Tuesday, June 22, 2021
Home News Menkominfo Tetapkan Penyelenggara Multipleksing TV Digital

Menkominfo Tetapkan Penyelenggara Multipleksing TV Digital

Must Read

Segera Meluncur, Samsung Galaxy Z Flip3 dan Fold3 Mulai Diproduksi

Techbiz.id - Setelah rumor mengenai spesifikasi Samsung Galaxy Z Flip3 dan Galaxy Z Fold3 banyak beredar. Kini, informasi terbaru...

Oppo Pamerkan Kemampuan Kamera Find X3 Pro 5G

Techbiz.id - Untuk memudahkan masyarakat memiliki OPPO Find X3 Pro 5G, smartphone pertama dengan fitur 1 Billion Colour ini...

Pasar Smartphone Diprediksi Tumbuh 12 Persen di 2021

Techbiz.id - Pandemi Covid-19 memberikan dampak tersendiri bagi industri smartphone, bahkan belakangan ini sejumlah proses produksi terganggu lantaran adanya...

Youtube versi iOS Akan Kebagian Fitur Picture-in-picture

Techbiz.id - YouTube akan menghadirkan fitur yang telah lama ditunggu-tunggu khusus untuk pengguna iOS. Fitur yang dikenal sebagai picture-in-picture...

Kantongi TKDN, Ponsel 5G Poco Bakal Rilis di Indonesia?

Techbiz.id - Tak ingin ketinggalan dari Xiaomi, Poco tampaknya segera menyusul dengan merilis ponsel 5G terbaru mereka di Indonesia. Dugaan...

Techbiz.id – Pemerintah menetapkan pemenang Seleksi Penyelenggara Multipleksing TV Digital Teresterial Tahun 2021 berdasarkan jumlah wilayah layanan. Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyatakan penetapan itu merupakan bagian dari kebijakan digitalisasi penyiaran dan implementasi Analog Switch Off (ASO) untuk memajukan industri penyiaran di Indonesia.

“Tim Seleksi telah mengumumkan hasil seleksi Penyelenggaraan Multipleksing Siaran TV Digital di 22 provinsi atau wilayah layanan, pada tanggal 26 April 2021 lalu. Tim Seleksi juga telah memberikan kesempatan  masa sanggah hingga 30 April 2021,” ujar Menteri Johnny dalam Konferensi Pers Virtual Penetapan Pemenang Seleksi Penyelenggara Multpleksing Siaran TV Digital Teresterial 2021, dari Media Center Kementerian Kominfo, Jakarta, Senin (03/05/2021).

- Advertisement -

Menurut Menkominfo Tim Seleksi telah memberikan jawaban serta klarifikasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan. “Oleh karenanya, pada hari ini, Kementerian Kominfo menetapkan pemenang seleksi Penyelenggara Multipleksing Siaran Televisi Digital Terestrial,” jelasnya.

Menkominfo merinci hasil resmi dari seleksi tersebut yang dirinci dengan jumlah wilayah layanan yang diperoleh antara lain Emtek Group 9 layanan, Metro 9 Layanan, NTV 2 layanan, RCTI (MNC) 9 layanan, Trans TV 9 layanan dan Viva 5 layanan. Dengan demikian, total 43 jumlah wilayah layanan dalam ketetapan pemenang seleksi tersebut.

Baca juga: Sharp Ambisi Kuasai 25% Pangsa Pasar TV Digital

Menteri Johnny menyatakan melalui penetapan hasil seleksi itu, penyelenggara multipleksing tv digital pemenang seleksi berhak atas pengelolaan maksimal 50% dari kapasitas saluran siaran multipleksing untuk program siaran afiliasi masing-masing.

“50% sisa kapasitas siaran tersebut disewakan kepada Lembaga Penyiaran Swasta (LPS), Lembaga Penyiaran Lokal (LPL), dan Lembaga Penyiaran Komunitas (LPK) melalui mekanisme yang ditetapkan oleh penyelenggara mux bersama dengan LPL dan LPK,” tegasnya.

Sebagai Lembaga Penyiaran Publik (LPP), Menteri Johnny menyatakan TVRI juga memiliki slot siaran yang dapat dimanfaatkan penyelenggara penyiaran LPS, LPL, dan LPK.  “Karena tidak semua slot di mana TVRI sebagai penyelenggara mux digunakan sepenuhnya oleh TVRI sendiri. Sehingga cadangan tersisa dapat dimanfaatkan oleh LPS, LPL dan LPK,” jelasnya.

Selanjutnya, Menkominfo meminta seluruh Penyelenggara Multipleksing Pemenang Seleksi agar dapat segera menyelesaikan segala kewajiban-kewajibannya sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan.

“Dalam hal ini yang paling penting adalah infrastruktur.Kewajiban ini menjadi prasyarat yang harus dipenuhi, dan Pemerintah akan meninjau serta mengevaluasi realisasi dari komitmen-komitmen penyelenggaraan multipleksing tersebut,” tandasnya.

Selain melakukan seleksi, menurut Menteri Johnny, Pemerintah juga sedang melakukan evaluasi atas 12 wilayah layanan atau provinsi untuk menetapkan status penyelenggara multipleksing yang hasilnya akan segera diumumkan.

“Jadi menurut Undang-Undang dan PP ada dua metode. Metode yang pertama disebut dengan seleksi mux dan kedua penetapan hasil evaluasi multipleksing didasarkan pada kesiapan lembaga penyiaran swasta (LPS) yang saat ini beroperasi di 12 wilayah layanan tersebut,” jelasnya.

Menteri Johnny mengharapkan melalui penetapan ini, LPS yang sudah terseleksi dan sudah dipilih dapat segera mengambil langkah-langkah dan persiapan. “Agar nanti pada tanggal 2 November 2022 kita akhiri bersama-sama siaran analog atau analog switch off. Dan mengawali full penyiaran digital dengan harapan bahwa industri penyiaran kita semakin berkembang pesat dan maju di era digital,” ungkapnya.

Dalam konferensi pers itu, Menkominfo didampingi Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika, Ahmad M. Ramli; Direktur Penyiaran, Geryantika Kurnia; dan Ketua Tim Evaluasi Dan Seleksi Penyelenggara Multipleksing Siaran Televisi Digital Terestrial, Marvels P. Situmorang. 

- Advertisement -

Artikel Terbaru

5 Cara Menghindari Investasi Kripto Bodong

Techbiz.id - Investasi aset kripto tengah menjadi perbincangan warganet yang memunculkan animo tinggi. Namun sayangnya tida sedikit masyarakat yang...

Artikel Terkait