Sabtu, November 27, 2021
BerandaNewsAutodesk Dorong Transformasi Digital Jasa Konstruksi

Autodesk Dorong Transformasi Digital Jasa Konstruksi

Must Read

Techbiz.id – Autodesk mendorong transformasi digital dan keamanan siber di sektor jasa konstruksi dengan mempertemukan para perwakilan dari pemerintah dan sektor swasta dalam sesi berbagi pengetahuan.

Indonesia merupakan salah satu pasar konstruksi dengan pertumbuhan tercepat di kawasan ini dan pemerintah secara aktif mendorong perusahaan-perusahaan untuk memanfaatkan teknologi dan melakukan digitalisasi di sektor konstruksi.

Sebagai contoh, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan (KemenPUPR) sudah memperluas pemanfaatan teknologi Building Information Modelling (BIM) untuk pembangunan jalan dan terowongan, selain menggunakannya untuk pembangunan gedung-gedung pemerintah.

“Sesuai dengan target Bapak Presiden untuk mengembangkan ekonomi digital Indonesia, Bapak Menteri Basuki Hadimuljono sudah memberikan mandat untuk penggunaan BIM sebagai bagian dari transformasi digital di kementerian. Targetnya adalah untuk mewujudkan tata kelola yang baik dengan transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi dan keadilan,” ucap Nazib Faizal, Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi, KemenPUPR.

Sejak mengadopsi BIM, KemenPUPR melihat nilainya yang besar dalam mendukung pengambilan keputusan perancangan, meningkatkan kinerja bangunan dan efisiensi proyek-proyek kami secara keseluruhan.

“BIM juga memegang peran kunci dalam membantu kami beradaptasi dengan lingkungan yang semakin digital pada saat ini, sehingga memastikan bahwa proyek-proyek infrastruktur penting tersebut bisa berjalan dan diselesaikan dengan keterlambatan yang minimal,” ucapnya

Namun, tidak bisa dihindari bahwa digitalisasi juga meningkatkan kerentanan terhadap serangan siber. Bahkan, anomali siber di Indonesia meningkat hampir dua kali lipat, mencapai lebih dari 495 juta kasus di tahun 2020 sebagai akibat dari kerja jarak jauh. Ini adalah angka tertinggi yang tercatat oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Ketika mulai melangkah dengan roadmap Indonesia Digital 2021-2024, Indonesia mengharapkan kerja sama yang kuat antara sektor publik dan swasta untuk memajukan target mewujudkan ‘Connected Indonesia’.

Disusun pada Februari tahun ini, target roadmap digital Indonesia adalah meningkatkan konektivitas untuk menjembatani kesenjangan digital bangsa. Untuk mengakselerasi kemajuan, pemerintah berkolaborasi dengan perusahaan-perusahaan teknologi global untuk membantu mengembangkan lanskap digital bangsa.

Autodesk dilibatkan karena memiliki keahlian yang kuat dalam teknologi dan kebijakannya di berbagai industri termasuk arsitektur, rekayasa, konstruksi, desain dan manufaktur, serta hiburan.

“Mempercepat transformasi digital Indonesia sekaligus memastikan era digital yang inklusif, produktif, dan aman adalah upaya kolektif merupakan upaya kolektif yang membutuhkan kolaborasi diantara seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, sektor bisnis, media, akademisi, dan masyarakat,” kata Dedy Permadi, Juru Bicara dan Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika untuk Kebijakan Digital dan Sumber Daya Manusia.

Sebagai pemimpin dalam software desain 3D, rekayasa dan hiburan, Autodesk memiliki rekam jejak implementasi transformasi digital yang sudah terbukti dalam penggunaan teknologi-teknologi canggih seperti Architecture, Engineering, and Construction (AEC) Industry Collection dan BIM 360 sebagai bagian dari Autodesk Construction Cloud untuk mengotomatisasi alur kerja untuk meningkatkan produktivitas.

Autodesk berkomitmen untuk melindungi dan mengamankan data miliknya dan data milik pelanggan. Dibangun dengan pengalaman lebih dari 35 tahun, Autodesk Security Framework mengintegrasikan fitur-fitur keamanan seperti perlindungan endpoint, manajemen identitas dan akses, patching dan hardening, dan keamanan ofensif untuk melindungi investasi pelanggan di setiap tahap.

Penelitian menemukan bahwa berbagai organisasi memiliki peluang satu dari tiga untuk mendapat serangan malware ketika mereka menginstal software yang tidak berlisensi.

Mengatasi serangan siber seperti ini tidak hanya membutuhkan biaya besar – karena setiap serangan rata-rata bisa membebani perusahaan dengan biaya sebesar USD2.4 juta, dan membutuhkan waktu hingga 50 hari untuk mengatasinya—serangan siber juga bisa mengganggu kepentingan nasional seperti perekonomian, infrastruktur, kesehatan masyaratan, dan keamanan.

Selain itu, Indonesia menghadapi tingkat pembajakan software yang tinggi, sehingga membuatnya semakin rentan terhadap terhadap ancaman siber.

“Salah satu cara untuk menjamin keamanan siber yang komprehensif adalah dengan menggunakan sistem dan perangkat elektronik yang sesuai dengan hukum dan undang-undang yang berlaku,” kata Dedy Permadi. “Dengan manajemen risiko keamanan siber yang melibatkan perencanaan dan monitoring menyeluruh, berbagai organisasi dapat mengoptimalkan potensi transformasi digital yang mengalami percepatan.”

Dengan mempertemukan para perwakilan dari sektor publik dan swasta dalam sesi berbagi pengetahuan demi mendorong kemajuan, Autodesk, Kedutaan Besar Amerika Serikat dan Pemerintah Indonesia berharap dapat mengembangkan roadmap awal untuk membantu memperkuat fondasi keamanan siber negara.

“Autodesk berkomitmen membantu pasar Indonesia dalam melakukan transformasi digital. Sejak 2018 kami sudah berkolaborasi dengan perusahaan-perusahaan lokal seperti Waskita Karya, salah satu perusahaan konstruksi terbesar milik negara, untuk mendorong pemanfaatan solusi digital dalam sektor konstruksi,” jelas Haresh Khoobchandani, Vice President of Asia Pacific, Autodesk.

Terkait

Artikel Terkait

Samsung Galaxy A03 Resmi Meluncur, Bawa Kamera 48MP

Techbiz.id - Setelah memperkenalkan Galaxy A03 Core, Samsung kembali merilis smartphone baru- Samsung Galaxy A03. Penerus Galaxy A02 ini dibekali...