Kamis, September 23, 2021
Beranda Business Update Laba Xiaomi di Q2 2021 Berhasil Naik 87,4%

Laba Xiaomi di Q2 2021 Berhasil Naik 87,4%

Must Read

Buka Rekening Permata moxaKU Bisa di Aplikasi Moxa

Techbiz.id - Astra Financial bersama PermataBank meluncurkan inovasi layanan terbaru "Tabungan Permata moxaKu. Dengan fitur baru ini, pengguna dapat...

Galaxy Tab A7 Dukung Produktivitas dari Rumah

Techbiz.id - Samsung meluncurkan tablet terbaru Galaxy Tab A7 yang dapat digunakan seluruh anggota keluarga, mulai dari membantu orang tua melakukan multitasking antara...

Free Fire LinkAja City Series Berakhir di Bandung

TechBiz.ID – Setelah sukses diadakan di dua kota, yakni  Jakarta pada tanggal 6 Agustus 2019 dan Yogyakarta pada 28 September...

Masih Awal 2021, Google Sudah Down 2 Kali

Techbiz.id - Memasuki awal 2021, Google beserta seluruh layanannya terhitung sudah mengalami down sebanyak 2 kali. Laporan Google Down...

Bukalapak Hadirkan BIB Sebagai Platform Investasi

Techbiz.id - Bukalapak secara resmi meluncurkan meluncurkan layanan investasi melalui pendirian PT Buka Investasi Bersama (BIB), penyelenggara teknologi finansial...

CIAYO Comics Hadir di Black Shark 2 Pro Kuatkan Ekonomi Indonesia

TechBiz.ID - CIAYO Comics, platform komik pertama yang dikembangkan oleh anak bangsa Indonesia, mengumumkan kerjasama eksklusif dengan ponsel gaming Black...

Techbiz.id – Kuartal kedua (Q2) 2021 Xiaomi melaporkan mencatat kinerja yang positif dengan berhasil membukuka peningkatan laba 87,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Hasil menggembirakan ini diraih berkat model bisnis yang apik serta kokohnya operasional perusahaan.

Sepanjang kuartal kedua (Q2) 2021, total pendapatan yang dikumpulkan oleh Xiaomi mencapai 87,8 miliar yuan atau setara 64% year-on-year sedangkan laba bersih yang sudah disesuaikan pada periode yang sama mencapai 6,3 miliar yuan atau naik 87,4% YoY.

Juru Bicara Xiaomi mengungkapkan, strategi “Smartphone X AIoT” terbukti menopang kinerja perusahaan yang luar biasa ini pada Q2 2021. Ke depannya, Xiaomi akan mendorong investasi ke teknologi canggih, merekrut dan mengembangkan tenaga ahli serta menyiapkan saluran untuk berkembang, mengembangkan tawaran untuk smartphone premium, dan meningkatkan pengalaman pengguna. 

Xiaomi juga menyampaikan akan terus berkomitmen kepada strategi “Smartphone X AIoT”, bekerja sungguh-sungguh dalam mengembangkan inovasi serta teknologi canggih untuk seluruh kategori produk.

Selain itu, tidak kalah penting juga dalam meningkatkan konektivitas antara smartphone dengan produk IoT untuk menghadirkan pengalaman yang menyeluruh ke seluruh produk Xiaomi demi menghadirkan kualitas hidup lebih baik untuk semua orang di dunia.

Baca juga: Pendapatan Xiaomi Tumbuh 13,6 Persen Selama Q1 2020

Bisnis smartphone menampilkan pertumbuhan yang signifikan pada kuartal kedua 2021, dibuktikan dari pendapatan dari smartphone serta jumlah yang dikapalkan. Pendapatan dari bisnis smartphone dilaporkan sebesar 59,1 miliar yuan atau naik 86,8% YoY.

Dalam periode tersebut, pengapalan smartphone Xiaomi secara global mencapai 52,9 juta unit atau naik 86,8% YoY. Berdasarkan laporan dari Canalys, pengapalan smartphone Xiaomi menempati peringkat kedua untuk pertama kalinya pada kuartal kedua dengan pangsa pasar 16,7%.

Xiaomi makin percaya diri di segmen premium karena pangsa pasar smartphone di China dari rentang harga 3000-4000 yuan, 4000-5000 yuan, serta 5000 yuan lebih, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Pada Semester I 2021, pengapalan smartphone global dengan harga jual di atas 3000 yuan di China atau setara dengan 300 euro di pasar internasional mencapai 12 juta unit, melampaui jumlah smartphone yang dikapalkan sepanjang 2020 sebesar 10 juta unit.

Pada kuartal kedua 2021, segmen produk IoT dan gaya hidup mencatatkan pendapatan 20,7 miliar yuan yang setara dengan 35,9% YoY. 

Dalam periode ini, pengapalan global untuk smart TV dari Xiaomi melampaui 2,5 juta unit dan berhasil mempertahankan posisi paling depan. Berdasarkan laporan dari All View Cloud, pengapalan TV pintar menempati peringkat nomor satu untuk 10 kuartal dan tetap pada peringkat lima besar global.

Produk gaya hidup dan IoT juga tumbuh pesat di pasar luar China, dibuktikan dengan pendapatan yang naik 93,8% YoY. Kesuksesan itu disumbangkan oleh sejumlah produk yang diterima dengan baik oleh pengguna seperti skuter elektrik, smart TV, smart band, dan smart watch.

Per 30 Juni 2021, jumlah perangkat IoT yang terkoneksi (kecuali smartphone dan laptop) pada platform AIoT mencapai 374,5 juta unit yang menunjukkan pertumbuhan 34% dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah pengguna yang memiliki lima perangkat atau lebih yang terkoneksi ke platform AIoT mencapai 7,4 juta orang atau naik 44,5%. Sementara itu, pengguna aktif bulanan dari aplikasi Mi Home tumbuh ke 56,5 juta atau naik 38,6% YoY.

Bisnis layanan internet Xiaomi mempertahankan momentum pertumbuhan dengan pendapatan yang dicatatkan sebesar 7 miliar yuan yang menunjukkan pertumbuhan 19,1% YoY pada Q2 2021.

Jumlah pengguna terus meningkat pesat dan mencatatkan pertumbuhan tertinggi di Q2 2021. Pada bulan Juni 2021, pengguna aktif bulanan (MAU) dari MIUI meningkat 32,1% menjadi 453,8 juta pengguna, sementara dari China sendiri sebanyak 124 juta.

Pendapatan dari pasar luar China pada Q2 2021 naik 81,6% YoY yang mencapai 43,6 miliar yuan atau menyumbang 49,7% dari total pendapatan Xiaomi. 

Berdasarkan laporan dari Canalys, pangsa pasar Xiaomi ada di lima besar di 65 pasar dan nomor 1 di 22 pasar yang 10 diantaranya mencapai peringkat satu untuk pertama kalinya.

Asia Tenggara disebut dalam laporan keuangan ini melalui performa yang luar biasa selama kuartal kedua. Xiaomi menempati peringkat pertama di Asia Tenggara dengan pangsa pasar 28,2%. 

Performa kanal online di luar China juga menunjukkan potensi menjanjikan karena pada paruh pertama 2021 berhasil menjual lebih dari 10 juta unit smartphone (tidak termasuk di India), atau naik 60% dibandingkan tahun sebelumnya.

Xiaomi tetap teguh dalam mengejar kemajuan teknologi demi memperkuat bisnisnya. Pada kuartal kedua 2021, Xiaomi mencatatkan pengeluaran sebesar 3,1 miliar yuan untuk riset dan pengembangan atau naik sebesar 56,5% dibandingkan tahun sebelumnya.

Bulan Juli 2021, Xiaomi memulai pembangunan pabrik pintar Changping yang terletak di Distrik Changping di Beijing. Pabrik ini direncanakan untuk memiliki kapasitas produksi tahunan hingga 10 juta unit smartphone premium. Pabrik pintar seperti ini diyakini bakal berperan penting dalam meningkatkan teknologi dan mendorong efisiensi.

Terkait

Artikel Terkait

Terbaru

Oppo A16 Kini Hadir dengan RAM 4GB

Techbiz.id - Dirilis pada Juli lalu, Oppo kini menambah kapasitas RAM dan memori yang lebih besar untuk Oppo A16,...