Tuesday, June 22, 2021
Home News Human Machine Interface Bakal Digunakan Kendaraan Listrik

Human Machine Interface Bakal Digunakan Kendaraan Listrik

Must Read

Alibaba Kurangi Emisi Karbon di Festival Belanja 618

Techbiz.id - Alibaba melaporkan berhasil mengurangi emisi karbon melalui ajang penjualan di pertengahan tahun yang digelarnya dengan nama Festival...

Punya Logo Baru, Telkomsel Buka Semua Peluang

Techbiz.id - Setelah selama 26 tahun mempertahankan identitasnya, kini Telkomsel memiliki identitas dan wajah baru dengan menghadirkan logo terbarunya. Hadirnya...

Nonton di Amazon Prime Video Lebih Murah Pakai Telkomsel

Techbiz.id - Telkomsel meluncurkan paket Amazon Prime Video Mobile Edition untuk menghadirkan pengalaman baru dalam menikmati layanan streaming video terkemuka di dunia. Dengan...

Segera Meluncur, Samsung Galaxy Z Flip3 dan Fold3 Mulai Diproduksi

Techbiz.id - Setelah rumor mengenai spesifikasi Samsung Galaxy Z Flip3 dan Galaxy Z Fold3 banyak beredar. Kini, informasi terbaru...

Royal Enfield Kembangkan Sistem Navigasi Digital Canggih

Techbiz.id - Royal Enfield memperkenalkan teknologi navigasi yang menjadi pionir dan telah dipatenkan, yaitu Royal Enfield Tripper pada lini terbarunya,...

Techbiz.id – General Motors (GM) memilih Platform grafis real time Unreal Engine milik Epic juga memotori Human Machine Interface (HMI) pada mobil Hummer tenaga listriknya yang baru.

Menurut Dean Reinhard, Evangelist dan Technical Account Manager di Epic Games Southeast Asia, akan mudah untuk melihat antarmuka pengguna dengan banyak grafis dan didesain dengan cepat untuk menarik perhatian.

‘Inilah salah satu alasan pemilihan teknologi Human Machine Interface (HMI) ini, dengan semakin banyak monitor besar yang menyediakan permukaan mulus dan besar untuk kreativitas desainer,” jelasnya.

Namun, keuntungan yang dipilih GM untuk disoroti lebih strategis adalah kemampuan untuk dengan cepat mengembangkan cara untuk sistem baru, dalam hal ini adalah elektrifikasi yang berguna untuk berkomunikasi dengan pengemudi.

Baca juga: Xiaomi Terjun ke Bisnis Kendaraan Listrik

Teknologi gaming menurutny menyelesaikan sejumlah masalah. Salah satu yang pertama adalah memecahkan bagaimana area kendali baru ini seharusnya berhubungan dengan penumpang kendaraan tersebut.

“Saat Anda memutuskan cara untuk menampilkan informasi mengenai status pengisian daya dan regenerasi energi, atau lokasi bahaya dan kebutuhan urgensi untuk mengembalikan kendali kepada pengemudi, tidak ada pengalaman puluhan tahun yang bisa dijadikan referensi. Mesin game memberikan kebebasan baru bagi desainer untuk mencari cara yang paling efektif (dan paling terhubung) untuk mengomunikasikan informasi ini, serta cara yang cepat dan efisien untuk membangun dan menguji setiap opsi untuk menciptakan Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) atau sistem pendukung yang bisa menjadikan kendaraan lebih aman dibandingkan dengan mengendarai kendaraan dengan cara yang konvensional,” tambah Dean Reinhard.

HMI masa depan harus bisa dikonfigurasikan untuk kendaraan perseorangan, bisa disesuaikan dengan tiap penumpangnya dan bisa diupdate sepanjang hidup kendaraan tersebut

Hal ini membawa kita ke langkah besar selanjutnya: pembaruan over the air dan layanan berbasis cloud. Roadmap teknis untuk HMI ternyata penting, tak hanya untuk kesuksesan pemanfaatan teknologi kendaraan baru, tetapi juga aliran pendapatan baru.

Telepon genggam adalah pintu gerbang ke layanan tambahan dan personalisasi. Namun, dalam satu kendaraaan, hal ini bisa jadi lebih canggih. Bagaimana dengan pengalaman augmented reality yang memberikan fakta-fakta menarik dan cerita mengenai landmark yang disoroti saat Anda melintas?

”Saat teknologi kendaraan dan layanan berevolusi, HMI menjadi titik sentuh yang paling kuat antara produk industri kami dan pelanggan kami, dengan Unreal Engine yang membantu untuk mempercepat pengembangan ini,” ucap Dean Reinhard.

Di Indonesia, Kementerian Industri Republik Indonesia mencatat, industri otomotif telah memberikan kontribusi yang signifikan bagi perekonomian Indonesia, dengan investasi di sektor ini mencapai Rp99,16 trilliun dan produksi 2,35 juta unit mobil setiap tahun yang menyerap lebih dari 1,5 juta tenaga kerja dari seluruh rantai pasok industri otomotif.

Pemerintah menargetkan sebelum 2025, 20 persen dari semua kendaraan yang diproduksi di Indonesia adalah kendaraan listrik yang terdiri dari kendaraan hybrid, plug-in-hybrid dan bertenaga baterai.

- Advertisement -

Artikel Terbaru

Harga dan Spesifikasi Vivo V21 di Indonesia

Techbiz.id - Usai menghadirkan Vivo V21 5G, Vivo kembali meluncurkan versi 4G di Indonesia, Selasa (22/6). Vivo V21 kali...

Artikel Terkait