Rabu, Juni 29, 2022
BerandaDigiBizTMI: Peluangnya Masih Bagus Untuk Bikin Startup

TMI: Peluangnya Masih Bagus Untuk Bikin Startup

Must Read

Techbiz.id – Venture Capiital Telkomsel Mitra Inovasi (TMI) menilai potensi startup Indonesia untuk berkembang masih sangat positif terlebih saat ini ada startup lokal yang akan melakukan Initial Public Offering (IPO).

Meski di tahap awal sebanyak sembilan dari sepuluh startup mengalami kegagalan, menurut Direktur Utama TMI Marlin R. Siahaan, potensi startup Indonesia untuk mendapatkan investasi dari venture capital masih sangat besar. Indikasi ini bisa terlihat dari jumlah investor yang masuk tumbuh dua kali lipat di Indonesia.

TMI sendiri dalam menyalurkan investasinya disampaikan Marlin masih berfokus pada pendanaan seri A dan seri B dimana startup penerima pendanaan bukan berada pada tahap awal pendirian.

“Investasi yang diberikan TMI memang tidak terlalu besar dan tidak pada tahap awal. Pada tahapan yang menjadi fokus TMI tingkat kegagalan startup berkurang karena sudah melewati berbagai tantangan dan rintangan,” jelasnya.

Baca juga: TMI Gelontorkan Pendanaan Seri B untuk Startup Amerika

Lebih lanjut disampaikan Marlin, karena terkoneksi dengan Telkomsel, startup yang berada di bawah naungan TMI akan dapat memanfaatkan bisnis unit Telkomsel sehingga akan membantu meningkatkan keberhasilan startup dalam mengembangkan bisnisnya.

Sehingga TMI memberikan dukungan bukan dalam bentuk investasi modal semata, melainkan juga memperkuat synergy value melalui pemanfaatan keunggulan aset yang dimiliki Telkomsel serta mengutamakan kolaborasi jangka panjang dengan para pelaku startup dalam menghadirkan solusi terdepan yang memberikan manfaat sosial digital bagi setiap lapisan masyarakat secara lebih luas.

Potensi startup indonesia
Direktur Utama TMI, Marlin R. Siahaan

“Hal ini sudah dilakukan dengan beberapa portofolio TMI, bahwa berkat bersinergi dengan Telkomsel menjadi peluang yang bagus bagi startup dan mereka semakin berkembang bisnisnya sehingga bisa masuk ada series berikutnya,” tegas Marlin.

TMI disampaikan Marlin fokus di lima sektor yakni komersial dan advertising, media dan entertainment, connected devices & hardware, Data Analytics serta Infrastruktur dan Jaringan.

Selama ini TMI telah giat mengakselerasi pertumbuhan startup di sektor-sektor tersebut dengan memanfaatkan sumber daya Telkomsel, mengakselerasikan inovasi (accelerate), menyediakan dana tambahan untuk memaksimalkan potensi bisnis (additional funds), serta menghubungkan para startup dengan ekosistem investor lainnya (affiliate).

“TMI akan semakin dikembangkan untuk membuka berbagai peluang kolaborasi dan pemberdayaan startup lebih luas lagi. Sudah ada banyak hal yang telah kami persiapkan untuk merealisasikan berbagai rencana strategis dalam beberapa waktu ke depan,”imbuhnya.

TMI juga membuka peluang investasi bagi perusahaan rintisan global yang memiliki rencana pengembangan bisnis yang matang untuk memaksimalkan potensinya di Indonesia, sehingga diharapkan juga dapat mendorong perkembangan positif bagi ekosistem digital tanah air.

Salah satunya, TMI telah berhasil menjembatani kolaborasi yang terjalin antara Roambee, startup asal Silicon Valley USA dengan Telkomsel dalam menghadirkan Asset Performance Management, solusi end-to-end berbasis IoT yang dapat digunakan untuk memonitor lokasi dan kondisi produk atau aset perusahaan seperti suhu, kelembapan, dan tekanan udara secara real-time. 

“Semoga segala upaya tersebut mampu mendorong pemberdayaan calon digital-preneurs di Indonesia dan dunia melalui pemanfaatan ekosistem digital yang dimiliki oleh Telkomsel, demi penguatan ekosistem digital Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Terkait

Artikel Terkait

ASUS Akan Menghadirkan Seri Vivobook 13 Slate OLED Artist Edition, Dijual Terbatas!

Techbiz.id - ASUS baru saja meluncurkan laptop terbarunya, vivobook 13 Slate OLED, di Indonesia pada (29/06). Laptop detachable yang membawa...