Monday, May 10, 2021
Home Telco Bakti Targetkan Buka Akses Internet di 7.904 Desa

Bakti Targetkan Buka Akses Internet di 7.904 Desa

Must Read

Siap-siap, Galaxy Z Flip3 Bakal Dijual Lebih Murah

Techbiz.id - Rumor mengenai penerus Galaxy Z Flip terus bergulir. Kali ini, giliran bocoran harga Galaxy Z Flip3 yang...

6 Aplikasi untuk Bayar Zakat Secara Online di 2021

Techbiz.id - Kemajuan teknologi saat ini semakin memudahkan aktivitas keseharian, salah satunya dengan adanya aplikasi untuk bayar zakat secara...

Belanja di Indomaret Kini Bisa Pakai ShopeePay

Techbiz.id - Sejak 28 April 2021 lalu, ShopeePay resmi tersedia sebagai metode pembayaran di Indomaret. Kemudahan pembayaran yang dihadirkan...

Silvi+ Tingkatkan Profit Restoran Melalui Efisiensi Operasional

Techbiz.id - Silvi+, platform cashless dining pertama di Indonesia yang merupakan bagian dari Flick hadirkan program merchant collaboration, bundling, potongan harga,...

Hadir sejak 2017, Investree Syariah Paparkan Pencapaiannya

Techbiz.id - Telah hadir sejak 2017 hingga kuartal pertama 2021, Investree Syariah melaporkan telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp384,85 miliar...

Techbiz.id – Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kominfo menargetkan membangun akses internet di 7.904 desa yang saat ini belum terjangkau internet dapat menikmati sinyal 4G pada tahun 2021/2022.

Pembangunan infrastruktur jaringan 4G ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat salah satunya mendorong ekonomi digital hingga ke daerah pelosok Indonesia.

- Advertisement -

Area di luar pulau Jawa disampaikan Direktur Sumberdaya dan Administrasi BAKTI Kominfo, Fadhilah Mathar, menjadi wilayah terbanyak yang belum terjangkau akses internet. Setidaknya masih ada 70 juta penduduk Indonesia yang kesulitan mendapat akses internet. Inilah yang menjadi tugas besar BAKTI untuk menyediakan fasilitas tersebut lewat percepatan transformasi digital.

Baca juga: XL Axiata dan BAKTI Sediakan Layanan Internet Bagi BUMDes

“Fokus utama BAKTI Kominfo adalah menyediakan infrastruktur jaringan di daerah-daerah yang masuk dalam kategori tertinggal, terluar, terdepan, dan terpencil yang selama ini tidak tersentuh oleh operator selular,”ungkapnya.

Namun demikian, kondisi geografis Indonesia yang merupakan negara kepulauan cukup menyulitkan pemenuhan ketersediaan layanan internet hingga ke daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal).

Guna menyikapi kendala lapangan, BAKTI Kominfo dikatakan Fadhilah selalu mengadakan pendekatan dengan pemda setempat dan aparat keamanan, agar proyek berjalan dengan mulus.

“BAKTI Kominfo merasa mendapat kemudahan karena aspek penyediaan lahan umumnya disediakan oleh pemerintah daerah. Dengan begitu BAKTI Kominfo bisa berkonsentrasi pada aspek pembangunan fisiknya<‘ imbuhnya.

Selain itu, dalam pemenuhan target ini, pemerintah dalam hal ini BAKTI, berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk swasta, untuk mencapai target yang akan dicapai, salah satunya oleh Lintasarta, perusahaan penyedia jaringan dan solusi telekomunikasi.

Lintasarta bersama konsorsiumnya mendapat kesempatan untuk membangun 1795 BTS (base transceiver station) di kawasan Papua Barat dari total 7000-an BTS yang menjadi target BAKTI Kominfo di seluruh Indonesia.

Direktur Marketing and Solution Lintasarta, Ginanjar menyampaikan bahwa banyak tantangan yang dihadapi oleh para penyedia jaringan selain kendala geografis, tingkat keamanan di lokasi, transportasi, dan minimnya pasokan listrik turut menjadi kendala. Seperti yang diungkapkan oleh .

“Cara untuk menjangkau lokasi sangat menantang, hal ini menyebabkan biaya menjadi jauh lebih mahal dibandingkan membangun BTS di daerah non 3T,” tambahnya.

- Advertisement -

Artikel Terbaru

TikTok Indonesia Luncurkan Buku Panduan Konten Edukasi

Techbiz.id - TikTok menghadirkan Buku Panduan #SamaSamaBelajar untuk membantu para guru dan orangtua dalam membuat konten video edukasi di...

Artikel Terkait