Minggu, September 26, 2021
Beranda DigiBiz Grab Ungkap Perilaku Konsumen Layanan Pengantaran Makanan

Grab Ungkap Perilaku Konsumen Layanan Pengantaran Makanan

Must Read

Indikasi Vivo Y12s 2021 Segera Meluncur di Indonesia

Techbiz.id - Vivo tampaknya tengah bersiap meluncurkan Y12s 2021 di Indonesia. Ponsel pintar itu baru saja mengantongi sertifikasi Postel...

Transaksi Non-tunai di Drive-Thru McDonald’s Naik 4 kali lipat

Techbiz.id - Di saat pandemi Covid-19 yang masih mewabah, Youtap Indonesia mencatat kenaikan pada transaksi non-tunai pada layanan drive-thru...

Hadapi Covid-19, Industri Telko Butuh Suplemen

Techbiz.id - Merebaknya wabah virus Corona (Covid-19) sudah menjadi pandemi global karena luasnya penyebarannya saat ini. Wabah ini pun...

Review Vivo X50 Pro: Speknya Mengecewakan

Techbiz.id - Vivo Indonesia untuk pertama kalinya menghadirkan smartphone premium flagshipnya untuk pasar Indonesia. Seri X50 Pro menjadi produk...

ShopeePay Tawarkan Diskon dan THR selama Ramadan

Techbiz.id - ShopeePay meluncurkan kampanye ShopeePay Big Ramadan Deals dengan menghadirkan berbagai penawaran menarik untuk mendukung masyarakat memenuhi kebutuhan...

Perluas Layanan Broadband, Telkomsel Dukung Open RAN

Techbiz.id - Telkomsel menyatakan konsisten mendorong tumbuhnya berbagai alternatif solusi teknologi terbaru seperti Open RAN (Radio Access Network). Dukungan terhadap...

Techbiz.id – Grab merilis ‘Laporan Tinjauan Industri Pengiriman Makanan 2021’ dalam kemitraan dengan Euromonitor International yang menemukan bahwa sekitar satu dari empat (26%) konsumen yang disurvei di wilayah Asia Tenggara adalah pengguna baru layanan pengantaran makanan online selama pandemi.

Laporan Grab ini didasarkan pada penelitian yang diselesaikan pada Q2 2021 dan bertujuan untuk memberikan pandangan mendalam tentang industri layanan pengantaran makanan selama lima tahun ke depan, termasuk memaparkan selera konsumen Asia Tenggara di industri layanan pengantaran makanan pasca-COVID-19.

Motivasi utama konsumen untuk mencoba layanan ini disebutkan adalah untuk menghindari kegiatan makan di luar dan meminimalisir kontak dengan orang lain, untuk memesan makanan bagi keluarga dan teman, serta menikmati promosi eksklusif yang hanya tersedia di platform pengantaran online.

Sementara itu, kondisi pandemi COVID-19 mempercepat adopsi pengantaran makanan di Asia Tenggara. Apresiasi positif dari layanan pengantaran makanan akan membawa kontribusi pada pertumbuhan layanan yang berkelanjutan. 

Baca juga: GrabFood Jadi Platform Pesan-Antar Makanan Favorit

Pada periode Oktober 2020 hingga Maret 2021, 78% konsumen di kawasan Asia Tenggara dikatakan menggunakan layanan pengantaran makanan setidaknya seminggu sekali atau lebih.

Selain itu, hampir 9 dari 10 konsumen (87%) juga mengharapkan angka penggunaan yang tetap stabil bahkan meningkat kedepannya meskipun aturan pembatasan COVID-19 sudah dilonggarkan.

Kemudahan layanan pengantaran makanan kiranya menjadi alasan nomor satu bagi keberlanjutan dan meningkatnya penggunaan layanan di masa paska pandemi. 

Kecepatan Antaran

Konsumen di Asia Tenggara menghargai kualitas layanan dan pengalaman di atas promosi, menunjukkan pergeseran ekspektasi konsumen pada layanan pesan-antar makanan.

Survei menemukan bahwa faktor utama yang mempengaruhi tingkat kepuasan layanan pesan-antar makanan adalah kecepatan pengantaran (51%), variasi pilihan makanan (45%), dan ketersediaan promosi (41%). 

Apabila diukur berdasarkan faktor-faktor ini, GrabFood mengungguli kecepatan pengantaran dan variasi pilihan makanan. GrabFood terpilih sebagai merek top-of-mind di enam negara Asia Tenggara. Pada tahun 2020, GrabFood mencatat pangsa kategori pengantaran makanan online regional sekitar 50%. 

Terkait

Artikel Terkait

Terbaru

Fitur Beli Pulsa & Data di DANA Tumbuh 56%

Techbiz.id - Sepanjang bulan Agustus 2021, DANA melaporkan bahwa fitur Pulsa & Data mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan jika...