Minggu, September 26, 2021
Beranda News Hacker China Diduga Telah Bobol BIN dan 9 Kementerian RI

Hacker China Diduga Telah Bobol BIN dan 9 Kementerian RI

Must Read

Harga dan Spesifikasi Huawei Matepad T8

Techbiz.id - Huawei Consumer Business Group (CBG) Indonesia pada hari ini (10/8) meluncurkan tablet seri terbarunya. Untuk mengetahui lebih...

Di Histeria 12.12 Blibli Ingin Ulang Sukses Harbolnas 11.11

Techbiz.id - Blibli siap memeriahkan rangkaian Harbolnas akhir tahun melalui  Blibli Histeria 12.12 dengan mengusung konsep one-stop e-shopping entertainment. Dengan konsep...

Indosat Tawarkan Produk Digital MPWR, untuk Lifestyle

Techbiz.id – Indosat Ooredoo menghadirkan produk digital bernama MPWR (dibaca: Empower) yang merupakan Aplikasi Digital Lifestyle Telco. Menurut MPWR Spokesperson,...

Kemampuan Videografi Akan Jadi Unggulan Reno5

Techbiz.id - Oppo sepertinya sangat serius dalam menggarap sektor videografi pada perangkat Reno5 yang akan dirilisnya awal tahun 2021. Fitur...

Vivo X50 Segera Mendarat di Indonesia

Techbiz.id - Rangkaian smartphone X-series milik Vivo akhirnya akan segera menyapa pengguna smartphone Indonesia setelah vivo Indonesia mengkonfirmasi kehadiran...

Matahari Gandeng GrabMart Hadirkan Layanan Pesan Antar

Techbiz.id - PT. Matahari Putra Prima (Matahari) melakukan kolaborasi terbaru dengan GrabMart menghadirkan layanan on-demand delivery untuk produk kebutuhan...

Techbiz.id –  Hacker asal China diduga telah berhasil membobol jaringan internal milik Badan Intelejen Negara (BIN) dan 9 kementerian Indonesia lainnya. Laporan ini ditemukan oleh Insikt Group, divisi penelitian ancaman Recorded Future.

Berdasarkan laporan, aksi peretasan ini dikaitkan dengan kelompok bernama Mustang Panda. Adapun mereka sendiri dikenal sebagai kelompok dari China yang memiliki kampanye spionase di dunia maya, dimana target operasinya berada di kawasan Asia Tenggara, seperti dilansir dari The Record, Minggu (12/9/2021).

Lebih lanjut, Peneliti Insikt mengatakan mereka pertama kali menemukan aksi pembobolan ini pada bulan April lalu. Itu terjadi saat mereka mendeteksi bahwa server pengendali perintah (C&C) yang terdapat malware PlugX milik Mustang Panda, kemungkinan telah terinfeksi di dalam jaringan internal milik pemerintah Indonesia.

Malware PlugX merupakan aplikasi backdoor yang bisa mengambil alih sepenuhnya komputer yang diretas. Ketika sudah terinfeksi malware tersebut, maka sang peretas dapat mengendalikan atau mengirim sejumlah perintah dari jarak jauh.

Fakta yang cukup mengejutkan adalah setelah ditelusuri ternyata aktivitas pembobolan itu diklaim telah berlangsung sejak Maret 2021 lalu.

Baca juga: Setahun Kedepan Kebocoran Data Masih Akan Menghantui

Sayangnya, tak disebutkan 9 lembaga kementerian mana saja yang terkait dengan aksi pembobolan data ini, selain BIN.

Namun, Insikt Group sendiri mengklaim mereka telah melaporkan aksi ini kepada pihak terkait di Indonesia. Bahkan sudah dilakukan sebanyak dua kali, tepatnya pada Juni dan Juli 2021 lalu.

Lembaga terkait di Indonesia, dikatakan Insikt Group, justru tidak memberikan respon terhadap temuan ini. Bahkan, hingga kini Insikt Group sangat yakin mereka masih bisa mendeteksi koneksi antara jaringan internal yang dibobol dengan server Mustang Panda.

Terkait

Artikel Terkait

Terbaru

Fitur Beli Pulsa & Data di DANA Tumbuh 56%

Techbiz.id - Sepanjang bulan Agustus 2021, DANA melaporkan bahwa fitur Pulsa & Data mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan jika...