Minggu, Oktober 17, 2021
Beranda News Dinilai Ramah, Startup di Jakarta Punya Tantangan Sendiri

Dinilai Ramah, Startup di Jakarta Punya Tantangan Sendiri

Must Read

Transformasi Digital, Hankook Tire Gandeng AWS

Techbiz.id - Dalam rangka meningkatkan inovasi produknya, perusahaan ban global Hankook Tire menjalin kerjasama dengan penyedia layanan komputasi awan...

Sasar Milenial, XL Axiata Rilis Produk Digital Live On

Techbiz.id - XL Axiata meluncurkan produk digital Live On yang memberikan keleluasan bagi pengguna untuk mengatur penggunaan paket data...

Alibaba Cloud Gelontorkan USD30 Juta untuk Bantu UMKM

Techbiz.id - Untuk membantu pelaku UKM di seluruh dunia, termasuk Indonesia, Alibaba Cloud meluncurkan Program Pemberdayaan UKM secara Global...

Platform Digital Ubah Lanskap Industri Asuransi

Techbiz.id - Kebijakan pemerintah yang mendukung ekonomi digital serta situasi terkait pandemi COVID saat ini mendorong meningkatnya penggunaan platform...

Sharp Ambisi Kuasai 25% Pangsa Pasar TV Digital

Techbiz.id - Menyusul akan diberlakukannya penyiaran digital pada tahun 2022 mendatang, produsen elektronik Sharp akan memproduksi 100% tv digital...

Tak Hanya Konsol, Sony Berencana Hadirkan Game PS untuk Smartphone

Techbiz.id - Sony tampaknya berencana memboyong game PlayStation untuk hadir di mobile, agar pengguna smartphone dapat merasakan sederet permainan...

Techbiz.id – Enpact, organisasi non-profit dari Jerman yang fokus pada pemberdayaan wirausahawan, meluncurkan empower magazine yang berisi research-based review tentang index keramahan startup atau startup friendliness index (SFI) di kota-kota di Asia. Laporan empower ini diluncurkan pertama kali pada 31 Maret 2021. 

Laporan tersebut menyoroti tren inovasi, serta melacak dan menilai tren ekosistem startup Asia. Singapura, Jakarta, dan Bengaluru (India) dipilih sebagai fokus utama pada edisi pertama ini karena statusnya sebagai salah satu pusat inovasi yang paling berkembang di kawasan Asia.

Metode pengukuran SFI terbagi menjadi enam domain vital yang mendorong kewirausahaan, yaitu sumber daya manusia, kemampuan finansial, infrastruktur, startup scene, kondisi pasar, dan keadaan ekonomi makro; yang kemudian dibagi lagi dalam 17 sub domain. Kota dengan performa terbaik di setiap kategori tersebut akan diberikan score tertinggi 100 meliputi faktor-faktor yang paling bermanfaat bagi lingkungan startup.

Baca juga: Kominfo Dukung Startup Bangun Ekonomi Digital

Jakarta dilaporkan memiliki skor SFI 43,23, disokong oleh kekuatan utama pada infrastruktur teknologi yang maju, pasar yang besar dan murah, dan sumber daya manusia yang berkualitas. Lima startup unicorn yang ada di Indonesia semuanya berbasis di Jakarta.

Sektor Fintech, khususnya, telah berkembang sebanyak 83 persen selama periode September 2019 hingga Agustus 2020. Tantangan ekosistem startup di Jakarta diantaranya tingkat polusi yang tinggi, peningkatan biaya hidup dan kepadatan penduduk yang signifikan, serta adanya kebijakan pembatasan kuota yang diberlakukan secara nasional.

Dengan skor SFI yang dimilikinya, Jakarta menempati posisi ke-12 dari 58 negara yang diukur menggunakan metrik SFI dari enpact. Salah satu faktor pendukung terbesarnya adalah mendaftarkan bisnis di Jakarta relatif cepat dan murah.

Lalu dengan populasi yang cenderung terbuka pada inovasi dan budaya kewirausahaan yang maju, Jakarta memiliki potensi besar untuk bersaing dengan para pemain terdepan di regional (Asia).

Namun, hal yang membatasi Jakarta untuk sepenuhnya mengoptimalkan potensinya antara lain: infrastruktur startup yang harus berjuang mengimbangi kepadatan penduduk yang pesat di Jakarta dan rendahnya kualitas hidup di kota ini, besarnya talenta berbakat yang akhirnya memutuskan untuk bekerja di luar negeri, serta tantangan perolehan pendanaan telah membuat banyak pengusaha yang memutuskan tidak membuka usaha di Jakarta.

Jakarta sebaiknya membangun lebih banyak inkubasi startup dan akselerator yang mendorong kewirausahaan di kota ini, serta meningkatkan perdagangan di kawasan Asia agar dapat menarik para investor dan investasi langsung dari luar negeri.

Terkait

Artikel Terkait

Terbaru

Microsoft Tutup Layanan LinkedIn di China, Ini Sebabnya

Techbiz.id - Microsoft mengumumkan akan menutup layanan LinkedIn di China. Hal ini dikarenakan pemerintah China terus memperketat regulasi internet. Keputusan...