Tuesday, July 27, 2021
Home Market Update Pasar Smartphone Diprediksi Tumbuh 12 Persen di 2021

Pasar Smartphone Diprediksi Tumbuh 12 Persen di 2021

Must Read

Smartfren Fiber in the Air, Internet Stabil dan Hemat Biaya

Techbiz.id - Smartfren Business meluncurkan Fiber in the Air, sebuah solusi internet untuk keperluan bisnis, yang memanfaatkan akses radio...

Tablet HarmonyOs Huawei Siap Ramaikan Pasar Indonesia

Techbiz.id - Huawei memastikan tablet pertama yang didukung oleh sistem operasi HarmonyOS 2, HUAWEI MatePad 11, akan tersedia untuk...

Konsep Shoppertainment Jadi Tren Pemasaran Mega Sales

Techbiz.id - Konsep Shoppertainment atau belanja sambil mencari hiburan diprediksi akan merajai tren pemasaran selama periode festival belanja atau...

Telkomsel Sediakan Paket Darurat

Techbiz.id - Untuk menghadirkan produk dan layanan yang lebih terjangkau di tengah keterbatasan, Telkomsel menghadirkan Paket Darurat. Terdapat juga ragam...

Gabungkan Seni dan Teknologi, OPPO Renovator 2021 Digelar

Techbiz.id - OPPO secara resmi meluncurkan OPPO Renovator 2021 untuk menjadi wadah bagi para kreator muda untuk mengekspresikan masa...

Techbiz.id – Pandemi Covid-19 memberikan dampak tersendiri bagi industri smartphone, bahkan belakangan ini sejumlah proses produksi terganggu lantaran adanya kekurangan chip.

Namun, tampaknya masih ada harapan yang lebih baik. Menurut lembaga riset, Canalys, industri smartphone global akan tumbuh sebesar 12 persen pada tahun 2021, dan pengiriman smartphone akan mencapai 1,4 miliar unit.

Laporan tersebut menunjukkan bahwa dibandingkan dengan tahun 2020, pengiriman smartphone telah mencapai pemulihan yang kuat. Tahun lalu, pengiriman smartphone turun 7% karena pembatasan ketat di pasar.

Hal tersebut setidaknya mulai melunak usai vaksin virus corona baru terus menjangkau berbagai negara dan momentum epidemi virus corona baru melemah.

Seperti yang dikatakan Manajer Riset Canalys Ben Stanton, “Ketahanan industri ponsel cerdas cukup luar biasa. Ponsel cerdas sangat penting untuk membuat orang tetap terhubung dan terhibur.”

“Begitu banyak yang menghabiskan pendapatan mereka untuk membeli smartphone baru.” lanjutnya dalam posting blog resmi Canalys, Minggu (20/6).

Baca juga: IDC : Pertumbuhan Smartphone 2021 Capai Rekor Tertinggi Sejak 2015

Dirinya juga menambahkan bahwa pandemi mendorong hadirnya inovasi, terutama pada saluran, dimana harus berubah atau bahkan berhenti. Alhasil, “negara-negara telah melihat lonjakan online, yang telah mendorong distributor untuk menilai kembali jejak offline mereka,” ungkapnya.

Dukungan kuat smartphone 5G

Laporan dari Canalys juga menyebutkan ada
momentum kuat smartphone 5G di balik kenaikan pasar smartphone global tahun ini. Perangkat 5G yang menyumbang 37% dari pengiriman global di Q1, dan diperkirakan kembali mengambil peran.

“(perangkat 5G) akan menyumbang 43% untuk setahun penuh sebanyak 610 juta unit. ” ungkap Ben.

Adapun kenaikan itu dilaporkan akan didorong oleh persaingan harga yang ketat antar vendor, dengan banyak yang mengorbankan fitur lain, seperti tampilan atau daya, untuk mengakomodasi 5G di perangkat termurah.

“Pada akhir tahun, 32% dari semua perangkat 5G yang dikirimkan akan berharga kurang dari US$300. Sudah waktunya untuk adopsi massal.” tuturnya.

Bahkan, menurut data yang ditampilkan, Canalys menyebutkan bahwa perangkat 5G akan mengambil alih pasar pada tahun 2023, dimana menyumbang 69 persen dengan total mencapai lebih dari 1000 unit.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Artikel Terkait

Artikel Terbaru

Resmi di Indonesia, Ini Spesifikasi Samsung Galaxy M32

Techbiz.id - Samsung Galaxy M32 akhirnya secara resmi telah dijual di Indonesia. Ponsel pintar ini dipasarkan seharga Rp 3...