Senin, Januari 17, 2022
BerandaDevicesJajaran iPhone 13 Dinilai Tidak Menarik, Kenapa?

Jajaran iPhone 13 Dinilai Tidak Menarik, Kenapa?

Must Read

Techbiz.id – Mayoritas pengguna setia Apple menilai jajaran iPhone 13 yang baru tidak menarik. Hal ini diketahui melalui survei yang dilakukan SellCell kepada 5.000 pengguna iPhone berusia lebih dari 18 tahun.

Berdasarkan survei yang dilakukan di Amerika Serikat, 64 persen pengguna Apple mengatakan jajaran iPhone 13 tidak terlalu atau sama sekali tidak menarik.

Sementara, sebanyak 21,5 persen pengguna mengatakan jajaran iPhone 13 ‘sedikit menarik’, dan 14,4 persen sisa responden menyatakan sangat tertarik.

Survei tersebut juga mengungkap mengapa iPhone 13 dinilai tidak menarik. Ada sebanyak 76,8 persen pengguna yang menyatakan tidak tertarik, memiliki berbagai alasan.

Dari responden tersebut, sebanyak 29,3 persen mengatakan bahwa kurangnya pemindai sidik jari Touch ID menjadi alasan utama untuk menunda upgrade.

Kemudian 19,5 persen lainnya mengungkap tidak adanya fitur utama untuk menjamin peningkatan. Mereka juga menyampaikan alasan lain, termasuk kurangnya layar yang selalu aktif, desain bebas takik yang sempat dijanjikan, 120Hz pada model standar, dan port USB-C.

Pengguna yang berminat upgrade ke iPhone 13 juga mengalami penurunan, dari 43,7 persen sebelum peluncuran, hanya menjadi 23,3 persen pengguna yang mengikuti survei.

Namun, sebagian mereka yang ingin memperbarui ponselnya menjadi iPhone 13, memilih model iPhone 13 Pro dengan mendapatkan suara sebanyak 42,5 persen.

Sementara iPhone 13 Pro Max 6,7 inch menjadi yang paling populer berikutnya sebanyak 26,3 persen. Kemudian, diikuti oleh iPhone 13 standar dengan 22 persen.

Baca juga: Selain iPhone 13, iPad Mini dan Apple Watch 7 Juga Akan Masuk Indonesia

Sedangkan, pengguna yang tertarik memperbarui ke iPhone 13 mini 5,4 inci hanya 9,2 persen. Adapun alasan memilih upgrade ke iPhone 13, paling banyak mengatakan bahwa layar ProMotion yang dibawa dengan meraup sebanyak 34,1 persen responden.

Diikuti oleh alasan berikutnya, yakni masa pakai baterai yang lebih lama sebanyak 25,3 persen. Sementara, sebanyak 26,2 persen lainnya mengatakan tidak memiliki alasan spesifik selain karena peningkatan tahunan atau program tukar tambah.

Terkait

Artikel Terkait

Kominfo Awasi Transaksi Jual-Beli NFT di Indonesia

Techbiz.id - Belakangan ini Non Fungible Token alias NFT menjadi populer sebagai 'tren' baru, termasuk bagi warganet di Indonesia. Menganggapi...