Minggu, Oktober 2, 2022

Blue Aqua Kembangkan Solusi IoT Budi Daya Ikan dan Udang

Techbiz.id – Blue Aqua International, perusahaan konsultan dan budidaya akuakultur internasional, akan bermitra dengan SAS dan Hewlett Packard Enterprise (HPE) untuk mengembangkan aplikasi “Smart Aquaculture Solution” guna mendorong produksi lokal ikan dan udang wilayah Asia, termasuk Singapura, Thailand, Indonesia, Vietnam, dan India.

Kemitraan ini akan menjadi suatu ekosistem kolaboratif yang mendukung industri akuakultur lokal wilayah Asia melalui pengembangan aplikasi smart aquaculture solustion bagi para pembudidaya ikan dan udang.

Didukung program aplikasi smart aquaculture solution buatan (AI), aplikasii ini meliputi aplikasi seluler yang diprakarsai oleh platform SAS Viya. Lewat aplikasi tersebut, pembudidaya dapat mengetahui informasi parameter penting akuakultur, seperti kualitas air, pengelolaan pakan, dan kesehatan hewan budidaya, yang dihasilkan teknologi analitik data real-time.

Dirancang khusus untuk pembudidaya wilayah Asia, aplikasi ini dikembangkan dengan memperhatikan spesies yang umum dibudidaya, infrastruktur tambak, cuaca, dan penyakit yang banyak dijumpai di wilayah tersebut.

Baca juga: Solusi IoT Tingkatkan Kualitas Budidaya Ikan dan Udang

Pembudidaya juga akan menerima notifikasi  dari aplikasi apabila ada potensi masalah serta memberikan tindakan yang diperlukan untuk mengatasinya. Data yang dikumpulkan terus menerus ditampilkan di layar seluler untuk memberikan informasi analitik tentang kualitas tambak kepada pengguna.

Menurut Dr Farshad Shishehchian, Group Presodent, CEO & Founder Blue Aqua International, Smart Aquaculture solution ini akan membantu memantau lingkungan budidaya dan memberikan informasi yang mendukung pencapaian target produktivitas di tambak budidaya. Bermodal jaringan luas serta keahlian yang dimiliki, aplikasi ini juga mampu diterapkan di sektor akuakultur wilayah Asia.

“Bermitra dengan inovator teknologi terkemuka seperti SAS untuk mewujudkan industri budidaya lokal ikan dan udang yang cerdas merupakan kemajuan besar ke depan bagi kami. Dengan ketahanan pangan sebagai prioritas utama, analitik dapat menyediakan informasi penting yang membawa kami selangkah lebih maju dalam produksi tambak yang berkelanjutan dan efisien demi memenuhi permintaan lokal,” jelasnya.

Pengembangan kemampuan AI menurut Remco den Heijer, ASEAN Vice President SAS, sangatlah penting untuk keberhasilan jangka panjang program “Smart Aquaculture Solution” di wilayah ini.

“Para pembudidaya memiliki kesempatan besar untuk mentransformasi metode kerja dan beradaptasi dengan solusi teknologi yang dapat meningkatkan efisiensi dan memberikan hasil panen yang lebih besar melalui Smart Aquaculture solution. Kami bangga berkolaborasi dengan Blue Aqua dalam hal ini,” tambahnya.

Melalui kemitraan dengan Blue Aqua dan SAS dalam membangun platform ini, HOPE menurut Kong Hoe Chan, Managing Director HPE Singapura ingin membantu para peternak memperoleh wawasan dari data yang terkumpul untuk meningkatkan kualitas produk, efisiensi, kapasitas, serta menekan biaya, sambil tetap menjaga komitmen terhadap budidaya yang berkelanjutan dan berkualitas tinggi.

Aplikasi ini dapat diunduh di sejumlah toko aplikasi mulai bulan Agustus 2021.

Terkait

Artikel Terkait

5 Kelebihan Wuling Almaz EX, yang Terakhir Indonesia Banget

Techbiz.id - Wuling Almaz Exclusive atau dikenal Almaz EX menjadi salah satu tipe yang cukup banyak menjadi pilihan konsumen...