan ketersediaan layanan internet hingga ke daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal).

Guna menyikapi kendala lapangan, BAKTI Kominfo dikatakan Fadhilah selalu mengadakan pendekatan dengan pemda setempat dan aparat keamanan, agar proyek berjalan dengan mulus.

“BAKTI Kominfo merasa mendapat kemudahan karena aspek penyediaan lahan umumnya disediakan oleh pemerintah daerah. Dengan begitu BAKTI Kominfo bisa berkonsentrasi pada aspek pembangunan fisiknya<‘ imbuhnya.

Selain itu, dalam pemenuhan target ini, pemerintah dalam hal ini BAKTI, berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk swasta, untuk mencapai target yang akan dicapai, salah satunya oleh Lintasarta, perusahaan penyedia jaringan dan solusi telekomunikasi.

Lintasarta bersama konsorsiumnya mendapat kesempatan untuk membangun 1795 BTS (base transceiver station) di kawasan Papua Barat dari total 7000-an BTS yang menjadi target BAKTI Kominfo di seluruh Indonesia.

Direktur Marketing and Solution Lintasarta, Ginanjar menyampaikan bahwa banyak tantangan yang dihadapi oleh para penyedia jaringan selain kendala geografis, tingkat keamanan di lokasi, transportasi, dan minimnya pasokan listrik turut menjadi kendala. Seperti yang diungkapkan oleh .

“Cara untuk menjangkau lokasi sangat menantang, hal ini menyebabkan biaya menjadi jauh lebih mahal dibandingkan membangun BTS di daerah non 3T,” tambahnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Artikel Terkait

Artikel Terbaru

Grab Galang Bantuan Untuk Penanganan Pandemi

Techbiz.id - Memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Grab didukung oleh 23 Merek favorit nasional menghadirkan kampanye BERSATU Untuk Indonesia, yang...