Tuesday, June 22, 2021
Home News Google Perkenalkan Fitur Baru untuk Jaring Berita Hoaks

Google Perkenalkan Fitur Baru untuk Jaring Berita Hoaks

Must Read

Smartfren Uji Coba 5G di Spektrum 26Ghz, Kecepatannya Tembus 1,8 Gbps

Techbiz.id - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bekerja sama dengan Smartfren menggelar uji coba 5G tahap kedua yang kali...

Samsung Galaxy M32 Tiba dengan Chipset Helio G80 dan Baterai 6000mAh

Techbiz.id - Samsung kembali menambah perangkat baru dari jajaran seri M kali ini. Bukan di Indonesia, Samsung Galaxy M32...

Infinix NOTE 10 Series Diluncurkan, Simak Harga dan Spesifikasinya

Techbiz.id - Smartphone di lini NOTE 10 Series resmi dihadirkan Infinix untuk para penggunanya di Indonesia. Seri NOTE 10...

Kantongi TKDN, Ponsel 5G Poco Bakal Rilis di Indonesia?

Techbiz.id - Tak ingin ketinggalan dari Xiaomi, Poco tampaknya segera menyusul dengan merilis ponsel 5G terbaru mereka di Indonesia. Dugaan...

Rilis Besok, Ini Bocoran Spesifikasi Realme 8 5G Indonesia

Techbiz.id - Realme memastikan akan merilis smartphone 5G di Indonesia pada esok hari (16/6). Namun, sebelum itu kita bisa...

Techbiz.id – Masalah berita palsu alias hoaks di internet tak kunjung usai. Beberapa platform sosial media bahkan menghadirkan fitur khusus untuk ‘menjaring’ hoaks. Langkah serupa juga diambil oleh Google dalam penelusuran miliknya.

Raksasa teknologi itu memamerkan fitur untuk menjaring berita hoax. Diperkenalkan melalui acara Google I/O 2021 yang baru saja usai, perusahaan menyebut fitur itu sebagai ‘about this result’ dalam penelusuran.

- Advertisement -

Adapun fitur ini nantinya akan memberi tahu pengguna lebih banyak tentang hasil penelusuran. Dalam hal ini, Google akan berkolaborasi dengan Wikipedia. Dilansir dari Gadgetsnow (23/5), pengguna dapat melihat bagaimana situs tertentu mendeskripsikan dirinya yang dilengkapi dengan tautan ke halaman Wikipedia dari laman tersebut.

“Berdasarkan model pengeditan terbuka Wikipedia, deskripsi ini akan memberikan informasi terverifikasi dan sumber terbaru yang tersedia di Wikipedia tentang situs tersebut.” ucap Google dalam sebuah laman resminya.

Tentunya hal ini akan membantu jika situs tersebut belum pernah Anda kunjungi atau bahkan dengar sekalipun. Apalagi, jika Anda mencari sesuatu yang penting dalam Google penelusuran, seperti halnya keuangan atau perbankan.

Baca juga: Google Hadirkan Sejumlah Fitur Baru di GDocs Hingga Meet

Namun, jika ternyata situs web tidak memiliki deskripsi di Wikipedia, maka Google akan menunjukan informasi tambahan kepada pengguna. Lebih lanjut, pengguna juga dapat melihat apakah sambungan mereka ke situs tersebut aman atau tidak. Ini berdasarkan dengan penggunaan protokol HTTPS, yang mengenkripsi semua data dan situs web serta browser yang mereka gunakan.

Semua fitur tersebut mulai diperkenalkan pada pengguna di AS. Namun, akhir bulan ini diperkirakan sudah dapat menjangkau semua pengguna di seluruh dunia.

- Advertisement -

Artikel Terbaru

Realme Tetapkan Peluncuran Perangkat Dizo pada Juli 2021

Techbiz.id - Realme kini bersiap untuk merilis perangkat pertamanya di bawah sub-brand Dizo, dimana semuanya termasuk ke dalam ekosistem...

Artikel Terkait