Friday, June 25, 2021
Home Market Update Pops Worldwide Perkuat Posisi di Pasar Indonesia

Pops Worldwide Perkuat Posisi di Pasar Indonesia

Must Read

Rekomendasi 5 Ponsel Oppo untuk Menikmati 5G Indosat

Techbiz.id - Hadir di spektrum yang berbeda dengan layanan 5G yang dihadirkan oleh Telkomsel, OPPO memiliki rekomendasi beberapa ponsel...

Vivo Mulai Garap Tablet, Peluncuran Perdana Digelar di Q4 2021

Techbiz.id - Belakangan ini beredar kabar Vivo akan mulai memperluas line up perangkatnya dengan cara memasuki pasar tablet. Namun,...

Daftar Harga dan Paket Always On Kuota Besar Tri Indonesia

Techbiz.id - Untuk memenuhi kebutuhan akses internet yag semakin tinggi Tri Indonesia menawarkan Paket AlwaysOn Super dengan kuota mulai...

Teknologi XDR Jadi Tren Keamanan Siber Baru

Techbiz.id - Menghadapi tantangan yang dijumpai oleh perusahaan dan bisnis di masa pandemi ini, kalangan Industri mulai melirik tren...

Tiga Use Case 5G Indosat ini Bisa Dinikmati Masyarakat Solo

Techbiz.id - Secara komersial, layanan 5G sudah resmi dihadirkan Indosat Ooredoo untuk masyarakat Solo. Untuk menghadirkan kekuatan layanan 5G...

Techbiz.id – Pops Worldwide, perusahaan hiburan digital yang berbasis di Asia Tenggara, mengumumkan momentum pertumbuhan bisnis mereka untuk memperkuat posisi di pasar Indonesia.

Perusahaan asal Singapura ini, menyediakan berbagai konten yang telah ditonton sebanyak 52 miliar kali setiap tahunnya dan memiliki lebih dari 407 juta fans hingga saat ini.

Pada tahun 2020, perusahaan mencatat pertumbuhan 150 juta fans baru, menyematkan status sebagai powerhouse hiburan digital dengan pertumbuhan yang pesat di Asia Tenggara, dan menjadi pemimpin pasar yang jelas di antara generasi Millenial, Gen Z, dan anak-anak di Vietnam dan Thailand, dengan momentum yang kuat di Indonesia. 

Sebagai perusahaan digital yang mengutamakan konsumen, Pops Worldwide berencana untuk meningkatkan pertumbuhan dan berambisinya untuk meluaskan pasar mereka ke Filipina di masa yang akan datang, untuk menghubungkan brands dan content creators ke audiens yang lebih banyak.

Sejak didirikan pada 2007, POPS WORLDWIDE telah membangun posisi yang kuat di pasar-pasar utamanya meliputi Vietnam, Thailand, dan Indonesia, menjadi pemain terbesar di industri hiburan digital Asia Tenggara.

Baca juga: Brand Harus Manfaatkan Ruang Digital Hadapi Pandemi

Di Indonesia sendiri, Pops Worldwide memiliki sekitar 8 juta pengguna, dan telah membantu 30 brand terkenal seperti Indofood, Grab, Gojek, Blibli.com, Snack Video, Mandiri dan BRI untuk menjalankan campaign mereka melalui Pops Worldwide. Serta sekitar 40 creator di jaringan mereka, termasuk Rizky Riplay dengan 6,16 juta subscriber, DJ Desa dengan 3,46 juta subscriber dan Jessica Effendy dengan 1,09 juta subscriber.

Pendekatan berskala dan multi-kanal, termasuk dengan melibatkan platform pihak ketiga seperti YouTube, Facebook, Apple Music, Spotify, Google Play Music, dan Amazon Music, telah menjadi pendorong hubungan antara brand dan content creator dengan pengguna di Asia Tenggara, wilayah dengan nuansa kultural yang bervariasi dan demografi yang beragam. 

Perusahaan ini telah bekerja dengan sejumlah brand global terkemuka seperti Warner Media, NBCUniversal, Discovery, TV Asahi, The Pokemon Company dan Toei Animation.

CEO dan Founder Pops Worldwide, Esther Nguyen, mengatakan, Pops Worldwide lahir dari visi awal dirinya untuk membangun suatu ‘Spotify untuk Vietnam’.  Sekarang, ini telah tumbuh lebih besar dari apa yang diperlihatkan Spotify.

“Pops Worldwide kini menjadi pilihan utama di Asia Tenggara untuk semua hiburan digital, termasuk musik, hiburan, edutainment, komik, dan anime,” ucapnya.   

Esther menambahkan bahwa mereka berharap untuk terus mendorong pertumbuhan dengan mengembangkan diri di Asia Tenggara termasuk Filipina di masa mendatang, salah satu ekonomi digital dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara, menghubungkan brand dan content creator ke wilayah dinamis ini, dengan berbagai kelompok usia, latar belakang budaya dan demografi berusia di bawah 35 tahun yang semakin paham teknologi.

Selain menyediakan akses untuk brand dan content creator ke pengguna di Asia Tenggara, POPS WORLDWIDE juga membantu mereka melokalisasi konten untuk berbagai audiens yang berbeda di setiap pasar, sekaligus mempertahankan orisinalitas dan integritas artistiknya. 

Pops Worldwide menyajikan konten premium populer dan gratis seperti serial anime Jepang Naruto, Pokemon dan Doraemon untuk dinikmati anak-anak berusia antara 9 hingga 12 tahun, Gen Z dan Millenial.  Hal itu termasuk subtitle dan pengisi suara dalam bahasa lokal, membantu brand dan content creator terhubung dan terlibat dengan audiens mereka dengan lebih efektif dan otentik. 

Selain POPS Anime, Pops Worldwide juga menawarkan berbagai vertikal konten yang menargetkan berbagai audiens khusus termasuk POPS Music, POPS Kids, POPS Comic, dan POPS eSports.

“Dengan kesuksesan kami di Vietnam, Thailand, dan Indonesia, kami berharap dapat terus menyediakan skalabilitas kepada brand dan content creators global dengan memberi mereka akses yang tak terhingga ke beragam audiens dan ekosistem digital yang berkembang pesat di Asia Tenggara,” ungkap Esther.

POPS WORLDWIDE saat ini telah memperoleh pendanaan senilai 37 juta dolar AS termasuk pendanaan Seri C senilai 30 juta dolar AS pada tahun 2019, yang dipimpin oleh Eastbridge Partners and Mirae Asset-Naver Asia Growth Fund, sebuah inisiatif bersama antara Mirae Asset Financial Group dan Naver Corporation.

Perusahaan juga berharap untuk meningkatkan inovasi, pertumbuhan, dan perkembangannya di Asia Tenggara, mulai dari Filipina, serta memperkuat kehadirannya Indonesia yang bertumbuh pesat. Selain itu, perusahaan ini juga berencana membuka kantor di Jepang yang berfokus kepada kemitraan dan akuisisi, serta berkembang ke luar Asia Tenggara, menuju Asia untuk meraih lebih banyak peluang bisnis. 

- Advertisement -

Artikel Terbaru

XL Axiata Perluas Jaringan di Sulawesi Utara

Techbiz.id - Perluasan jaringan data yang berkualitas dilakukan XL Axiata di Provinsi Sulawesi Utara agar bisa memfasilitasi kebutuhan digitalisasi...

Artikel Terkait