Tuesday, June 22, 2021
Home News Kominfo Blokir Raid Forum Usai Jual 279 Data WNI

Kominfo Blokir Raid Forum Usai Jual 279 Data WNI

Must Read

Rekomendasi HP 5G Seharga Rp 3 Jutaan di Indonesia

Techbiz.id - Trend 5G terus berkembang di Indonesia. Kini, untuk merasakan langsung bagaimana performa dari HP 5G cukup menyiapkan...

Kompetisi Coding Codegoda Berhadiah Rp140 Juta

Techbiz.id - Kompetisi pemrograman global bernama Codegoda digelar Agoda dengan mengundang para pengembang software dan engineer di dunia untuk...

Punya Logo Baru, Telkomsel Buka Semua Peluang

Techbiz.id - Setelah selama 26 tahun mempertahankan identitasnya, kini Telkomsel memiliki identitas dan wajah baru dengan menghadirkan logo terbarunya. Hadirnya...

Harga dan Spesifikasi Mi 11 Lite Indonesia

Techbiz.id - Tak hanya menghadirkan versi tertinggi, Xiaomi juga merilis 'adik' dari jajaran Mi 11 Series. Dijuluki Mi 11...

Harga dan Spesifikasi Xiaomi Mi 11 Ultra Indonesia

Techbiz.id - Situasi pandemi tak menghalangi Xiaomi untuk merilis perangkat Flagship andalannya. Dikenal sebagai Xiaomi Mi 11 Ultra, smartphone...

Techbiz.id – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) kini telah memblokir situs Raid Forum usai membocorkan 279 juta data kependudukan warga negara Indonesia.

Dedy Permadi, Juru Bicara Kominfo menyebut langkah itu dilakukan guna mencegah kebocoran data penduduk meluas.

- Advertisement -

“Raid Forums teridentifikasi sebagai forum yang banyak menyebarkan konten yang melanggar perundang-undangan di Indonesia, sehingga website tersebut, termasuk akun bernama Kotz sedang dilakukan proses pemblokiran.” ujar Dedy, melalui keterangan resmi di situs Kominfo, Sabtu (22/5).

Kominfo juga turut memblokir tautan bayfiles.com, mega.nz, dan anonfiles.com yang sebelumnya digunakan untuk mengunduh data penduduk yang berhasil diretas.

Hingga kini, Dedy menyampaikan Kominfo telah mengidentifikasi jumlah data yang lebih besar dan memperluas investigasi terhadap sekitar 1 juta data yang diklaim sebagai data sampel oleh penjual.

Dari hasil investigasi secara acak terhadap data tersebut, Dedy menyebutkan Kominfo dan BSSN perlu melakukan investigasi lebih mendalam bersama dengan BPJS Kesehatan.

“BPJS segera akan memastikan dan menguji ulang data pribadi yang diduga bocor,” tuturnya

“Langkah-langkah pengamanan data akan dilakukan oleh BPJS untuk memitigasi risiko kebocoran data pribadi yang lebih luas.” imbuh Dedy.

Kendati demikian, Dedy mengatakan bahwa proses innvestigasi yang dilakukan oleh tim internal BPJS akan selalu dikoordinasikan dengan Kementerian Kominfo dan BSSN.

Baca juga: Kominfo: Data yang Bocor Diduga Identik dengan Data BPJS Kesehatan

Sebelumnya, dunia maya sempat dihebohkan dengan kasus kebocoran 279 juta data penduduk. Kebocoran ini diungkap oleh salah satu peretas di forum Raid Forums yang menjual data tersebut dengan harga 0,15 bitcoin atau sekitar Rp87 juta.

- Advertisement -

Artikel Terbaru

Realme Tetapkan Peluncuran Perangkat Dizo pada Juli 2021

Techbiz.id - Realme kini bersiap untuk merilis perangkat pertamanya di bawah sub-brand Dizo, dimana semuanya termasuk ke dalam ekosistem...

Artikel Terkait