Wednesday, June 23, 2021
Home Fintech Ovo Laporkan Perkembangan Platformnya Selama Pandemi

Ovo Laporkan Perkembangan Platformnya Selama Pandemi

Must Read

Tingkatkan Kualitas Produk Dalam Negeri Dunia Games Kolaborasi dengan Nevertoolavish

Techbiz.id - Mendukung gerakan nasional Bangga Buatan Indonesia, Dunia Games menghadirkan sejumlah program melalui kolaborasi dengan dua studio seni...

5 Cara Menghindari Investasi Kripto Bodong

Techbiz.id - Investasi aset kripto tengah menjadi perbincangan warganet yang memunculkan animo tinggi. Namun sayangnya tida sedikit masyarakat yang...

Pasar Smartphone Diprediksi Tumbuh 12 Persen di 2021

Techbiz.id - Pandemi Covid-19 memberikan dampak tersendiri bagi industri smartphone, bahkan belakangan ini sejumlah proses produksi terganggu lantaran adanya...

PermataBank Mudahkan Pembuatan ID Investasi Secara Online

Techbiz.id - PermataBank mengajak nasabah generasi muda untuk aktif berinvestasi dengan menghadirkan fitur e-Registration untuk pembuatan Single Investor ID (SID)...

BCA Gelar Program SYNRGY Academy Batch 3

Techbiz.id - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) kembali memulai program beasiswa pendidikan keahlian digital (digital skills) dengan menggelar...

Techbiz.id – Di tengah kondisi perekonomian yang tidak stabil sebagai dampak dari pandemi COVID-19 yang tak kunjung usai, OVO melaporkan perkembangan platformnya yang mampu terus bertahan dan bahkan dapat meningkatkan platform dan layanannya.

“Platform dan layanan  OVO selama tahun 2020 mampu tumbuh dan berekspansi berkat dukungan masyarakat dan mitra yang menjadikan OVO sebagai platform layanan finansial pilihan mereka,” kata Head of Corporate Communication OVO, Harumi Supit.

Perkembangan tersebut menurutnya sejalan dengan perluasan ekosistem OVO yang semakin berkembang dan terdiversifikasi di 2020, menghadirkan produk baru dan manfaat lebih bagi pengguna OVO melalui kolaborasi strategis yang dijalankan dengan berbagi pelaku industri, dari UMKM hingga perusahaan-perusahaan terkemuka.

Pada awal pandemi, OVO mencatat peningkatan pertumbuhan pengguna baru, yang tidak terlepas juga dari upaya OVO dalam mendukung masyarakat, baik melalui program yang bertujuan memudahkan transisi offline ke online maupun melalui donasi Patungan untuk Berbagi.

Baca juga: OVO dan Prudential Indonesia Tawarkan PRUTect Care

Performa tersebut disebutkan tidak lepas dari strategi ekosistem terbukanya yang diterapkan selama ini. Melalui ekosistem terbuka tersebut, OVO terus melakukan inovasi, peningkatan kualitas dan kolaborasi strategis yang berkelanjutan dengan banyak mitra yang kredibel seperti Bank BRI, Manulife Aset Manajemen Indonesia, Prudential Indonesia, Zalora, Lazada, Blibli, Bhinneka, HappyFresh dan masih banyak lagi. 

Pada akhir tahun, OVO sudah hadir di 426 kota/kabupaten dan lebih dari 1.500.000 merchant sudah bergabung di OVO, termasuk lebih dari lebih dari 950.000 UMKM yang telah mengimplementasikan QRIS. Jumlah pelaku UMKM yang menjadi mitra OVO bahkan meningkat sebanyak 95% sepanjang 2020 dibandingkan 2019.

perkembangan ovo

“Sebagai perusahaan dengan strategi ekosistem terbuka,  OVO terus memperluas jaringan dan menciptakan interoperabilitas dengan mitra strategis yang cukup dipercaya orang untuk membelanjakan uang mereka,” ujar Harumi.

Selanjutnya di paruh kedua tahun 2020, OVO berkolaborasi dengan mitra finansial dalam menghadirkan peluncuran layanan asuransi di aplikasi OVO yang bertajuk OVO Proteksi, dan juga peluncuran layanan OVO Investasi yang bertujuan untuk membuka akses terhadap peluang berinvestasi bagi masyarakat secara luas.

Hal ini sejalan dengan rencana strategis OVO untuk berevolusi dari platform pembayaran digital menjadi penyedia layanan finansial yang komprehensif sesuai visi OVO untuk mendorong inklusi keuangan.

“Seiring dengan perubahan strategi kami di pasar, terutama untuk mendorong inklusi keuangan, sejak 2020 kami memperluas layanan dari hanya pembayaran ke jasa keuangan melalui fitur/produk OVO | Invest dan OVO Proteksi yang merupakan hasil inovasi dan kolaborasi strategis,” imbuhnya.

OVO Invest sendiri menerima sambutan hangat dari pengguna OVO, berkat kemudahan dan keterjangkauan harga. Lebih dari 450.000 pengguna, atau sekitar setengah juta pengguna, memilih untuk mendaftar ke OVO Invest dalam 3 bulan pertama peluncuran.

Performa dan pertumbuhan pengguna baru OVO juga ditunjang dengan penunjukan OVO dalam inovasi teknologi pendistribusian bantuan sosial produktif lewat program Prakerja.

Per 31 Desember 2020, OVO telah mendistribusikan lebih dari 3 triliun rupiah kepada 1,67 juta peserta program Prakerja sebagai wujud nyata atas komitmen mendukung Pemerintah dalam memerangi pandemi COVID-19 dan mengembangkan solusi nyata bagi masyarakat luas.

“Kami akan terus memanfaatkan kapabilitas digital dan ekosistem terbuka kami untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang terus berubah, sekaligus juga mendukung pemerintah dalam mendistribusikan bantuan dan berfungsi sebagai katalis yang dapat terus mendorong ekonomi digital negara,” pungkasnya.

- Advertisement -

Artikel Terbaru

BCA Gelar Program SYNRGY Academy Batch 3

Techbiz.id - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) kembali memulai program beasiswa pendidikan keahlian digital (digital skills) dengan menggelar...

Artikel Terkait