Monday, July 26, 2021
Home Devices Bakal 'Hapus' Password, Apple Janjikan Keamanan Tingkat Tinggi

Bakal ‘Hapus’ Password, Apple Janjikan Keamanan Tingkat Tinggi

Must Read

Harganya Rp 3 Jutaan, Ini Spesifikasi Vivo Y53s di Indonesia

Techbiz.id - Vivo kembali menambah daftar perangkatnya di Indonesia dengan memperkenalkan Vivo Y53s. Diklaim sebagai smartphone terbaik dikelasnya yang...

Cari Talenta Baru, Resso Ajak Musisi Independen Pahami Proses Talent Scouting

Techbiz.id - Ada banyak cara untuk sukses dan menjadi bintang di dunia musik. Kompetisi menyanyi atau band, audisi terbuka,...

Layanan VoLTE XL Axiata Jangkau 224 Kota/Kabupaten

Techbiz.id - Jangkauan wilayah layanan Voice over LTE (VoLTE) milik XL Axiata hingga Juni 2021 dilaporkan sudah bisa dinikmati...

Mengintip Spesifikasi Redmi Note 10 5G yang Tiba Pekan Ini

Techbiz.id - Xiaomi memastikan Redmi Note 10 5G akan meluncur pada 22 Juli mendatang. Lantas bagaimana spesifikasi Redmi Note...

Konsep Shoppertainment Jadi Tren Pemasaran Mega Sales

Techbiz.id - Konsep Shoppertainment atau belanja sambil mencari hiburan diprediksi akan merajai tren pemasaran selama periode festival belanja atau...

Techbiz.id – Peran password sangatlah penting. Tak heran jika para hacker yang mencoba meretas demi menemukan akses kata sandi tersebut. Seperti beberapa waktu lalu, jagat maya sempat dihebohkan dengan kabar mengenai kebocoran 8,4 miliar password (kata sandi) pengguna dalam forum hacker.

Melihat peran penting password, Apple pun berencana untuk ‘menghapus’ hal tersebut. Pemilik iPhone ini tengah berupaya membangun metode login yang lebih aman. Menurut laporan, perusahaan yang berbasis di Cupertino ini akan mencoba Passkeys barunya di iCloud Keychain di iOS 15 dan macOS Monterey.

Perlu diketahui, Apple pada akhirnya tidak akan mematikan password. Dengan kata lain, saat pengguna berupaya login ke aplikasi dan platform masih memerlukan metode otentikasi yang menggunakan nama pengguna. Namun, akan diperkuat dengan adanya sistem baru yang menggunakan beberapa metode untuk memastikan bahwa hanya pemegang yang sah yang dapat mengaksesnya.

Dengan begitu, maka jika pengguna masih menggunakan kata sandi untuk otentikasi, Apple akan membuatnya tidak berguna. Bahkan jika peretas mencuri kata sandi, mereka tidak akan dapat menggunakannya lantaran perlu otentikasi lebih lanjut, seperti dilansir dari BGR (14/6).

Kendati demikian, program keamanan tersebut masih belum siap digunakan. Inilah alasan utama mengapa Apple tidak merincinya selama ajang WWDC 2021. Namun kemudian, Apple dikabarkan mengadakan pertemuan untuk pengembang, di mana perusahaan Cupertino memberikan beberapa detail.

Pada presentasi tersebut, Apple mengatakan bahwa mereka ingin pengguna iPhone, iPad, dan Mac dapat masuk melalui nama pengguna yang dikombinasikan dengan ID Wajah, ID Sentuh, atau kunci keamanan fisik. Secara teoritis, peretas masih dapat mengakses data otentikasi ini. Tetapi dalam praktiknya, hampir tidak mungkin.

Baca juga: Apple Garap Fitur Wireless Charging untuk iPad Pro

Meski terdengar cukup hebat, ada beberapa kekurangan dari sistem tersebut. Jika pengguna kehilangan akses ke perangkat keras yang menjalankan otentikasi ID Wajah atau ID Sentuh, maka tidak akan dapat masuk ke aplikasi/layanan. Kemudian, pengguna juga tidak akan bisa mengakses akun online yang sama dari Android dan Windows.

Sayangnya hingga kini belum bisa dipastikan kapan sistem keamanan Apple tersebut akan rampung, mengingat masih terlalu dini untuk menyimpulkan.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Artikel Terkait

Artikel Terbaru

Resmi di Indonesia, Ini Spesifikasi Samsung Galaxy M32

Techbiz.id - Samsung Galaxy M32 akhirnya secara resmi telah dijual di Indonesia. Ponsel pintar ini dipasarkan seharga Rp 3...