Monday, July 26, 2021
Home News Tanda Tangan Digital Jadi Faktor Penting Adopsi Digital

Tanda Tangan Digital Jadi Faktor Penting Adopsi Digital

Must Read

Instagram Stories Kini Mampu Terjemahkan Lebih dari 90 Bahasa

Techbiz.id - Dengan popularitas Instagram yang mencapai tingkat global, sebagian Kalian mungkin saja akan menemukan Stories dengan bahasa asing...

Update Harga Redmi Note 9 Juli 2021, Turun Rp 500 Ribu!

Techbiz.id - Hadir di Indonesia dengan dua kapasitas, salah satu Redmi Note 9 kini dibanderol dengan harga yang lebih...

Lebih Mudah, Twitter Hadirkan Opsi Masuk dengan Akun Google

Techbiz.id - Twitter agaknya tak ingin mempersulit pengguna dalam proses log-in (masuk) ke akun mereka masing-masing. Melalui opsi tambahan...

Pengguna Vivo Sudah Bisa Nikmati 5G, Begini Caranya

Techbiz.id - Pengguna smartphone Vivo yang telah mendukung jaringan 5G, yaitu vivo V21 5G, vivo X60, dan vivo X60...

TV Sony Bravia XR Terbaru Bikin Betah Nonton di Rumah

Techbiz.id - Sony Indonesia meluncurkan televisi BRAVIA XR terbaru yaitu Z9J 8K LED dan A80J OLED. Didukung dengan Cognitive Processor...

Techbiz.id – Salah satu infrastruktur penting bagi adopsi inovasi digital saat ini adalah tanda tangan elektronik, khususnya dalam memenuhi otentikasi dokumen penting.

Menurut, Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Pasal 11 tanda tangan elektronik memiliki kekuatan hukum dan akibat hukum yang sah selama memenuhi persyaratan. Namun demikian merancang produk tanda tangan elektronik menjadi tantangan penting bagi penyedia tanda tangan elektronik.

Sekretaris Jenderal Kementerian Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kominfo), Mira Tayyiba mengatakan, ada urgensi yang semakin besar untuk membangun dan menumbuhkan kepercayaan di lingkungan digital. Untuk itu, Kementerian Kominfo telah meresmikan Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE) dan Tanda Tangan Elektronik (TTE) yang sekaligus bertujuan meminimalkan pemalsuan dokumen di Indonesia.

“Pemerintah, pelaku bisnis, dan para konsumen serta nasabah tentunya harus dapat merasa aman dan terlindungi saat melakukan transaksi dan aktivitas online,” ungkapnya.

Tanda tangan elektronik adalah faktor pendukung utama untuk membangun kepercayaan dalam bertransaksi secara digital. Berbeda dengan tanda tangan basah yang dibubuhkan langsung secara fisik, tanda tangan elektronik memungkinkan seseorang atau entitas bisnis membuktikan identitas resmi dan memberi persetujuan terhadap suatu dokumen yang dipertukarkan secara online.

Baca juga: Industri Fintech Bantu Menggerakan Perekonomian

Sementara itu menurut Wakil Sekretaris Jenderal AFTECH, Dickie Widjaja, di saat adopsi layanan keuangan digital (termasuk fintech) meningkat akibat pandemi, sangat penting bagi masyarakat untuk meningkatkan pemahaman terhadap produk dan layanan fintech, serta membangun kesadaran akan perlindungan data.

“Dibutuhkan koordinasi dan sinergi berbagai pihak dalam mengembangkan layanan keuangan digital yang andal, aman dan terpercaya,” tegasnya.

AFTECH sebagai wadah pelaku industri fintechdi Indonesia menurutnya terus mendorong anggotanya untuk meningkatkan kemudahan akses dan keamanan terhadap layanan keuangan melalui inovasi teknologi, termasuk lewat tanda tangan elektronik.

“AFTECH juga berkomitmen untuk terus meningkatkan edukasi konsumen serta mengedepankan perlindungan konsumen,” imbuh Dickie.

CEO PT Indonesia Digital Identity (VIDA) sebgai penyedia solusi tanda tangan digital, Sati Rasuanto menyampaikan, low touch economy menjadi konsep sekaligus terobosan baru bagi dunia bisnis yang mengarah pada ‘minim sentuhan’ atau ‘bebas sentuhan’ dalam berinteraksi dan bertransaksi.

“Tanda tangan elektronik yang aman merupakan metode yang paling efektif dan mudah diimplementasikan untuk memberikan akuntabilitas pada transaksi elektronik. Penggunaannya sebagai wujud perwakilan identitas tersertifikasi secara digital yang sah dan validitasnya terjamin baik untuk individu maupun perusahaan,” ungkapnya.

Di era transformasi digital, penggunaan tanda tangan elektronik adalah solusi untuk adopsi Proses Digitalisasi Bisnis. Pemanfaatan 100% digitalisasi dapat membantu dalam peningkatan keuntungan dan kepuasan pelanggan.

Efisiensi, Otomatisasi dan Integrasi dengan sistem berjalan dinilai mampu mengurangi keterlambatan dan menghilangkan proses manual guna mempercepat akselerasi bisnis dalam mendapatkan persetujuan (Approval), Tanda Tangan Elektronik  dapat bekerja di device apa saja dan dimana saja.

Adopsi teknologi digital yang kuat juga harus diimbangi dengan kemampuan literasi digital dan landasan hukum yang baik. Tanda tangan elektronik merupakan enkripsi dari konten digital dan sertifikat digital untuk menjamin identitas, integritas, nirsangkal dokumen digital dan transaksi elektronik, dianggap tepat untuk menjadi salah satu identitas secara digital di Internet.

Inovasi dan teknologi yang ditawarkan oleh penyelenggara tanda tangan elektronik tersertifikasi di Indonesia, termasuk VIDA, diharapkan dapat mendukung transformasi digital, terutama dari sisi keamanan dan privasi informasi dengan memanfaatkan identitas tersertifikasi secara digital yang aman dan terpercaya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Artikel Terkait

Artikel Terbaru

Resmi di Indonesia, Ini Spesifikasi Samsung Galaxy M32

Techbiz.id - Samsung Galaxy M32 akhirnya secara resmi telah dijual di Indonesia. Ponsel pintar ini dipasarkan seharga Rp 3...